Ditulis oleh: Siti Mukaromah “Anggota Kkn Mdr Akhtara” – Ipmafa pati)
Moderasi merupakan sikap dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama yang berusaha mengambil posisi tengah-tengah dari dua sikap yang berlebihan. Moderasi sangat penting dipahami mengingat indonesia yang masyarakat islamnya terbanyak supaya tidak terjadi umat yang radikal dan fanatik. moderasi harus saling meyakini terhadap ajaran agama untuk memberikan ruang terhadap agama yang lain.
Negara Indonesia adalah Negara demokrasi dimana penduduk diberikan kebebasan untuk memilih agama. Dalam pandangan islam moderasi beragama mengajarkan paham agama untuk membentuk individual yang secara maksimal. Moderasi beragama harus seimbang antara pengalaman Negara sendiri dan penghormatan praktik agama lain yang berbeda keyakinan. Harapannya supaya terciptanya toleransi yang rukun, damai dan seimbang.
Keberagaman merupakan kondisi dimana masyarakat terdapat banyak perbedaan dalam berbagai wilayah. Perbedaan ini dapat ditunjukkan melalui suku bangsa, ras, agama, dan budaya. Indonesia memiliki bermacam-macam suku diantaranya suku badui, suku minang, suku batak, suku asmat, suku jawa, dan suku sunda. Karena keberagaman inilah Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dimata Negara lain.
Masyarakat Indonesia menganut ajaran resmi diantaranya Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katolik dan Kong Hu Chu. Keberagaman tersebut ditegakkan dengan cara menghormati dan menghargai terhadap masyarakat agar terciptanya kedamaian. Islam mengajarkan segala hal baik toleransi, tolong-menolong sesama umat. Perbedaan sikap menjadi sebuah dinamisasi sebagai bagian masyarakat yang madani. Untuk memahami citra islam yang sebenarnya moderasi berperan penting supaya bisa merasakan ajaran yang Rahmatan lil Alamin.
Negara Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” dari semboyan tersebut kita tahu bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk. Islam meyakini terhadap perbedaan itu sunnatullah untuk saling mengenal dan bersilaturahim. Perbedaan bukan suatu penghalang oleh setiap individu diindonesia melainkan perbedaan itulah yang telah mempersatukan kita.
Beragama itu untuk menyikapi keragaman yang ada. Islam yang damai tidak menghendaki terjadinya konflik serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Indonesia dengan penduduk islam terbanyak harus mampu bersikap toleransi kepada siapapun. Karakter bangsa Indonesia yang maju tercermin dalam landasan berbangsa dan bernegara yakni Pancasila yang menyatukan kelompok agama, etnis, budaya dan bahasa. Allah menakdirkan manusia berbeda-beda dalam segi bahasa, warna kulit, rambut maupun mata semua itu sebagai simbol atas keberagaman masyarakat.
Bermoderasi harus adil dan seimbang, kita tidak boleh menjelek-jelek agama lain dan harus berperilaku baik terhadap sesama karena agama dilahirkan untuk kedamaian. Islam menjunjung tinggi keadilan tanpa memandang apapun latar belakangnya. Apapun agamanya membawa misi selamat tetapi manusia seringkali memahami secara tidak utuh akibatnya diskriminasi, kekerasan dll. Intoleransi menjadi faktor perpecahan disuatu bangsa. kurangnya sikap toleransi penyebab rusaknya kerukunan antar beragama. Perlahan sikap toleransi mulai menghilang sejatinya islam mengajak kepada umatnya untuk selalu menjalin kehidupan yang harmonis, dan tidak ada yang merugikan dari setiap perbedaan, tetapi keuntungan yang kita bisa petik jika kita mau merenunginya.
Allah memerintahkan kita untuk selalu melakukan kebaikan, menyambung silaturahmi serta berbuat adil dengan seseorang diluar islam selama tidak memerangi kita karena agama. meskipun latar belakang yang berbeda kita ciptakan hidup dalam kerukunan.
Tegaknya moderasi beragama perlu dijalankan bersama-sama dari perorangan maupun lembaga. Kelompok masyarakat yang moderat harus pantang bersuara dan tidak lagi menjadi mayoritas yang diam. Bahkan keterlibatan perempuan juga penting untuk memperkuat moderasi beragama . Beragama bukan untuk menyeragamkan keberagaman akan tetapi dengan penuh kearifan sudah seharusnya menjaga perilaku diri, menjaga hati nurani dan menjaga seisi negeri untuk saling menghargai dan menghormati.




