Penulis : DESY ULFIA SUCI (mahasisiwi IPMAFA)
Halo teman-teman kali ini saya membuat artikel pendidikan yang saya kutip dari buku “POLA ASUH ORANG TUA DAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA” dari Drs. S Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag.
Sebagai seorang pemimpin orang tua dituntut mempunyai dua keterampilan , yaitu keterampilan manajemen dan keterqampilan teknis. Pemimpin yang baik memiliki kriteria mampu memikat hati anak, memberikan contoh yuang baik bagi anak, memperbaiki jika ada kesalahan dalam mendidik anak, serta melatih dan membimbing anak.
Menurut Abdullah Nashih Ulwan tanggung jaweab yang besar adalah tanggung jawab seorang pendidik terhadap orang-orang yang bertada dipundaknya, karena tanggung jawab telah di tuntut sejal lahir sampai usia dewasa yang sempurna. Pendapatnya dalam bukunya pendidikan anak dalam islam terbitan tahun 2002, halaman 157.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kerpada mereka yang selalu mengerjakan apa yang di perintahkan (QS. At-Tahrim (66):6)
Ayat tersebut mengisyaratkan pendidikan, tanggung jawab, dan kepemimpinan orang tua dalam pendidikn anak dalam keluarga.
Nah ada beberapa pola asuh orang tua dalam berbagai tipe dalam mendidik anak simak yuk :
Otoriter
Tipe pola asuh otoriter adalah tipe pola asuh yang memaksakan kehendak, tidak terbuka dengan pendapat anak, terlalu percaya diri sehingga menutup jalan musyawarah,sangat sulit menerima saran. Dalam mempengaruhi anak menggunakan pendekataan paksaan dan ancaman. Hubungan antar pribadi orang tua dan anak cenderung renggang. Tipe pola asuh ini cocok untuk anak usia PAUD & TK dan masih bisa digunakan untuk anak SD dalam kasus-kasus tertentu.
Demokratis
Tipe pola asuh demokratis adaah tipe pola asuh yang terbaik, karena selalu mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan individu anak.
Ciri-cirinya adalah
- Lebih menitik beratkan kerja sama dalam mencapai tujuan
- Orang tua senang menerima saran,pendapat serta kritik dari anak
- Orang tua selalu berusaha untuk menjadikan anak lebih sukses darinya
- Orang tua selalu menyelaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan anak
Ketika anak mempunyai salah orang tua bisa menasihati dengan memberikan pendidikan tanpa mengurangi daya kreativitas anak
Tipe pola asuh demokratis ini mampu memaksimalkan kemampuan yag di miliki, bertanggung jawab serta mampu mengembangkan potensi.
Laissez Faire
Tipe pola asuh ini tidak memakai aturan-aturan (bebas). Hanya sedikit campur tangan orang tua, bila tidak ada kendali daro orang tua perilaku anak akan tidak terkontrol, tidak produktif serta apatis.
Fathernalistik
Fathernalistik atau kebapakan adalah pola asuh yang dimana orang tua bertindak sebagai ayah terhadap anak dalam wujud mendidik, mengasuh, mengajar,membimbing dan menasihati. Sifat umum dari tipe pola asuh ini adalah orang tua menganggap anak sebagai manusia yang tidak dewasa, terlalu melindungi anak, tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan, mengembangkan inisiatif, lreasi, serta menganggap dirinya serba tahu. Tipe ini cocok untuk anak usia 0;0-2;0 atau PAUD.
Karismatik
Tipe pola asuh karismatik adalah tipe pola asuh orang tua yang memiliki kewibawaan yang kuat, buykan karena kekuasaan dasn ketakutan tapi adamnya relasi kejiwaan antara orang tua dan anak. Adanya kekuatan internal luar biasa yang diberkahi oleh Tuhan dalam diri orang tua sehingga dalam waktu singkat dapat menggerakkan anak tanpa bantahan. Pola asuh ini baik selama orang tua berpegang teguh kepada nilai-nilai moral dan akhlak yang tinggidan hokum-hukum yang berlaku. Pola asuh ini ndapat diterapkan pada anak usia SD,SLTP, SLTA dan perguruan tinggi.
Manipulasi
Tipe pola asuh ini selalu melakukan tipuan, rayuan, memutar balik kenyataan serta merayu anak agar sesuai dengan kehendaknya. Orang tua yang bergaya ini biasanyaselalu berhasil dalam mencapai tujuan karena anak tidak tahu maksud orang tuanya. Poila asuh ini cocok untuk usia PAUD dan TK, tapi tidak cocok untuk usia SD, SLTP, SLTA. Contoh dalam tradisi di masyarakat adalah jangan kesana ada hantu loo, jangan duduk di bantal nanti bisul, jangan duduk depan pintu nanti lambat kawin dan masih banyak lagi.
Sumber : Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M.Ag. Dalam bukunya “POLA ASUH ORANG TUA DAN KOMUNIKASI DAAM KELUARGA”.




