• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Cegah Sikap Intoleransi Dengan Menerapkan Perilaku Moderasi Beragama

Oleh : Setiyorini

patinews.com by patinews.com
9 Desember 2020
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Cegah Sikap Intoleransi Dengan Menerapkan Perilaku Moderasi Beragama
413
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Pemerintah Republik Indonesia mengakui secara resmi hanya ada enam agama, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu dan konghuchu. Jumlah Persentasinya Islam dengan pengikut 87,2 % setara dengan 207 Juta jiwa umat muslim di Indonesia, Protestan dengan jumlah pengikut 6,9 % setara dengan 16,5 juta jiwa, Katolik 2,9 % setara dengan 6,9 juta jiwa, Hindu 1,7 % setara dengan 4 juta jiwa, Buddha 0,7 % setara dengan 1,7 juta jiwa, Khonghuchu 0,05 % setara dengan 100 ribu jiwa. Meskipun pemeluk agama Islam memiliki tingkat persentase tertinggi di Indonesia, konstitusi Indonesia memberikan kebebasan beragama terhadap setiap masyarakatnya. Indonesia merupakan Negara demokratis terhadap setiap warga beragama dengan merujuk pada bunyi sila pertama pancasila yaitu, ketuhanan yang maha esa. Yang memiliki arti setiap agama memiliki satu ketuhanan yang tertinggi.

Islam seringkali diasumsikan dengan terorisme, kekerasan, diskriminasi gender dan agama yang tidak berperikemanusiaan. Asumsi ini timbul akibat dari konflik yang mengatasnamakan agama seperti pengeboman pembunuhan dan perang. Padahal dibalik konflik yang dimunculkan ada maksud terselubung demi melangsungkan kepentingan golongan dan politik tertentu. Agama dijadikan sebagai kambing hitam dalam menciptakan opini publik sehingga membuat perpecahan di dalam masyarakat, akhirnya masyarakat saling berselisih paham dan menjadi korban atas kepentingan kaum minoritas berkuasa untuk meningkatkan popularitas.

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Untuk mencegah terjadinya konflik terlebih ketika kita dihadapkan dengan situasi sulit seperti saat ini dimana dampak virus corona disease atau biasa disebut dengan covid-19 mengubah seluruh tatanan kehidupan, perlunya menerapkan sikap moderasi yang tinggi terhadap umat beragama dengan didasarkan pada rasa persaudaraan sebagai sesama manusia dan saudara setanah air. Dengan menerapkan perilaku moderasi beragama berarti memiliki jalinan hubungan yang seimbang, adil dan mengedepankan perilaku yang sesuai ukuran tanpa melebih-lebihkan dan mengurangi dalam setiap ajaran. Melaksanakan prinsip-prinsip yang baik tanpa adanya perilaku ekstrim dalam beragama. Penerapan sikap hal tersebut dapat mencegah terjadinya intoleransi dan menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati terhadap setiap perbedaan.

Menurut Quraish Shihab, terdapat tiga syarat penting ketika ingin menerapkan moderasi. Yang pertama, memiliki pengetahuan yang luas. Ketika seseorang ingin berada di posisi netral atau tengah-tengah, hendaknya memiliki cakupan pengetahuan yang beragam. Dapat memposisikan dirinya bagaimana seharusnya dia bertindak dalam keragaman di tengah-tengah masyarakat, untuk itu dia harus tahu apa saja keragaman yang dia hadapi.

Syarat kedua, seseorang yang ingin mewujudkan moderasi harus memiliki kendali yang baik dalam mengatur emosi. Berada dalam keragaman baik dari ras suku dan agama tidak menutup kemungkinan tidak adanya konflik. Bagaimana seseorang dapat menyelesaikan permasalahan dalam keragaman yang terlalu sensitive untuk kebanyakan orang ketika dirinya sendiri tidak mampu mengendalikan emosi? Jawabannya dia harus pandai dan terbiasa mengatur emosi di dalam dirinya. Syarat ketiga, harus bersikap hati-hati terhadap segala hal yang memungkinkan menimbulkan konflik. Kehati-hatian dapat mencegah kesalahan, dan dapat mengurangi resiko masalah yang sedang terjadi.

Sikap moderasi Beragama dapat mencegah adanya intoleransi dan munculnya konflik. Terwujudnya moderasi dalam beragama juga menjadi jalan untuk memajukan bangsa dan Negara dengan sikap saling mendukung antar kelompok, persatuan masyarakat, dan mengeluarkan perilaku diskriminasi dan intoleransi terhadap agama, ras, etnis yang dilakukan oleh kaum elit politik maupun masyarakatnya.

Untuk mengalahkan opini yang digaungkan di beberapa media yang mengatakan Islam merupakan agama yang radikal, diperlukan adanya kampanye secara massif membangun narasi moderasi beragama dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi di era industri 4.0, Islam adalah agama yang membawa rahmah bagi setiap makhluk. Mengajarkan toleransi terhadap umatnya serta mencintai kedamaian. 

Saatnya mengalakkan moderasi beragama dalam setiap kegiatan untuk mengarahkan masyarakat melek teknologi dan ilmu pengetahuan. Mendukung program pemerintah menumbuhkan sikap moderasi di tengah-tengah masyarakat dengan semangat kemajuan teknlogi komunikasi dan informasi.

Sumber : 

Rahman, Abdur dkk. 2019. Rumah Moderasi Beragama : Perspektif Lintas Keilmuan. Yogyakarta : Bening Pustaka.

https://indonesia.go.id 

https://www.google.com/amp/s/jatimtimes.com/amp/baca/210173/20200303/151300/pentingnya-moderasi-agama-untuk-keberlansungan-kehidupan-bangsa

https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/pt4zb9320

 

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
36
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
72
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
168
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
76
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
66
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Polres Rembang Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolres Pimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026
  • Terekam CCTV, Maling Gasak Honda Beat Milik Petani di Sawah Wotan Sukolilo Pagi Tadi
  • 85 Koperasi Merah Putih Sudah Berjalan di Pati, Siap Dongkrak Ekonomi Rakyat
  • Tanggapi Rupiah Anjlok 17.600, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar
  • DPRD Pati Soroti Minimnya Anggaran Bantuan Petani Puso, Perda Dinilai Belum Maksimal
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.