Bahasa arab sangat melekat dengan umat muslim, semua ibadah yang kita jalankan tidak lepas dari bahasa Arab seperti sholat, ngaji, berdoa dan lain sebagainya. Namun, disini masih banyak diantara kita yang sulit untuk tertarik belajar bahasa Arab. Bahkan sebagian orang tua lebih senang jika anak bias berbahasa Inggris. Dengan begini membuat anak kurang meminati untuk mempelajari bahasa Arab.
Minat adalah keinginan yang melekat pada diri seseorang objek tertentu. Seseorang yang memiliki minat terhadap suatu objek tertentu akan memiliki ketertarikan dan memiliki keinginan disertai perhatian yang kemudian akan melahirkan perasaan yang sangat senang, dan dapat merubah tingkah laku seseorang baik berupa pengetahuan, sikap maupun keterampilan.
Jika minat itu tidak ada saat kegiatan pembelajaran bahasa Arab berlangsung maka seringkali anak akan mengabaikannya. Anak menganggap pelajaran bahasa Arab itu sangat membosankan dan tidak seru sama sekali. Selain dianggap bosan dan tidak seru, pelajaran bahasa Arab juga dianggap sangat sulit untuk dipelajari dibanding dengan pelajaran-pelajaran yang lain.
Bagaimana sih untuk bisa meningkatkan minat anak untuk belajar bahasa Arab? Disini saya akan sedikit memberi penjelasan tentang cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar bahasa Arab.
Cara pertama, mengajak anak belajar sambil bermain. Dengan cara ini dapat melibatkan media pembelajaran atau alat bantu seperti kartu bergambar, permainan, video, dan sebagainya. Dengan belajar sambil bermain dapat menjadikan kegiatan belajar yang sangat menyenangkan dan anak menjadi tidak merasa bosan dalam belajar bahasa Arab. Cara seperti ini memungkinkan anak lebih aktif dalam pembelajaran bahasa Arab.
Kedua, tidak memaksakan kemampuan anak. Sebagai orangtua tidak diperbolehkan untuk memaksa anak untuk menguasai banyak kemampuan dalam waktu yang singkat. Terutama jika guru telah memberikan banyak pemaparan materi kepada anak, anak akan merasa bosan dan semakin tidak tertarik dalam mempelajari pelajaran bahasa Arab. Peran orangtua disini sangat dibutuhkan untuk selalu mendukung anak dan mendorong anak untuk sedikit demi sedikit menyukai semua pelajaran sekolah yang didapatkan anak.
Ketiga, menghubungkan pembelajaran bahasa Arab dengan kegiatan sehari-hari seperti bacaan sholat, doa-doa harian dan lainnya. Sebagai contoh, guru maupun orangtua dapat mengajarkan anak untuk membaca dan menghafal doa sehari-hari. Setelah anak dapat menghafal doa tersebut guru maupun orangtua dapat mengajak anak untuk belajar makna dari doa tersebut. Untuk mengetahui makna doa tersebut dapat dilakukan dengan cara mengartikannya per-kosakata.
Keempat, selain dengan cara belajar sambil bermain dan menghubungkan pelajaran bahasa Arab dengan doa sehari-hari cara yang keempat dapat dilakukan dengan cara belajar sambil bernyanyi. Dengan cara belajar sambil bernyanyi anak akan semakin senang dan tidak akan merasa bosan dalam belajar. Belajar dengan cara ini dapat dilakukan agar anak mudah mengahafalkan kosakata dalam bahasa arab. Dengan cara ini anak akan mampu meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab.
Hal-hal diatas dapat dilakukan dan dipraktikkan guru dalam menyampaikan pembelajaran bahasa Arab. Cara-cara diatas dapat tersampaikan dengan baik tergantung pada kita yang menyampaikannya, jika kita menyampaikan dengan baik tentu anak akan lebih mudah tertarik dengan apa yang kita sampaikan. Sebagai guru harus lebih pintar untuk memilih metode dan teknik yang tepat untuk menarik minat dan perhatian anak. Sebenarnya masih banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk membuat pembelajaran bahasa Arab lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Namun, semua itu tergantung pada kita bagaimana kita sebagai guru dan orangtua dapat menarik minat dan perhatian anak agar lebih menyukai pelajaran bahasa Arab.
Deny Nor Istiqomah
KKN MDR IPMAFA 2020
KELOMPOK 12




