Penulis 1
Silvia Amara Eka Putri
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Penulis 2
Ibu Meilan Arsanti (Dosen Bahasa Indonesia)
Abstrak: Hasil dari penelitian dini dapat disimpulkan bahwa para pedagang pasar dalam membaca peluang untuk meningkatkan kinerja usahanya dilakukan dengan melakukan terobosan dalam usaha dengan inovasi produk baru serta memberikan layanan lebih kepada pelanggan. Tidak hanya itu pedagang juga mampu membaca situasi pasar dimana pada saat panen dan hari besar pengunjung pasar akan ramai sehingga mereka mengisi dagangannya. Para pedagang dengan kemampuan berani mengambil resiko dapat dilihat dengan mampunya mereka melihat peluang usaha mereka dengan daur ulang produk, memberikan fasilitas serta layanan lebih. Kreativitas inovasi pedagang pasar dilakukan dengan ide- ide baru yang dibuat oleh pedagang untuk membuat usahanya menjadi maju, tidak hanya itu dukungan sesama pedagang dengan adanya paguyuban serta imajinasi- imajinasi yang dibuat pedagang.
PENDAHULUAN
Perilaku kewirausahaan pedagang pasar, disamping dilihat dari kebutuhan dana mereka juga sikap- sikap kewirausahaan sehingga bisa timbul untuk meningkatkan sikap kewirausahaan merupakan tindakan seorang wirausaha yang mencerminkan kepribadian kewirausahaan yang dimiliki, yaitu intensitas, berani mengambil resiko, inovatif, serta bisa membaca peluang. Sikap tersebut timbul tidak secara sendirinya tetapi dipengaruhi oleh faktor- faktor internal yang terdapat pada diri wirausaha tersebut, dan aspek eksternal dari lingkungan sekitar.
Kewirausahaan ini dikembangkan karena bersumber pada riset kewirausahaan berhubungan positif dengan perkembangan ekonomi. Oleh sebab itu, pemerintah memberikan dukungan penuh pengembangan dalam penciptaan serta peningkatan jumlah wirausaha. Wirausaha diyakini sebagai roda pengerak perkembangan ekonomi, dan wirausaha juga dianggap sebagai inovator dalam pengembangan ekonomi. Semakin besar persentase jumlah wirausaha di suatu negara, maka perekonomian negara tersebut hendak berkembang dengan baik( Scumpeter dalam Casson et al 2006). Seorang wirausaha dianggap sebagai inovator karena wirausaha mempunyai keahlian buat menghasilkan produk baru yang mempunyai nilai tambah melalui keberanian dalam mengambil resiko, kreativitas, inovasi, dan keahlian dalam manajemen serta membaca peluang yang ada.
Berdasarkan uraian di atas, research quation dalam penelitian ini merupakan Bagaimana sikap Kewirausahaan terhadap perspektif kinerja usaha pedagang pasar Kota Banyuwangi? Tujuan penelitian untuk menjelaskan sikap kewirausahaan pedagang pasar dalam upaya meningkatkan kinerja usahanya.
METODE
Penelitian ini memiliki tujuan Untuk mendeskripsikan tentang Perilaku Kewirausahaan Terhadap Perspektif Kinerja Usaha Pedagang Pasar Sritanjung Banyuwangi Kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus. Beberapa alasan digunakannya pendekatan ini merupakan (1) studi kasus lazimnya menggunakan pertanyaan apakah, mengapa serta bagaimana sehingga sasaran yang ingin dicapai lebih jelas dan mudah dipahami (2) Peneliti tidak dapat memanipulasi kejadian (3) studi kasus menilai kejadian yang sesungguhnya dengan mengevaluasi keseluruhan proses terbentuknya kristalisasi dari nilai- nilai pada informan atau obyek penelitian.
Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang berusaha mengkonstruksi realitas dan memahami maknanya. Sehingga, penelitian kualitatif biasanya sangat memperhatikan proses, peristiwa dan otentisitas. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dimana analisis data yang digunakan bila data-data yang terkumpul dalam riset adalah data kualitatif berupa kata-kata, kalimat-kalimat, atau narasi-narasi, baik yang diperoleh dari wawancara mendalam maupun observasi. Melalui data kualitatif, data yang diperoleh dari lapangan diambil kesimpulan yang bersifat khusus kepada yang bersifat umum kemudian disajikan dalam bentuk narasi. (Kriyantono, 2009).
Dalam penelitian ini data yang diteliti adalah data lisan dan tulisan. Untuk mendapatkan data dibutuhkan alat bantu berupa daftar pertanyaan, tape recorder beserta pita kaset, dan kamera digital. Daftar pertanyaan berisi pertanyaan-pertanyaan dengan model percakapan. Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. tergantung masalah yang dihadapi (Leksono, 2013). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain wawancara dan observasi.
Berdasarkan hasil wawancara di atas, beberapa upaya dilakukan oleh pedagang agar usahanya maju. Meskipun diantaranya masih belum menunjukkan keberhasilan. Hal ini membuktikan sebenarnya mereka juga ingin membuat inovasi untuk perkembangan usahanya, namun mereka masih belum mampu atau mengerti konsep untuk melakukan inovasi.
Berdasarkan hasil wawancara dan uraian di atas, maka hasil ringkasan penelitian tergambar dalam bagan berikut ini:
Pedagang
Pasar
Sritanjung
Kemampuan
Mengambil Resiko
Perilaku
Kewirausahaan
Kreativitas dan Inovasi
Membaca Peluang
Kinerja Usaha
Gambar 1. Hasil Penelitian
Kewirausahaan pedagang merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan usaha yang berorientasi pasar, Kelompok yang harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan pedagang inovator dan motivator yang berjiwa wirausaha. Semakin tinggi karakter kewirausahaan, maka semakin besar kemungkinan seorang individu
berkeinginan untuk menjadi pedagang yang sukses. Jiwa kewirausahaan pedagang perlu ditumbuhkan menghadapi tekanan lingkungan pasar yang tidak kondusif. Penguatan inovasi, keberanian mengambil risiko, kepemimpinan, motivasi berwirausaha, kekompakan, serta kebijakan pemerintah dapat meningkatkan perilaku pedagang dalam meningkatkan kinerja usahanya. Keberanian dalam pengambilan keputusan merupakan hal kritis dalam tahap, Namun demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa para pedagang tidak mengetahui faktor lingkungan yang harus dipahami, diuji, dan diperkirakan. Penggabungan tiga pendekatan, yaitu faktor kepribadian (kebutuhan akan prestasi dan efikasi diri); faktor lingkungan (seperti akses terhadap modal, informasi dan jaringan sosial); dan faktor demografis (gender, umur, latar belakang pendidikan dan pengalaman bekerja) sebagai faktor penentu semangat kewirausahaan.
Perilaku kewirausahaan pada pedagang pasar, yang juga dipengaruhi dari keinginan individu sendiri dan didukung oleh lingkungan. Perilaku para pedagang pasar yang memiliki karakteristik wirausaha kuat lebih memiliki motivasi kuat dalam menjalankan usaha, tidak hanya ingin usahanya berjalan lancar apa adanya tapi menginginkan usahanya berkembang. Wirausaha ini lebih berani dalam mengambil risiko serta memiliki strategi yang dijalankan agar usahanya berkembang, namun hal tersebut masih belum ada bagi pedagang pasar Blambangan Banyuwangi. Pengambilan risiko yang diambil seperti memproduksi tempe yang lebih banyak meskipun harga kedelai meningkat, wirausaha ini tidak takut tempe yang diproduksinya tidak laku. Selain itu wirausaha ini aktif mencari pasar baru untuk meluaskan wilayah pemasaran. Keberanian seseorang dalam mengambil risiko didukung oleh pengetahuan, pengalaman, kekuatan modal, serta kemampuan dalam menanggapi perubahan atau mengambil peluang, serta kreatif dan inovatif. Kreatif memberi layanan lebih ke pelanggan dan konsumen sehingga pembeli tertarik membali barang kepadanya dibandingkan pedagang lain juga menjadi salah satu strategi kreatif yang harus ada.
