• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home News

Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara

patinews.com by patinews.com
21 April 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara
11
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

RelatedPosts

6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar

Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu

Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu

[image: Salah satu perempuan pengukir di Jepara.JPG] Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara
JEPARA — PATINEWSCOM
Seni ukir Jepara bukan sekadar karya estetika, melainkan jejak panjang sejarah, budaya, dan perjuangan yang terus hidup lintas generasi. Nilai tersebut kembali diangkat dalam Pameran TATAH 2026 bertajuk Suluk – Sulur – Jepara yang akan digelar di Museum Nasional Indonesia pada 29 April hingga 5 Juli 2026.
Pendekatan riset historis menjadi fondasi utama pameran ini. Salah satu peneliti, Susi Ernawati Susindra, menegaskan bahwa riset bukan sekadar mengumpulkan data, tetapi menggali “jiwa” dari narasi ukir Jepara.
“Semakin kuat risetnya, semakin tinggi kredibilitas pameran dalam menyajikan sejarah yang autentik,” ujarnya.
Penelusuran terhadap ratusan surat keluarga Kartini mengungkap fakta penting bahwa peran Kartini dalam mengembangkan ekonomi kreatif telah dimulai jauh sebelum korespondensinya dikenal luas di Eropa. Pada usia 19 tahun, Kartini bahkan telah menggagas pemberdayaan pengrajin perempuan di Desa Mulyoharjo dan mengirim karya ke pameran internasional di Den Haag tahun 1898.
Dalam ajang tersebut, Kartini bersama adiknya, Kardinah dan Roekmini, memperkenalkan karya ukir Jepara melalui Paviliun Japara. Langkah ini menjadi strategi awal rebranding kriya Jepara yang saat itu tengah mengalami kemunduran.
Tidak berhenti di Belanda, karya ukir Jepara juga menembus pameran di Paris hingga Osaka, Jepang. Di Osaka, Kartini mengirimkan karya unggulan berupa sketsel ukir yang kemudian tercatat dalam literatur sejarah awal abad ke-20.
Dalam prosesnya, Kartini juga berani mendobrak tabu, termasuk memperkenalkan motif wayang dalam ukiran, yang sempat dianggap melanggar tradisi. Dukungan ayahnya, Raden Mas Adipati Sosroningrat, menjadi kunci keberhasilan inovasi tersebut hingga dikenal di tingkat global.
Lebih jauh, pameran ini juga mengangkat peran perempuan dalam ekosistem ukir Jepara. Sejak dahulu, perempuan memegang peran penting, mulai dari proses awal hingga kini berkembang menjadi desainer, pemasar, hingga pelaku usaha mandiri di bidang kriya.
Sebagai penguatan narasi, riset ini juga akan dituangkan dalam buku yang diluncurkan bersamaan dengan pameran. Dokumentasi tersebut mencakup teknik ukir tradisional hingga arsip penting dari berbagai sumber, termasuk perpustakaan digital Belanda.
Di bawah arahan Veronica Rompies, TATAH 2026 diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan kriya Nusantara.
Pameran ini menegaskan bahwa seni ukir Jepara bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan tradisi hidup yang terus berkembang—ditopang oleh riset, ingatan sejarah, dan tangan-tangan kreatif yang menjaga keberlanjutannya.
#kartini #fyp #virals

patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar
News

6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar

21 April 2026
10
Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu
News

Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu

21 April 2026
12
Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu
News

Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu

21 April 2026
13
TMMD ke-128 di Desa Godo, TNI Bangun Jalan, Sumur Bor, MCK hingga Penghijauan
News

TMMD ke-128 di Desa Godo, TNI Bangun Jalan, Sumur Bor, MCK hingga Penghijauan

21 April 2026
12
Vonis 3 Tahun Empat Terdakwa Kasus Tongtek Maut di Talun Kayen, Keluarga Korban Histeris
News

Vonis 3 Tahun Empat Terdakwa Kasus Tongtek Maut di Talun Kayen, Keluarga Korban Histeris

21 April 2026
17
Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementan
News

Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi ke Kementan

20 April 2026
14
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • 6.700 Petani di Pati Peroleh Bantuan Puso Senilai Total Rp15 Miliar
  • Menelisik Jejak Raden Ajeng Kartini dalam Seni Ukir Jepara
  • Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu
  • Pelaku Peng4ni4yaan di Batangan Dibekuk Saat Kabur ke Jepara, Dua Rekannya Masih Diburu
  • TMMD ke-128 di Desa Godo, TNI Bangun Jalan, Sumur Bor, MCK hingga Penghijauan
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist