• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Penanaman Nilai-nilai Moderasi Dalam Kehidupan Pesantren

oleh: Ila Nur Amanah, mahasiswi KKN MDR IPMAFA PATI

patinews.com by patinews.com
3 Desember 2020
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penanaman Nilai-nilai Moderasi Dalam Kehidupan Pesantren
49
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Persatuan adalah tonggak kerukunan,

Keadilan adalah pilar kesejahteraan,

Pemimpin adalah pusat keputusan,

Tanpa pemimpin, hanya keputusasaan,

Pesantren adalah miniatur kehidupan bermasyarakat,

Penanaman nilai-nilai sosial sejak dini harus melekat,

Agar tercapai moderasi yang kuat,

Karena pesantren bukan sarang teroris,

Namun pesantren adalah pendidikan akhlaq yang kini nyaris menipis.

 

Sekitar beberapa tahun yang lalu pernah ada kabar bahwa pesantren merupakan sarang teroris. Hingga banyak anggapan masyarakat merasa takut menitipkan anak mereka ke pesantren. Kejadian ini karena ada beberapa oknum yang beraliran radikal, artinya bahwa mereka berpikir bahwa kaum non islam halal darahnya. Padahal, agama islam tidak mengajarkan tentang hal itu.

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Kelahiran agama islam sendiri adalah memperbaiki akhlak. Dahulu, pada saat orang-orang bertanya, apa itu islam? Rasulullah menjawab, islam adalah silaturahmi, islam adalah cara baik kepada orang tua, dan sebagainya. Sehingga tindakan-tindakan seperti itu berbeda sekali dengan paham islam sebenarnya. Karena islam lahir bukan secara anarkis, namun melembutkan sikap dan kepribadian. Sehingga terwujud umat yang saling menjaga toleransi.

Pesantren merupakan pendidikan akhlaq untuk mencapai generasi yang mushlih. Penanaman nilai-nilai kemasyarakatan seperti kerukunan, kerjasama,serta  kepedulian terlihat bagaimana aturan-aturan tersebut dipraktekkan dan diupayakan oleh seluruh santri. Dan juga terlihat bagaimana para pengasuh mendidik mereka dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Berbagai kegiatan seperti mengaji kitab-kitab terutama kitab akhlaq, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan menjaga kebersihan, semua itu merupakan contoh pendidikan di pesantren, sehingga bukan hanya intelektual saja yang diperhatikan namun bagaimana cara bersikap dan bersopan santun juga diupayakan.

Pada kegiatan KKN Bramanty yakni  pemaparan materi yang disampaikan oleh bapak KH. Rohmat Asnawi, Lc yangmana merupakan pengasuh ponpes Raudloh Kajen Margoyoso, beliau menjelaskan yang pada intinya bahwa di pesantren sudah di ajarkan nilai-nilai moderasi seperti bagaimana seorang santri bersikap kepada orang luar atau ketika ada tamu datang, bagaimana dia menjalin komunikasi di lingkungan pesantren, dan sebagainya. Sehingga tidak hanya orientasi pada ilmu namun juga akhlaq. Karena ilmu dan akhlaq berdampingan sehingga terjadi tarbiyah dan ta’lim. Sehingga manusia akan terlihat indah apabila memiki akhlaq dan ilmu. Di dunia ini sebenarnya yang diperbanyak bukan mengejar ilmu namun mempelajari akhlaq yang terpuji.

Seperti itulah beberapa pemaparan yang disampaikan beliau, sehingga dapat ditarik garis besar kalau pesantren dari dulu telah tertanam nilai-nilai moderasi dalam hal kehidupan. Di zaman seperti ini, sudah banyak sekali muncul berbagai cabang keilmuan. Dan banyak berbagai cara untuk mengakses dunia luar. Sehingga sekarang  tidak ada batasan dalam mencari ilmu. Namun masalahnya generasi saat ini kurang menangkap ilmu yang bermanfaat. Mempelajari berbagai ilmu namun sedikit sekali yang memberi dampak. Ilmu yang bermanfaat adalah transformasi ilmu dari guru kepada muridnya. Apa jadinya jika yang dijadikan panutan dan sumber adalah bukan seorang guru? Karena seorang murid juga dinilai bukan menilai, karena seorang murid juga butuh arahan bukan mengarahkan, dan karena murid juga butuh panutan dan teladan. Alat-alat yang saat ini benar-benar canggih dengan teknologi yang tinggi namun belum mampu menilai, mengarahkan, dan memberi panutan. Karena teknologi hanya sekedar transfer pengetahuan bukan transfer akhlaq. Karena teknologi hanya sekedar membantu bukan mendidikmu. Karena teknologi ada batasan dan kekurangan. Dan sekarang, penerimaan sosial lebih diutamakan dibandingkan gadget yang kamu gunakan.

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
38
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
82
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
171
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
79
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
67
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Siap Berlaga di Kapolda Jateng Cup E-Sport 2026, Tim E-Sport Polres Rembang Matangkan Persiapan
  • Bidik Tiga Besar Porprov Jateng 2026, Pemkab Pati Siapkan Rp2,345 Miliar untuk Pembinaan Atlet
  • Kabar Gembira untuk Guru! Tunjangan Naik, Non ASN Jadi Rp2 Juta, ASN 1x Gapok, Langsung Masuk Rekening
  • Ngaji Gus Muwafiq, Plt Bupati : Pati Harus Dibangun di Atas Fondasi Moral yang Kuat
  • Event Organizer Jakarta Semakin Dibutuhkan untuk Mendukung Berbagai Kegiatan Perusahaan
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.