Perlunya perilaku kewirausahaan bagi pedagang di pasar Sritanjung ini sesuai dengan pendapat dari Delmar (1996) yang menyatakan bahwa perilaku kewirausahaan dapat juga diartikan sebagai kinerja kewirausahaan namun berbeda dengan kinerja bisnis. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh lingkungan internal dan kapasitas individu itu sendiri yang berupa motivasi dan kemampuan untuk menangani masalah lingkungan organisasi atau usaha yang dijalankan yang sangat berkaitan dengan kinerja usahanya. Seorang pengusaha diasumsikan bertindak pada lingkungan yang sesuai dengan tujuannya untuk mencapai apa yang diinginkan. Berasarkan dari teori Delmar, yang menyatakan bahwa ada kaitan antara perilaku kewirausahaan dengan kinerja bisnis yaitu perilaku dapat mempengaruhi kinerja bisnis.
Kinerja usaha atau bisnis dapat juga diartikan sebagai keberhasilan usaha yang telah dicapai. Beberapa peneliti telah menjabarkan definisi dari kinerja bisnis (business performance) yaitu gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi. Kinerja perusahaan dapat dilihat atau diukur dengan mendasarkan pada tingkat penjualan, tingkat keuntungan, pengembalian modal, dan pangsa pasar yang diraihnya. Keeh et al (2007) menjelaskan kaitan antara kinerja bisnis dan pendapatan, di mana kinerja adalah keinginan untuk tumbuh yang tercermin dalam pendapatan. Sementara itu, menurut Praag (2008) keberhasilan kinerja usaha dapat dilihat dari adanya keberlangsungan dan pertumbuhan usaha, penambahan tenaga kerja, dan peningkatan keuntungan dan pendapatan.
Saida Ahmad (2010) Perilaku kewirausahaan merupakan tipe kepribadian sangat menentukan bidang usaha apa yang bakal mendatangkan kesuksesan dalam berusaha. Faktor faktor yang mempengaruhi perilaku kerwirausahaan antara lain pengetahuan kewirausahaan, motif berprestasi, dan kemandirian pribadi. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dari variabel pengetahuan kewirausahaan, motif berprestasi, kemandirian pribadi terhadap perilaku kewirausahaan pedagang pasar Tegowanu. Saran yang diberikan yaitu agar pedagang di pasar Tegowanu sebaiknya meningkatkan pengetahuannya tentang kewirausahaan dengan mengikuti pelatihan tentang kewirausahaan dari dinas terkait sehingga kemmapuan dalam berwirausaha meningkat.
Sementara menurut Riyanti (2003) menyatakan bahwa kinerja usaha atau keberhasilan usaha juga sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kepribadian yang dimiliki. Faktor kepribadian ini mempengaruhi hingga 49%, yaitu seperti sifat keinginan melakukan pekerjaan dengan baik, motivasi diri yang kuat, percaya diri, berfikir positif, memiliki komitmen dan sabar. Namun tidak hanya itu saja yang mempengaruhi ada juga sifat ingin tahu yang tinggi, kreativitas, inovasi juga mempengaruhi. Pengukuran kinerja usaha pada usaha kecil dan mikro sampai saat ini masih disamakan dengan pengukuran kinerja usaha besar yaitu dengan cara yang obyektif. Penilaian kinerja pada usaha kecil dan mikro dilakukan lebih kepada aspek subyektif dikarenakan biasanya usaha kecil dan mikro memiliki keterbatasan yaitu cenderung menutupi informasi mengenai keuangan usaha.
Perilaku kewirausahaan akan sangat dipengaruhi oleh faktor dari individu itu sendiri dan juga lingkungan usaha atau pada penelitian ini dapat disebut iklim bisnis. Faktor lingkungan juga tidak hanya mempengaruhi perilaku tetapi juga berpengaruh terhadap individu dan juga ke kinerja usaha. Sementara kinerja usaha juga dipengaruhi oleh perilaku kewirausahaan dan lingkungan usaha.
