KKMTs 01 Pati Diseminasi Kurikulum Baru, Dorong Implementasi Deep Learning dan KBC
PATI — Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) 01 Pati sukses menggelar kegiatan Diseminasi Penguatan Kurikulum Madrasah yang menitikberatkan pada konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17–18 April 2026, di aula MTsN 1 Pati.
Koordinator KKMTs 01 Pati, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan strategis untuk memastikan para pemangku kebijakan di madrasah mendapatkan pemahaman utuh terkait arah kurikulum terbaru.
“Pertama, kami ingin memastikan informasi mengenai Deep Learning dan KBC tersampaikan langsung dari narasumber yang kompeten. Kedua, peserta dibekali pemahaman serta treatment yang tepat agar dapat diimplementasikan secara nyata di madrasah masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan persepsi di kalangan pendidik dalam menyambut pendekatan kurikulum baru tersebut.
“Harapannya, hasil diseminasi ini bisa ditularkan kepada guru lain di masing-masing madrasah sehingga implementasinya selaras,” tambahnya.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kementerian Agama Kabupaten Pati dan menghadirkan dua narasumber ahli di bidang kurikulum. Pada hari pertama, Juair memaparkan arah kebijakan kurikulum kepada para kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum.
Sementara pada hari kedua, Ameliasari Tauresia Kesuma memberikan penguatan metodologi pembelajaran kepada para peserta yang terdiri dari wakil kepala kurikulum dan guru inti.
Salah satu peserta, Nurul Afifah, mengapresiasi materi yang disampaikan. Ia menilai integrasi Deep Learning dan KBC merupakan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Konsep ini tidak hanya fokus pada kecerdasan kognitif, tetapi juga membentuk aspek spiritual dan emosional siswa. Ini menjadi kolaborasi yang saling melengkapi,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada tataran teori, para penggerak kurikulum di lingkungan KKMTs 01 Pati berkomitmen untuk mengimplementasikan hasil diseminasi di masing-masing satuan pendidikan.
“Langkah konkret kami adalah melakukan sosialisasi berkelanjutan di madrasah masing-masing sebagai bekal dalam menyusun kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan siswa,” pungkasnya.






