• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Berita

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

m@s by m@s
20 April 2026
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik
19
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Biaya Meroket Tajam, Pakar Petrokimia UPER Soroti Tantangan Berat Industri Plastik

JAKARTA, PATINEWS.COM

Lonjakan harga minyak mentah global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memicu efek domino pada industri hilir, salah satunya kenaikan harga plastik sebagai produk turunan minyak bumi. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menilai peningkatan harga plastik mencapai 40 hingga 60 persen per April 2026. Hal ini dipengaruhi oleh krisis geopolitik yang mengganggu jalur distribusi minyak bumi sebagai bahan baku petrokimia, khususnya nafta.

RelatedPosts

Agar Semakin Kuat dan Bermanfaat: Solidaritas Komunitas Pati (SOKO PATI) Adakan Rapat Koordinasi Bulanan 

Sikat Ketimpangan Akses Keadilan, Komisi A DPRD Pati Godok Raperda Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin

Wujudkan Keadilan Bagi Warga Miskin, Komisi A DPRD Pati Desak Percepatan Perda Bantuan Hukum

Pakar Petrokimia dari Universitas Pertamina (UPER), Wegik Dwi Prasetyo, S.T., M.T., menegaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah berdampak langsung pada naiknya harga nafta. Kondisi ini secara otomatis memengaruhi harga olefin—produk turunan nafta yang menjadi bahan baku utama penyusun plastik—sehingga memicu pembengkakan biaya produksi yang signifikan pada industri polimer dalam negeri.

“Kilang minyak di Indonesia saat ini masih berfokus pada pemenuhan bahan bakar transportasi dan kapasitas produksi untuk bahan baku plastik domestik masih terbatas. Karena itu, industri nasional masih sangat bergantung pada impor bahan baku petrokimia dari kawasan Timur Tengah yang memiliki kapasitas produksi nafta dan olefin jauh lebih masif,” ujar Wegik.

Dokumentasi: Wegik mewakili Universitas Pertamina menyerahkan tanda apresiasi kepada pembicara pada kegiatan Green Chemistry for Industrial Excellence.

Industri plastik sangat bergantung pada minyak mentah ringan (light crude oil), jenis minyak yang paling efisien untuk diolah menjadi bahan baku plastik. Saat ini, Arab Saudi merupakan pemasok utama dunia dengan produksi mencapai 9,51 juta barel per hari. (Reuters, 2025). Dominasi ini membuat harga plastik global—termasuk di Indonesia—sangat bergantung pada stabilitas pasokan dari mereka

Kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia karena industri petrokimia nasional belum sepenuhnya mandiri. Meskipun memiliki cadangan Sumatera Light Crude, produksi nafta domestik baru mencapai 7,1 juta ton, padahal kebutuhan nasional menembus 9,2 juta ton per tahun. Akibatnya, Indonesia terpaksa mengimpor kekurangan 2,1 juta ton nafta dari luar negeri, yang membuat harga plastik di pasar dalam negeri sangat rentan terhadap gejolak harga minyak di Timur Tengah.

“Bagi masyarakat umum, dampak kenaikan harga minyak bumi ini akan paling cepat terasa pada melambungnya harga kantong plastik, kemasan pangan, dan botol minuman. Namun, ancaman lebih lanjut dari ketidakpastian situasi geopolitik juga dapat mengganggu stabilitas harga di industri ritel serta sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG),” pungkas Wegik.

Sebagai langkah mitigasi, Wegik menyarankan Indonesia untuk memperkuat ketahanan bahan baku plastik melalui diversifikasi impor dari kawasan non-konflik, optimalisasi gas alam domestik via teknologi Gas-to-Olefins, serta peningkatan kapasitas kilang petrokimia. Selain itu, percepatan produksi bioplastik dan plastik daur ulang menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang tidak stabil.

Sejalan dengan upaya tersebut, Universitas Pertamina (UPER) turut menjadi pelaksana nasional (national executing agency) untuk The Global Greenchem Innovation and Network Programme (GGINP). Program kolaborasi internasional bersama Yale University, UNIDO, GEF, dan Kementerian Perindustrian ini bertujuan mempercepat penerapan kimia hijau (green chemistry) di industri nasional guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku fosil.

“Komitmen ini kami wujudkan melalui riset inovatif program GGINP dan penguatan kurikulum Teknik Kimia melalui peminatan Sistem Proses Kimia Berkelanjutan dan Rekayasa Energi. Langkah ini bertujuan mencetak talenta unggul yang mampu menghadirkan inovasi selaras dengan poin 9 dan 12 SDGs mengenai industri inovatif serta konsumsi-produksi yang bertanggung jawab,” tutup Sekretaris Universitas Pertamina, Raden Panji Adhitiyo Putera.

Tags: berita nasionalberita patijakartajatengkabar patimediapatinewspatipati hari inipatihitspatinewssentralpatinewssuara patisuarapatinewsUniversitas PertaminaUperwarta pati
m@s

m@s

Related Posts

Agar Semakin Kuat dan Bermanfaat: Solidaritas Komunitas Pati (SOKO PATI) Adakan Rapat Koordinasi Bulanan 
Berita

Agar Semakin Kuat dan Bermanfaat: Solidaritas Komunitas Pati (SOKO PATI) Adakan Rapat Koordinasi Bulanan 

19 Mei 2026
35
Narso, DPRD Pati
Berita

Sikat Ketimpangan Akses Keadilan, Komisi A DPRD Pati Godok Raperda Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin

18 Mei 2026
17
Narso, DPRD Pati
Berita

Wujudkan Keadilan Bagi Warga Miskin, Komisi A DPRD Pati Desak Percepatan Perda Bantuan Hukum

18 Mei 2026
22
Mukit, DPRD Pati
Berita

Solar Mahal Cekik Pendapatan Melaut, DPRD Pati Desak Pemerintah Hadirkan Kebijakan Solar Khusus Nelayan

18 Mei 2026
23
Coffee Morning Kapolres Rembang Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota
Berita

Coffee Morning Kapolres Rembang Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota

18 Mei 2026
13
Kapolres Rembang Sidak Layanan 110 dan SPKT, Tekankan Pelayanan Cepat dan Humanis
Berita

Kapolres Rembang Sidak Layanan 110 dan SPKT, Tekankan Pelayanan Cepat dan Humanis

18 Mei 2026
14
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Agar Semakin Kuat dan Bermanfaat: Solidaritas Komunitas Pati (SOKO PATI) Adakan Rapat Koordinasi Bulanan 
  • Sikat Ketimpangan Akses Keadilan, Komisi A DPRD Pati Godok Raperda Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin
  • Wujudkan Keadilan Bagi Warga Miskin, Komisi A DPRD Pati Desak Percepatan Perda Bantuan Hukum
  • Solar Mahal Cekik Pendapatan Melaut, DPRD Pati Desak Pemerintah Hadirkan Kebijakan Solar Khusus Nelayan
  • Coffee Morning Kapolres Rembang Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.