Agama islam adalah agama yang mencintai kebersihan dan kesehatan. Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan umatnya. Semua sudah diatur dan ditetapkan oleh agama kita. Maka dari itu, kita sebagai umat islam hendaknya selalu menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani kita. Tujuan kita menjaga kesehatan adalah supaya dapat beribadah dan beraktivitas dengan sehat dan kuat apalagi di masa pademi covid 19 saat ini kita sangat perlu dalam menjaga kesehatan. Seseorang yang dikatakan sehat adalah apabila kondisi fisik dan mentalnya bebas dari berbagai penyakit. Kesehatan diri dipengaruhi oleh kesehatan lingkungan, maka dari itu kita harus menjaga kesehatan, kebersihan, dan juga kelestarian lingkungan di sekitar kita. Lingkungan yang sehat dan terjaga adalah cermin dari gaya hidup yang sehat.
Berkaitan dengan ikhtiar rohani dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, beliau Gus Mus menjelaskan beberapa amalan yang beliau lakukan antara lain beliau selalu menyempurnakan wudhunya, membaca shalawat setiap waktu, dan selalu meminta pertolongan kepada Allah Swt. Amalan khusus yang beliau lakukan adalah amalan membaca “Bismillahi la yadhurru ma‟asmihi syai‟un fil ardhi wala fissama‟ii wahuas Samii‟ul „aliim” setiap sehabis magrib dan subuh dan ketika hendak berpergian sebanyak 3 kali. Ketika ditanya tentang ibadah-ibadah yang lain seperti sholat berjamaah, beliau menjelaskan bahwa di desa tempat beliau tinggal masih menjalankan sholat jamaah, sholat jumat dan sholat tarawih di masjid dan mushola dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang baik dan menjaga jarak dengan orang lain.
Selanjutnya ketika ditanya tentang hikmah apa yang dapat beliau ambil dari kejadian ini, beliau menuturkan sebagai berikut
Ikhtiar adalah suatu daya dan upaya yang dilakukan manusia dengan mengerahkan segala potensi yang dimiliknya untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ikhtiar dapat berbentuk ikhtiar secara jasmani dan secara rohani. Kedua ikhtiar tesebut saling mempengaruhi dan tidak dapat ditinggalkan salah satunya. Sebagai umat islam, kita meyakini bahwa ikhtiar tidak boleh terlepas dari adanya doa dan tawakkal kepada Allah. Ketiga hal tersebut merupakan kunci kebrhasilan dalam islam.
Wabah penyakit covid-19 adalah corona virus jenis baru yang dapat menginfeksi manusia dan hewan. Virus ini pertama kali muncul akhir tahun 2019 di Wuhan China, yang kemudian menyebar di hampir seluruh wilayah di dunia. Organisasi kesehatan dunia (WHO) kemudian menetapkan covid-19 sebagai status pandemi global. Gejala umum yang muncul ketika seseorag terinfeksi covid-19 adalah demam tinggi, sesak nafas, batuk kering dan mudah kelelahan. Sudah banyak korban berjatuhan akibat terinfeksi covid-19. Adanya covid-19 membawa pengaruh pada banyak bidang, antara lain pada bidang ekonomi, pendidikan, pembangunan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pemerintah dan semua pelaksana kebijakan, termasuk juga masyarakat bergotong royong memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 ini dengan sebaik-baiknya.
Ikhtiar yang kita lakukan dalam menghadapi wabah penyakit covid-19 adalah dengan cara pencegahan seoptimal mungkin. Sebagai seorang muslim, ikhtiar yang kita lakukan tidak saja ikhtiar yang berbentuk fisik, akan tetapi harus dibarengi dengan ikhtiar secara batin (mental). Ikhtiar jasmani misalnya dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang lain, menjaga pola hidup sehat dan sebagainya. Bentuk ikhtiar batin kita antara lain dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan selalu berdoa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah, memperbanyak ibadah daripada mencaricari berita yang belum tentu kebenarannya, rajin wudhu, memperbanyak istighfar dan sholawat dan masih banyak lagi ikhtiar rohani lainnya yang dapat kita lakukan.
Penulis :
Tata Nico Fajrus Syida ( Anggota KKN MDR KALACAKRA IPMAFA Pati)
SEBAR SEMANGAT, TEBAR MANFAAT



