Munculnya virus corona Covid-19 membuat dunia gempar, hal ini pula dirasakan oleh negara Indonesia, dengan menyebarnya virus corona di Indonesia menjadi sesuatu yang perlu mendapatkan penanganan yang serius. Melihat dari situasi ini, perlu adanya kebijakan dan kesigapan dari pemerintah dalam mengatasi wabah virus terebut. Untuk itu pemerintah langsung mengambil sikap dan kebijakan dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka mempercepat penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) serta yang tertuang pula dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Dengan adanya kebijakan tersebut, maka segala aktivitas masyarakat pun dikurangi untuk pencegahan dan memutus mata rantai penularan covid-19. Untuk itu masyarakat juga diminta bersama-sama melaksanakan kebijakan pemerintah dengan bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah. Tak hanya berpengaruh pada segi pendidikan namun pengaruh muncul pada yang lain misalnya ekonomi, sosial dan budaya. Akibat dari penyebaran virus ini pun juga menyebabkan pada lemahnya ekonomi suatu negara seperti yang dialami oleh Indonesia.
Semua orang berharap dengan berakhirnya pandemi corona nanti justru akan muncul pandemi toleransi. Semoga pandemi ini sebagai sarana belajar yang baik untuk mengingatkan kita semua bahwa negeri ini tidak hanya dibangun oleh sekelompok orang, tetapi negeri ini adalah hasil perjuangan semua anak bangsa dari berbagai latar belakang etnis dan agama, dan negeri ini adalah tempat yang nyaman bagi semua golongan.
Dengan adanya pandemi ini selain membawa kemudaratan, pandemi ini juga membawa banyak kemaslahatan di antaranya tidak adanya lagi perbedaan terlihat, namun rasa toleransi dan nilai nasionlisme yang semakin kuat. Hal ini bisa di lihat dengan tidak adanya perbedaan dalam pemberian pertolongan kepada pasien penderita Covid-19. Tidak ada yang membedakan dari segi ras suku dan agama. Semuanya dengan sangat cepat di tangani apabila korban sudah terkena virus tersebut, agar virus tersebut tidak menyebar kepada orang lain.
Di tengah pandemi saat ini rasa toleransi kita diuji, kemampuan ikut serta menekan penyebaran wabah, dengan mentaati protokol yang diterapkan oleh pemerintah. Budaya gotong-royong, yang merupakan ciri khas masyarakat sangat terlihat dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini. Ketika beberapa tahun terakhir kebhinekaan kita sedang diuji dengan tindakan sekelompok orang yang melakukan tindak intoleransi, maka diera pandemi ini suasana kebekuan komunikasi seketika mencair, setidaknya terlihat di permukaan.
Indonesia merupakan bangsa yang memiliki kultur dan budaya “Gotong Royong dan Toleransi”. Hal ini tampak pada semangat gotong royong dan saling toleransi masyarakat untuk saling bahu membahu dalam membantu masyarakat yang berdampak dari wabah ini. Semangat gotong royong dan saling toleransi terhadap sesama telah diwujudkan dalam aksi solidaritas dan kepedulian untuk meringankan beban perekonomian masyarakat dalam melawan virus tersebut.
Untuk itu Kita perlu belajar dari Covid-19 bahwa sikap gotong royong perlu dan sangat dibutuhkan dalam kondisi apapun, belajar akan makna dari toleransi terhadap sesama bahwa saling menjaga dan mematuhi segala aturan yang telah ditentukan serta toleransi untuk saling menghargai dan menjaga kepada sesama. Dan belajar akan pentingnya rasa kemanusian dan peduli terhadap sesama bahwa tidak boleh diskriminasi terhadap korban yang terpapar virus ini. Setiap kejadian terdapat hal negatif dan positif yang dapat diambil. Walau lebih banyak buruknya, dari pandemi ini juga belajar meningkatkan rasa dan sikap toleransi antar umat beragama, agar tidak memandang perbedaan suku, bangsa, budaya, ras dan politik dalam menolong sesama, karena toleransi adalah ajaran murni yang diajarkan oleh setiap agama. Maka dalam pandemi ini, mari kita praktikan ilmu toleransi yang kita punya.
Toleransi penting diajarkan pada anak karena anak kelak akan terjun ke masyarakat, dan sikap toleransi wajib dalam hidup sebagai makhluk sosial. Lingkungan pendidikan terbaik untuk mengajarkan toleransi adalah lingkungan pendidikan melalui keluarga dan sekolah. Ketika anak sudah terbiasa toleran dalam kehidupan sehari-hari, maka bukan hal mustahil kelak mereka akan menjadi warga negara yang baik dan bijak.
oleh: Hayati