SIMPULAN
Hasil dari penelitian dini dapat disimpulkan bahwa para pedagang pasar dalam membaca peluang untuk meningkatkan kinerja usahanya dilakukan dengan melaksanakan terobosan dalam usaha dengan inovasi produk baru serta memberikan layanan lebih kepada pelanggan. Tidak hanya itu pedagang juga mampu membaca situasi pasar dimana pada saat panen serta hari besar pengunjung pasar akan ramai sehingga mereka mengisi dagangannya. Para pedagang dengan kemampuan berani mengambil resiko bisa dilihat dengan mampunya mereka melihat peluang usaha mereka dengan daur ulang produk, memberikan fasilitas serta layanan lebih. Kreativitas inovasi pedagang pasar dilakukan dengan ide-ide baru yang dibuat oleh pedagang untuk membuat usahanya menjadi maju, tidak hanya itu dukungan sesama pedagang dengan adanya paguyuban serta imajinasi- imajinasi yang dibuat pedagang.
DAFTAR PUSTAKA
Alma B. 2010. Kewirausahaan Edisi Revisi. Bandung: Alfabeta
Burhanuddin. 2014. Pengaruh aktivitas kewirausahaan peternakan ayam broiler terhadap pertumbuhan ekonomi. Disertasi Doktor. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Dirlanudin. 2010. Perilaku Wirausaha dan Keberdayaan Pengusaha Kecil IndustriAgro: Kasus di Kabupaten Serang Provinsi Banten. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Erna Atiwi Jaya Esti, Sugiharto, 2020. Strategi Peningkatan Daya Saing Berbasis Orientasi Kewirausahaan Pedagang Pasar Pakis Kabupaten Malang Pangripta 3 (1) 2020: 50–61.
Fauzi, HA. 2004. Analisis Pengaruh Sikap Kewirausahaan, Orientasi Pasar dan Pembelajaran Organisasional terhadap Kinerja Bisnis[Tesis]. Semarang :Universitas Dipenogoro.
Firdaus M, Farid MA. 2008. Aplikasi Metode Kuantitatif Terpilih untuk Manajemen dan Bisnis.Bogor : IPB Press.
Haeruman H. 2000.Peningkatan daya saing umkm untuk mendukung program PEL. Makalah Seminar Peningkatan Daya Saing, Graha Sucofindo, Jakarta.
Hadiyati E. 2011. Kreativitas dan inovasi berpengaruh terhadap kewirausahaan usaha kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan. Vol.13, No. 1,Maret 2011: 8-16
Irawan A. 2007. Kewirausahaan UKM Pemikiran dan Pengalaman. Jakarta: Graha Ilmu.
Munizu M. 2010. Pengaruh faktor-iklim bisnis dan internal terhadap kinerja usaha mikro dan kecil (UMK) di Sulawesi Selatan, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 12, 33-41.
Leksono, S. 2013. Penelitian Kualitatif Ilmu Ekonomi. Dari Metodelogi ke Metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Puspitasari. 2013. Pengaruh perilaku kewirausahaan petani anggrek terhadap kinerja usaha : kasus di Kecamatan Gunung Sindur dan Parung, Kabupaten Bogor, dan Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Riyanti BP .2003. Kewirausahaan Dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian.Jakarta : PT.Grasindo.
Saida Ahmad.2010. Perilaku kewirausahaan merupakan tipe kepribadian sangat menentukan bidang usaha apa yang bakal mendatangkan kesuksesan dalam berusaha.Skripsi. Undip. Semarang.
Sungkawati, Endang; Rossadian, Alfira. 2018. Analisis Intensitas Berwirausaha Pada UMKM Di Kota Malang. Jurnal Pangripta. Vol. 1 No. 2, Hal:216 -224
Sungkawati, Endang. 2019. The Impact of Entrepreneurship Competence on Micro Business Performance. Atlantic Press 6th International Conference on Community Development (ICCD 2019). Hal: 183 – 186



