• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home ekonomi

Pakar SDM: Fenomena Bubble Burst, Ketidakmampuan Kompetensi SDM di Perusahaan Rintisan

patinews.com by patinews.com
6 Juni 2022
in ekonomi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pakar SDM: Fenomena Bubble Burst, Ketidakmampuan Kompetensi SDM di Perusahaan Rintisan
539
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Pakar SDM: Fenomena Bubble Burst, Ketidakmampuan Kompetensi SDM di Perusahaan Rintisan

Terjadi fenomena ledakan gelembung atau bubble burst yang saat ini disebut tengah melanda startup perusahaan rintisan (startup) di Indonesia. Bubble burst dapat dimaknai sebagai fenomena terjadi eskalasi atau pertumbuhan ekonomi yang terlalu tinggi, terutama pada nilai aset, namun diiringi dengan nilai penurunan yang cepat.

Di tahun 2022 ini, sejumlah perusahaan rintisan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap karyawannya lantaran mengalami ketidakstabilan finansial perusahaan. Jika melihat fenomena yang terjadi, perusahaan rintisan seperti timbul namun tenggelam. Banyak perusahaan rintisan baru yang hadir, namun tidak sedikit yang kelelahan lalu menghilang.

RelatedPosts

Kurs Dolar di Google Jatuh ke Rp 8.170,65, Erorkah?

9 Tempat Belanja Online Terpercaya

Tapioka Impor Banjiri Pasar Lokal, Pengusaha: Resi Gudang Tidak Jalan

Penyebab perusahaan rintisan di Indonesia mengalami kebangkrutan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, menurut Pakar Ekonomi Bidang Sumber Daya Manusia Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung, (FE Unissula) Semarang, Prof. Olivia Fachrunnisa, SE, M.Si., Ph.D, kondisi ini disebabkan oleh adanya gelombang transaksi penjualan yang berdampak pada turunnya harga di pasar.

“Munculnya startup di tanah air memicu gelombang transaksi penjualan yang luar biasa dari konsumen dan diikuti dengan penawaran harga barang di pasar. Euforia ini berefek menimbulkan turunnya harga. Keuntungan yang sebelumnya meningkat pesat menjadi turun drastis, ditambah lagi muncul inflasi efek dari kenaikan permintaan dari konsumen.” jelas Olivia.

Startegi bakar uang yang dilakukan oleh perusahaan rintisan juga dapat menjadi penyebab dari terjadinya fenomena bubble burst. Uang yang dikeluarkan untuk membangun merek perusahaannya tidak sejalan dengan perkembangan bisnis yang ada. Disisi lain investor sebagai penyuplai dana tidak sabar untuk menunggu keuntungan yang datang, sehingga perusahaan menggunakan sebagian uangnya untuk membayar para investor.

Fenomena bubble burst juga tidak luput dari ketidakmampuan kompetensi sumber daya yang memumpuni dalam perusahaan rintisan. Hal ini juga dapat memicu semakin turunnya nilai bisnis yang baru.

“Modal yang digelontorkan sedemikian banyak dengan usaha yang belum mendapatkan keuntungan, dan mulai ditinggalkan investor karena belum memberikan keuntungan, akan mempercepat turunnya nilai perusahaan startup dan efeknya muncul gelombang baru yaitu downsizing yaitu pengurangan karyawan dengan cepat yang diawal startup muncul merekrut SDM yang banyak” jelasnya.

Fenomena bubble burst tidak boleh semakin melebar, menurut Prof. Olivia Fachrunnisa, solusi yang perlu dilakukan oleh perusahaan rintisan adalah, meningkatkan kompetensi kapabilitas inovasi, kreatifitas dan perilaku individu dalam organisasi, melakukan rebalancing ketika terjadi pergolakan bisnis, dan fokus untuk benefit dalam jangka panjang.

“Potensi startup dalam membangun ekonomi bangsa sangat besar. Tapi perlu adanya peningkatan value dengan meningkatkan financial literacy bagi para investor dan human value literacy bagi para pelaku bisnis, bahwa dibutuhkan SDM yang memiliki value lebih dan kompetensi, tidak saja dalam bidang teknologi maupun organisasi, tetapi lebih tepatnya kemampuan SDM startup untuk memadukan antara finansial, teknologi, dan organisasi secara bersamaan.” pungkas Olivia.

###

 

Tentang FE UNISSULA

Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (FE UNISSULA), Semarang, Jawa Tengah didirikan oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) pada tanggal 14 Juni 1962. Mewujudkan sumber daya insani yang profesional dan terampil di bidang manajemen serta akuntansi yang berkarakter islami, merupakan visi dan misi dari Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sultan Agung (FE UNISSULA).

Pengalaman lebih dari 50 tahun berkiprah di dunia pendidikan, saat ini FE UNISSULA telah menjadi salah satu Fakultas Ekonomi terbaik di Indonesia. Didukung oleh 64 dosen berkualitas terdiri dari para guru besar, doktor dan master, sistem pendidikan yang bersahabat, penggunaan cyber teaching, dan jurusan serta program pendidikan yang telah terakreditasi A. Fakultas Ekonomi Unissula telah melakukan proses belajar mengajar untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hingga kini FE UNISSULA berkomitmen memajukan pendidikan ekonomi di Indonesia dengan perspektif syariah dan memiliki 5 (lima) program studi, yakni: Diploma III Akuntansi, Sarjana Akuntansi, Sarjana Manajemen, Program Magister Manajemen dan Program Doktor Ilmu Manajemen.

Informasi selengkapnya dapat menghubungi:

Mutoharoh – Public Relations

fe@unissula.ac.id

+628966347284

 

 

 

 

 

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kurs Dolar di Google Jatuh ke Rp 8.170,65, Erorkah?
ekonomi

Kurs Dolar di Google Jatuh ke Rp 8.170,65, Erorkah?

1 Februari 2025
187
9 Tempat Belanja Online Terpercaya
ekonomi

9 Tempat Belanja Online Terpercaya

25 April 2024
43
Tapioka Impor Banjiri Pasar Lokal, Pengusaha: Resi Gudang Tidak Jalan
Berita Pati Hari ini

Tapioka Impor Banjiri Pasar Lokal, Pengusaha: Resi Gudang Tidak Jalan

28 Februari 2024
193
Ini Cara Pemdes Tayu Kulon Kurangi Pengangguran
Berita

Ini Cara Pemdes Tayu Kulon Kurangi Pengangguran

17 Juli 2023
188
Upaya Mediasi Ditengah Polemik Penutupan Gudang Filet Ikan Banyutowo
Berita

Upaya Mediasi Ditengah Polemik Penutupan Gudang Filet Ikan Banyutowo

5 Juli 2023
4k
Dewan Sidak Gudang Filet Ikan di Banyutowo, Ada Apa? 
Berita

Dewan Sidak Gudang Filet Ikan di Banyutowo, Ada Apa? 

4 Juli 2023
287
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Polisi Sahabat Anak, Tanamkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini
  • Rehabilitasi Jalan Sumbermulyo–Sendangsoko Dianggarkan Rp2 Miliar, Ditangani dengan Hotmix dan Beton
  • Rehabilitasi Jalan Kayen–Tambakromo dan Tambakromo–Batas Grobogan Telan Anggaran Rp9,78 Miliar
  • Patroli Dialogis, Polsek Kaliori Perkuat Sinergi Bersama Warga Jaga Kamtibmas
  • Pengamanan 2 Stroke Gathering, Polsek Lasem Pastikan Kegiatan Berjalan Aman dan Tertib
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.