Kerukunan antar umat beragama adalah suatu kondisi yang mana setiap individu dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan orang lain, saling menghormati dan saling tolong menolong satu dengan yang lainnya, dan bekerjasama untuk mencapai tujuan yang sama yaitu menciptakan kerukunan antar umat beragama di masyarakat.
Kerukunan merupakan perihal tentang hidup rukun yang disebabkan dari suatu sikap atau sifat dari seseorang untuk memberikan kebebasan dan memberikan kebenaran kepada orang lain atas suatu perbedaan yang tercipta dalam kehidupan bermasyarakat. Kerukunan juga dapat diartikan suatu persaudaraan dan kebersamaan antara satu dengan yang lainnya meskipun berbeda baik dari suku, bahasa, budaya, seni, agama, maupun ras.
Dalam kehidupan bermasyarakat yang memiliki adanya kerukunan akan selalu dalam keadaan hidup yang harmonis dan damai karena mereka bisa hidup bersama tanpa adanya konflik dan kecurigaan. Mereka bersepakat untuk bersatu mewujudkan adanya kehidupan yang rukun serta mewujudkan sikap toleransi dalam beragama di masyarakat.
Kerukunan dalam beragama artinya suatu kondisi sosial setiap orang dalam perbedaan agama, kondisi ini dapat menjalankan hidup bersama tanpa merendahkn hak-hak orang lain yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Masing-masing memeluk agama yang mereka anut. Kerukunan dalam beragama tidak diartikan seperti setiap pemeluk agama diperbolehkan untuk mecampurkan urusan-urusan tertentu dari agama yang berbeda untuk urusan pribadi karena hal itu akan merusak nilai agama itu sendiri.
Kerukunan beragama di masyarakat bisa diartikan toleransi beragama. Dalam toleransi ini akan muncul sebuah kerukunan beragama yang mana masyarakat diberikan pemahaman untuk bersikap lapang dada menerima adanya perbedaan antar umat beragama. Masyarakat diajarkan adanya toleransi agar dapat menghormati satu dengan yang lainnya.
Faktor yang mendorong terjadinya kerukunan antar umat beragama di masyarakat adalah memperkuat persaudaraan antar umat beragama, membangun keharmonisan dan kedamaian dalam bentuk untuk mengarahkan seluruh umat, menciptakan kerukunan yang kondusif antar umat beragama.
Menyadari adanya suatu hal tentang perbedaan merupakan suatu realita yang nyata yang terjadi di kehudupan bermasyarakat. Contoh dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di masyarakat salah satunya adalah dengan cara sering melakukan komunikasi atau dialog seputar tentang antar umat beragama. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjaga tali persaudaraan agar selalu hidup damai dan harmonis.
Dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama, tentu tak hayal jika akan muncul terjadinya suatu konflik antar umat beragama itu sendiri. Dan konflik tersebut menjadi tantangan dan ancaman besar bagi masyarakat jika konflik tersebut tidak dikelola dengan baik.
Adapun cara untuk menyelesaikan suatu konflik secara efektif yaitu melakukan dialog antar umat beragama untuk permasalahan yang mengganjal antar umat beragama. Karena dengan adanya dialog antar umat beragama akan memutus konflik ynag dapat merusak kerukunan beragama di masayarakat.
Kerukunan beragama di masyarakat sangatlah penting. Kerukunan beragama adalah suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar masyarakat satu dengan lainnya yang mana memeluk agama berbeda-beda. Menanamkan sikap toleransi adalah suatu cara menanamkan kerukunan dan bisa dimulai sejak dini. Sikap toleransi bisa berbentuk dalam berbagai macam seperti meminta ijin untuk membangun tempat ibadah oleh pemerintah.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menciptakan suatu kerukunan antar umat beragama di masyarakat untuk menunjukkan adanya sikap toleransi. Hal ini sangat penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di masyarakat dan menjalin persaudaraan yang baik.
#Penulis
Nama : Ali Musyafak ( Mahasiswa IPMAFA )
Prodi : Komunikasi Penyiaran Islam ( KPI )




