Penulis : Ahmad Ngatimin (Mahasiswa IPMAFA Pati)
Dalam beragama pasti semua sepakat bahwa ajaran tentang kasih sayang, rasa perduli dengan orang lain dan rasa hormat kepada orang tua adalah sikap yang harus di tanamkan di era modern ini. Menghargai orang lain itu sangat penting ditanamkan bagi generasi milenial karna dizaman sekarang masih banyak generasi milenial yang kurang menghargai ataupun menghormati orang lain.
Baik dalam aqidah atau pemahaman yang mengajarkan tentang perilaku di kehidupan masyarakat padahal hidup dimasyarakat itu sangatlah beragam. Misalnya dengan beragam agamanya, kebiasaanya, suku, budaya ataupun dengan cara bicaranya. Dizaman sekarang teknologi informasi yang begitu amat canggih yang dibuat oleh negara-negara lain yang membawa dampak positif dan negatif bagi orang yang menggunakannya yang paling utama adalah pola pikir diri sendiri dalam menggunakannya bagi kaum milenial.
Di era modern serasa lepas dari smartphone itu tidak mungkin bahkan setiap hari, setiap jam kaum milenial biasa menggunakannya entah itu membuka informasi-informasi yang lagi viral di social media dan kadang kala mereka memainkan game bahkan memutar video dan membagikannya tanpa mengetahui apa isi video tersebut.
Alim Hanif selaku ketua Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menyatakan didalam forum Rektor PTKIN bahwa Rektor Perguruan Tinggi Islam harus mendorong mahasiswa untuk terus menanamakan moderasi beragam di dalam kehidupannya sehari-hari.
Sejak munculnya smartphone yang begitu canggih di Indonesia kaum milenial sangat mudah di pengaruhi dengan hal-hal yang kurang baik.
Misalnya yang baru trending ini adalah aplikasi Tiktok maupun aplikasi lainya. Namun disisi lain smartphone bisa juga mendatangkan dampak postif bagi generasi milenial dengan mencari informasi yang penting atau bahkan mecari kajian-kajian islami untuk menjadikan sebagai pelajaran atau mencari wawasan yang lebih luas. Akan tetapi kebanyakan generasi milenial kurang begitu memahami informasi keagamaan bahkan konten-konten yang begitu penting untuk ditanamkan ke diri sendiri di era modern ini. Sehingga mereka mudah terpengaruh dengan hal-hal yang kurang baik.
Menurut penulis, moderasi beragama sangat penting disampaikan oleh pendakwah konvensional dan dibantu dengan dakwah secara digital agar lebih menarik. Karena dizaman sekarang kaum milenial lebih sering membuka smartphone di bandingkan membaca buku.
Maka situs-situs dakwah islam harus lebih banyak dan mudah untuk dipahami agar kaum milenial tidak mudah terjerumus kepada situs-situs yang kurang baik. Denga upaya menanamkan moderasi beragama bagi kaum milenial di era modern ini bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak mudah terpengaruh oleh dunia maya.
Adapun cara-cara untuk menanamkan moderasi beragama bagi kaum milenial di era modern ini.
Dapat menggunakan media sosial dengan baik dalam situs-situs moderasi beragama
Ikut serta dalam kegiatan yang positif di lingkungan masyarakat.
Dapat membangun rasa damai didalam keluarga sebagai kunci penanaman karakter yang positif.
Sebagai generasi milenial di era modern, mari kita Bersama-sama menanamkan hal-hal yang positif dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, agar dapat memperkuat persatuan bangsa Indonesia.
Dengan cara saling bertoleransi antar umat akan menjadikan kita lebih harmonis dan bahagia. Negara kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai akan lebih maju kedepannya. Oleh karena itu, tanamkanlah motivasi bagi kaum milenial yang lain agar suatu saat mereka menjadi generasi yang diharapkan. Jadikanlah digital sebagai penguat dakwah konvensional di era modern ini.
(*).




