
Patinews.com – Kota, Banyaknya koperasi yang bubar alias gulung tikar, menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, AAGN Puspayoga, dikarenakan kurangnya kemandirian dari pihak pengelola koperasi itu sendiri, pihaknya menganjurkan agar koperasi tidak selalu bergantung kepada pemerintah.
“(Koperasi) yang tidak aktif itu kurang lebih datanya sebanyak 62.000 ya, kan sudah ada banyak yang bubar”, ujar Mantan Wakil Gubernur Bali periode 2008 – 2013 itu sesaat setelah bertemu Pengurus dan Direksi KSPPS Fastabiq Pati siang tadi, (Sabtu, 17 Desember 2016).
Lebih lanjut Puspayoga menjelaskan, faktor – faktor banyaknya koperasi yang bubar adalah kurangnya kemandirian dalam pengelolaan koperasi, “itu kan koperasi dahulu ya, sudah banyak zaman dahulu (yang bubar), mungkin saja semangatnya beda, semangatnya mungkin dari atas untuk membuat koperasi sebanyak – banyaknya, dikasih bantuan ini itu, kalau sekarang sudah gak ada, koperasi harus mandiri”.
“Kalau mau membuat koperasi silahkan, cuma harus mandiri, kita buatkan skema kalau buat koperasi akte notarisnya gratis, cuman memang harus mandiri, gak boleh ada bantuan – bantuan lagi”, imbuh Puspayoga.
Tercatat, Di tahun 2015 ada 62 ribu Koperasi di 34 provinsi yang dikeluarkan dari data base Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, ini ditempuh guna memperbaiki kelembagaan koperasi. Kementerian koperasi nanti juga akan, membuatkan sistem online untuk pendataan koperasi. Nantinya koperasi yang sudah terdata akan diberikan nomor induk.
(Patinews.com/ ys)







