Kampung Pojok Matematika di Tambakromo Pati Pencetak Medalis Internasional
Inspirasi Pagi,
Oleh: Ali Musyafak
Kepala MTsN 1 Pati
Tugas kami sebagai pelayan madrasah pagi ini, Kamis, 27/7/23 membersamai ketua Tim Pengembang Keunggulan Madrasah mengantarkan siswa binaannya ngecamp bimbingan olympuade matematika di salah satu lembaga bimbingan Senyum Cerdas Nasional ( SCN) Pati Kampong Pojok Matematika desa Wukirsari kecamatan Tambakromo kabupaten Pati.
Subhanalloh, jauh dari perkotaan, jalannya harus naik turun, kanan kiri dihiasi dengan hutan, jika tidak hati- hati bisa masuk jurang. Tetapi alhamdulillah dengan kesabaran sangat driver akhirnya sampai di lokasi dengan selamat. Lebih istigfar lagi ditambah dengan MasyaAllah, ternyata camp Kampong Pojok Matematika amat sederhana, hanya sebuah bangunan yang kecil berukuran 5×6 meter dan benar- benar berada di Pojok kampong desa, namun mampu menghasilkan anak- anak hebat, anak-anak cerdas Nusantara hingga ke level internasional, saya yakin, di balik itu semua pasti ada rahasia yang tersembunyi.
Ali Syafrudin nama pemilik lembaganya yang biasa saya panggil Gus Ali Senyum, benar- benar sosok pembimbing yang luar biasa, dari wajahnya terpancar keilmuan tingginya, namun menyimpan ketawadzukan yang amat tinggi, sopan dan berbobot tutur katanya, luas pergaulannya sehingga memiliki relasi dan akses ke seluruh lapisan masyarakat, bahkan sampai ke luar negeri, sehingga tidak sulit baginya untuk mengikuti event – event internasional di bidang matematika.
Dari sentuhan tangan dingin orang kelahiran Pati, 11 Maret 33 tahun yang lalu, lahirlah para medalis- medalis olympiade matematika melalui OSN, KSM, dan olympiade tingkat internasional lainnya.
Gus Ali Senyum tidak hanya dibutuhkan warga Pati dan Jawa Tengah, namun jaringannya sudah menyeluruh di Nusantara tercinta ini, sampai- sampai ayah dari Hanif Burhanul Asfiya’ ini mendirikan lembaga bimbingan Senyum Cerdas Nusantara ( SCN) dengan tujuan memberikan bimbingan dan bantuan kepada anak-anak yang mau menjadi cerdas se Nusantara. Tak dipungkiri, saat saya berkunjung ke wismanya yang banyak terpanpang foto para habaib dan kyai tersohor itu, bergelimangan anak- anak cerdas dari Jepara, Kudus, Denak, Semarang, Surabaya dan lainnya, mereka yang haus akan ilmu dan butuh bimbingan tidak lelah menelusuri jalan gunung yang tinggi itu.
Istikomah adalah kunci kesuksesan
Saat saya tanya tentang rahasia kesuksesannya, suami dari Inna latifah yang memiliki motto hidup Jalani hidup dengan terus belajar untuk meraih cita, cinta, dan sukses dunia akherat itu ternyata sederhana, yaitu selalu *istikomah* dalam ibadah dan belajar.
Memang benar sih, dalam sebuah ayat alquran disebutkan orang- orang yang istikomah akan dihampiri oleh para malaikat dengan berucap janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang dijanjikan. Dalam sebuah maqolah juga disebutkan, “istikomah itu lebih baik daripada beribu karomah”.
Begitu hebatnya efek dari istikomah, maka didalam metode pembimbingannya, sosok anak dari pasangan Kyai Sarwi dan Nyai Ngatmi ini mengamalkan ilmu istikomah, dan hasilnya benar- benar dapat dirasakan dan dinikmati.
Jika ingin sukses dibidang apapun, termasuk olimpuade matematika , ada beberapa syarat, kata Gus Ali yang baru satu tahun ini mendirikan lembaga bimbingan SCN antara lain:
1. Ada niat yang kuat
2. Ada rasa cinta kepada matematika
3. Butuh waktu yang lama dan dilakukan secara kontinyu atau istikomah, tidak butuh banyak – banyak dalam belajar, tetapi setiap hari menekuni belajarnya insyaalloh berhasil
4. Taat, tawadzuk mengikuti komando gurunya
5. Memerlukan biaya
6. Memiliki kecerdasan, kemauan dan kesabaran .
Maklum saja, dengan semangat tinggi dan niat yang kuat serta dilakukan secara kontinyu, maka hasil bimbingannya rata-rara sukses dalam mengikuti olinpiade apapun.
Satu kata kunci lagi yang harus dimiliki para pejuang medali adalah “berani mengikuti olimpiade itu juara, adapun mendapat medali itu berkah”
Semoga kita mengambil hikmah dari apa yang telah dilakukan oleh Gus Ali Senyum, demi masa depan anak bangsa yang kita cintai ini.




