• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Dampak Pandemi terhadap Omset Penjual Jajanan di Sekolah

patinews.com by patinews.com
21 September 2021
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dampak Pandemi terhadap Omset Penjual Jajanan di Sekolah
44
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Dampak Pandemi terhadap Omset Penjual Jajanan di Sekolah

KOLOM, PATINEWS.COM

Pandemi Covid-19 yang sudah melanda Indonesia bahkan dunia sejak dua tahun terakhir ini. Hal tersebut banyak sekali mengubah tatanan kehidupan manusia dari berbagai sektor.

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Selain berpengauh di sektor Pendidikan dan kesehatan. Sektor ekonomi juga terkena dampak dari adanya pandemi. Banyak pelaku bisnis UMKM dan pekerja harian informal merasa resah karena pendapatan mereka menurun. Akibat pendapatan menurun, mereka menjadi kesulitan dalam memenuhi ekonomi keluarga.

Demikian halnya dengan penjual jajanan sekolah. Penjual jajanan sekolah merupakan para pelaku ekonomi yang menjual jajanan ringan maupun makanan dengan membuka lapak di sekitar sekolah seperti: cilok, nasi bungkus, batagor dan masih banyak lagi. Setelah pemerintah mengumumkan sekolah diliburkan dan pembelajaran  dilakukan secara daring, Sehingga tidak ada anak-anak yang berangkat kesekolah.

Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19. Hal ini tentunya membuat omset penjual jajanan sekolah menurun, bahkan nyaris kehilangan pendapatan mereka. Anak-anak sekolah ibarat “ruh” bagi mereka yang menopang perekonomian keluarga dari hasil  berjualan jajanan sekolah. Sebab, anak sekolahlah yang paling banyak memenuhi lapak jualan mereka.

Omset dari hasil jualan jajanan sekolah saat sebelum pandemi Covid-19 menyerang, lumayan tinggi dan bisa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Namun, setelah pandemi datang keadaan justru berbanding terbalik. Omset yang biasanya sampai jutaan kini bahkan untuk bisa mendapatkan omset ratusan ribu saja susah.

Para penjual jajanan sekolah ada beberapa yang masih tetap membuka warungnya dengan harapan warga disekitar masih membeli dagangannya, akan tetapi disaat pandemi seperti ini pembeli dari warga sekitarpun juga sedikit, dikarenakan mobilitas terbatas dan perekonomian merekapun juga sedang tidak stabil.
Ketidakpastian kapan pandemi ini akan berakhir, dan sampai kapan sekolah dilakukan secara daring.

Membuat mereka harus memutar otak untuk tetap bisa menyambung hidup. Ada yang mencoba menjual dagangan melalui online, ada juga yang menjual dagangannya keliling, bahkan ada yang mencoba peruntungan dengan menjadi buruh pekerja serabutan.

Semua itu mereka lakukan agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan perekonomian keluarga tidak benar-benar lumpuh, karena mereka kehilangan pembeli yang biasanya didominasi oleh anak-anak sekolah.

Penjual jajanan asongan seperti: cilok dan siomay yang biasanya mangkal di sekitar sekolahan juga mengalami penurunan pendapatan, karena mereka yang biasanya berjualan disekolah serta berkeliling, kini hanya bisa berjualan keliling saja.

Di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, ada salah seorang warga yang membuka warung di dekat sekolah, warung tersebut menyediakan menu nasi goreng dan lontong bagi anak-anak sekolah.

Namun, saat ini warung pun tutup sudah hampir dua tahun. Dikarenakan harus memenuhi kebutuhan keluarga akhirnya pemilik warung harus berusaha mencari peruntungan lain.

Pemilik warungpun membuka lapak kecil-kecilan dengan menjual es dan burger agar tetap bisa mendapatkan penghasilan. Tentunya pendapatan dari hasil jualan es dan burger tidak sebesar saat masih membuka warung nasi goreng dan lontong.

Di saat new normal seperti sekarang ini, sekolah perlahan sudah mulai dibuka secara luring. Meskipun dalam pembelajaran luring ini masih bertahap, namun hal tersebut mampu membuat omset para penjual jajanan sekolah bertambah dibandingkan saat sekolah masih full daring.

Tentunya omset tersebut masih kalah jauh dibandingkan ketika sekolah masih masuk secara normal.

Semua penjual jajanan sekolah berharap agar keadaan bisa kembali normal seperti semula dan sekolah bisa masuk lagi seperti sebelum adanya pandemi Covid-19, agar mereka bisa mendapatkan mata pencaharian lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

(*)

Tags: berita patijatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewswarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
38
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
82
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
171
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
79
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
67
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Kapolsek Pamotan Dukung Akses Permodalan Petani Melalui Sosialisasi KUR Bank Himbara
  • Kapolres Rembang Pimpin Monitoring dan Evaluasi Anggaran Bulan Mei Tahun 2026
  • Polres Rembang Ajak Masyarakat Nonton Bareng Opening Piala Dunia 2026 
  • Tingkatkan Profesionalisme, Unit Gakkum Satlantas Polres Rembang Gelar Refreshing TPTKP Kecelakaan Lalu Lintas
  • Polisi Rembang Hadir Dampingi Tracing TB Paru, Wujud Dukungan Polri terhadap Kesehatan Masyarakat
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.