• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Moderasi Qur’ani

patinews.com by patinews.com
27 November 2020
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
50
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Moderasi Qur’ani

Oleh : Siti Umayatun
Program : KKN MDR 2020 IPMAFA Pati
Kelompok : QUBBATUL KHODRO

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Akhir-akhir ini orang-orang sering menggunakan istilah ‘moderasi beragama’ dalam berbagai narasi perkataannya. Tak sedikit pula orang-orang kemudian bertanya-tanya, apa sebenarnya maksud dari kata moderasi itu? Menurut kebanyakan orang, terutama yang beridiologi sekuler atau simpatisannya, Moderasi atau Moderat dimaknai sebagai gaya atau perilaku hidup seperti lumrahnya manusia kebanyakan, tidak aneh-aneh, makan, minum, berpakaian, pergi ke pesta, dan menikah sebagaimana kebanyakan orang.

Dalam tataran yang luas, pendefinisian seperti itu tentu sangat tidak tepat. Karena jika moderasi dimaknai secara sempit seperti itu, berarti ukuran moderasi adalah apa yang berlaku di masyarakat, maka itu menjadi sangat relatif.

Karena jika masyarakatnya terbiasa dengan hal-hal yang haram seperti pesta dugem, free sex dan mabuk-mabukan, maka hidup yang benar juga harus mengikuti perilaku umum masyarakat tersebut.

Jadi menjadi sebuah kewajaran jika masyarakat Eropa melihat perilaku seorang muslimah yang mengenakan jilbab atau seorang muslim yang memakai sorban dipandang aneh oleh mereka, bahkan disebut radikal atau ekstrimis.

Pada umumnya, kata moderasi memang sering diantonimkan dengan kata radikalisme atau ekstrimisme. Namun batasannya tentu tidak boleh semaunya sendiri seperti itu, karena setiap orang dengan latar belakangnya yang bersifat subjektif, baik karena kultur, idiologi ataupun agamanya kemudian bisa saja semaunya sendiri mendefinisikan kata moderasi.

Sebagai umat islam kita sudah barang tentu tidak boleh terjebak oleh propaganda menyesatkan semacam itu, sudah sepatutnya kita kembali pada konsep yang benar sesuai ajaran islam, yaitu sebagaimana yang telah diketengahkan di dalam al-Qur’an.

Moderasi dalam kaca mata al-Qur`an merupakan inti dari sebuah tatanan masyarakat yang ideal (khaira ummah). Dalam bahasa al-Qur`an, moderasi disebut dengan istilah wasathiyyah, dinukil dari kalimat ‘ummatan wasathan’ atau umat yang moderat, yang tersurat dalam QS. Al-Baqoroh (2): ayat 143. Secara bahasa, wasath berarti posisi tengah di antara dua sisi yang mengapitnya. Namun tidak boleh dimaknai secara fisik atau tekstual. Intinya adalah keseimbangan.

Kita bisa menggaris bawahi poin-poin penting mengenai moderasi menurut al-Qur`an, yaitu sebagai berikut:

Pertama, moderasi adalah sikap yang tidak berlebihan, tidak ekstrem atau tidak radikal. Sebagai contoh, Seorang muslim, meski untuk alasan ibadah, tidak perlu terlalu dermawan sehingga menyedekahkan seluruh hartanya hingga menyebabkan dia menjadi bangkrut. Namun, ia juga jangan berlaku kikir,

Kedua, moderasi adalah sinergitas antara kebaikan dan keadilan. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh para mufasir terkait ungkapan ‘ummatan wasathan’ yang terdapat dalam QS. Al-Baqoroh(2): ayat 143.

Menurut para mufasir makna dari ungkapan tersebut bahwa umat islam merupakan orang yang baik dan mampu bersikap adil.
Pluralisme dan kemajemukan yang ada di Indonesia harus disikapi dengan prinsip keadilan dan kebaikan, dimana keadilan merupakan dimensi hukum, sedangkan kebaikan merupakan dimensi etik. Hukum yang tidak didasari oleh prinsip kebaikan hanya akan menyentuh aspek permukaan saja tetapi tidak akan bisa memenuhi rasa keadilan.

Jadi, Moderasi menurut al-Qur’an adalah sebuah sikap yang tidak berlebihan dalam menghadapi permasalahan kemajemukan.

Sikap ini bersifat aktif dan dinamis yang didalamnya terkandung cita-cita untuk melakukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Jadi moderasi tidak hanya berhenti pada keberhasilan merawat kemajemukan, tetapi juga menjadikan kemajemukan itu sebagai potensi yang bisa digerakkan secara perlahan-lahan ke arah cita-cita yang lebih baik.

Dalam lingkup keindonesiaan, setelah kita mampu merawat perbedaan sehingga tidak menjadi konflik, langkah berikutnya adalah bagaimana memanfaatkan berbagai berbedaan tradisi itu untuk dijadikan amunisi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa seperti kemiskinan dan pengangguran.

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
43
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
36
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
68
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
168
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
74
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
66
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Rotasi Strategis Polres Rembang: Sejumlah Pejabat Utama Bergeser, Kinerja Organisasi Diperkuat
  • Sekolah Roboh di Mencon Pucakwangi, Pemkab Pati Percepat Pembangunan Kembali
  • Upacara Sertijab dan Kenal Pamit Pejabat Utama Polres Rembang Berlangsung Khidmat
  • Perkuat Kolaborasi Operasi Ketupat 2026, Jasa Raharja Pastikan Masyarakat Lebih Aman Saat Lebaran
  • Warisan Kartini di Jalur Energi: Enam Srikandi Universitas Pertamina Kawal Transisi Energi dari Hulu ke Hilir
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist