Meneladani Rasulullah dalam Mendidik Anak
Ditulis Oleh : Intan Bahiyyah
(Anggota KKN MDR IPMAFA Kelompok Akhtara)
Nabi Muhammad Saw. diutus bukan hanya sebagai Nabi dan Rasul. Bukan pula sebagai pemimpin perang yang hebat ataupun kepala rumah tangga yang ideal. Namun beliau juga mengemban tugas yang jauh lebih besar yakni sebagai pendidik dan menyempurnakan akhlak umat manusia. dari beberapa tugas yang telah diemban oleh Rasulullah Saw., beliau termasuk berhasil dalam menjalankan tugasnya.
Sehingga tak mengherankan lagi jika beliau dijuluki sebagai suri tauladan (uswatun khasanah). Salah satu hal yang dapat ditiru oleh umat manusia yaitu cara Rasulullah Saw. dalam mendidik anak-anaknya. Seperti yang telah diketahui, Rasulullah Saw. merupakan sosok yang berhasil dalam mendidik anak.
Anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya. Orang tua sebagai penerima amanah senantiasa harus dapat menjaga dan merawat amanah tersebut dengan baik. Yakni dengan memenuhi kebutuhan jasamani dan rohaninya, serta memberikan pendidikan yang baik agar dapat dijadikan bekal oleh anak untuk meniti kehidupan dimasa depan, dan menjadi pribadi yang cerdas, berakhlakul karimah sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain.
Pada hakikatnya setiap orang tua menginginkan anaknya memperoleh pendidikan yang lebih baik. akan tetapi pendidikan itu bukan hanya dapat diperolah dari sekolah, namun juga dari rumah maupun lingkungan sekitar.
Dalam hal ini orang tua sangat berperan untuk memberikan pendidikan yang baik. Lalu bagaimana Rasulullah Saw. dalam mendidik anak?
– Menyayangi anak-anak
Rasulullah Saw. sangat menyayangi anak-anak. Bahkan, beliau dijuluki sebagai bapak anak yatim. Menyayangi anak adalah salah satu perintah agama, karena dalam Islam diajarkan untuk memberikan kasih sayang kepada siapapun, terlebih anak-anak. Rasulullah saw. telah memberikan contoh bagaimana menyayangi anak, yaitu seperti menciumnya, bersikap lemah lembut kepadanya dan dapat menahan amarah.
Contoh konkret Rasulullah Saw. dalam mendidik anak dengan penuh kasih sayang yaitu ketika Sayyidatina Fatimah mengunjungi ayahnya, Rasulullah Saw. menyambutnya dengan baik dan memberikan ciuman kepada putrinya.
Begitupula sebaliknya, ketika Rasulullah Saw. mengunjunginya, Sayyidatina Fatimah menyambut ayahnya dengan baik dan memberikan ciuman kepadanya.
– Memberikan Suri tauladan yang Baik
Anak adalah peniru ulung orang tua. Semua tingkah laku orang tua akan selalu diperhatikan oleh anak, dan tidak menutup kemungkinan akan ditirunya. Oleh karena itu, sebagai orang tua harus dapat memberikan contoh perilaku yang baik kepada anak agar nantinya dapat dijadikan panutan olehnya.
– Mendo’akan Anak
Selain memberikan pendidikan yang baik, orang tua juga harus mendo’akan anak-anaknya. Do’a itu sendiri adalah sebagai keyakinan orang tua dalam keberhasilan mendidik anak itu tidak lepas dari kuasa Allah Swt. Selain itu, do’a yang baik akan memberikan dampak yang baik, begitupula sebaliknya. Agar do’a-do’a yang dipanjatkan dapat terkabulkan, orang tua harus mencari waktu yang tepat.
– Tidak Suka Marah dan Mencela
Tindakan mencela anak ataupun marah kepada anak merupakan tindakan yang tidak patut dilakukan, sekalipun anak tersebut melakukan kesalahan. Namun jika memang anak tersebut melakukan kesalahan Rasulullah menganjurkan untuk memberi peringatan dan menasehatinya dengan baik. Karena memperlihatkan kesalahan anak dan mencelanya di depan banyak orang sama hal dengan orang tua mencela dirinya sendiri sebab bagaimanapun dirinyalah yang telah mendidik anaknya. Orang tua dituntut untuk memiliki stabilitas emosi dalam mendidik anak. Kunci utama dalam mendidik anak yaitu memiliki kesabaran dan kelapangan dada.
Hal-hal diatas merupakan hanya sebagian dari cara Rasulullah Saw. dalam mendidik anak. Masih banyak ajaran-ajaan Rasulullah Saw. yang dapat dijadikan panutan orang tua dalam mendidik anak.
(*).



