Apa sih moderasi beragama ? sebelum lebih lanjut kita harus tahu moderasi itu apa yaa?
Menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia) Moderasi adalah pengurangan kekerasan, penghindaran keexstreman. Moderasi juga berasal dari kata moderat yang berarti hidup seperti orang kebanyakan, tidak aneh-aneh. Atau Moderasi adalah sikap dan pandangan yang tidak berlebihan, tidak ekstrem, dan tidak radikal.
Nah kalau anak usia dini apa yaa? Anak usia 0-8 tahun (tahun emas atau golden age) disinilah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan motoric, perkembangan moral (kepribadian, watak, akhlak), social, emosional, intelektual dan bahasa juga berlangsung sangat pesat. Jika ingin mengembangkan bangsa yang cerdas, beriman ,dan bertakwa serta berbudi luhur hendaklah dimulai dari PAUD (pendidikan anak usia dini).
Bagi anak usia dini pendidikan karakterlah yang sangat penting, jika ia tumbuh pada lingkungan yang harmonis, toleran, damai, maka mereka akan mengembangkan, perilaku dan pikiran dengan sehat dan bijaksana sebaliknya jika mereka tumbuh pada lingkungan yang penuh ujaran kebencian, kekerasan, intoleransi, maka akan berdampak pada pikiran dan perilakunya saat ini dan masa depan.
Dalam menumbuhkan karakter moderasi beragama pada anak usia dini, metode pengajarannya sesuai dengan usianya. Anak usia dini belajar dengan caranya sendiri. Yaa bermain , belajar melalui bermain merupakan cara belajar yang sangat penting bagi anak.
Mengajari moderasi beragama bagi anak bisa dengan bercerita, baik dongeng maupun sejarah, bisa melalui bernyanyi, menyanyikan lagu kebangsaan, lagu nasional serta mengikuti upacara. Di sekolahpun anak di ajari serta di biasakan untuk saling menghormati dan menghargai, dikenalkan juga beberapa agama yang ada di Indonesia seperti agama islam, budha, konghucu, Kristen dan katolik serta agama hindu.
Anak-ank juga dikenalkan nama-nama tempat ibadah mereka melalui miniature atau alat peraga edukatif seperti masjid, gereja, vihara, kelenteng, dan pura. Ketika memasuki tema negaraku anak juga dikenalkan nama Negara, suku, budaya, lambang Negara dan lain sebagainya. Mengamalkan semboyang Bhinekka tunggal ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu juga. Berkawan dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, serta budaya. Karena dengan adanya perbedaan tentu kita akan semakin tambah wawasan serta lebih bijak dan menghormati serta menghargai dan belajar antara satu dengan lainnya.




