[image: 45 Template Patinews (51).jpg] *Sidak Koperasi Merah Putih Bersama Presiden Prabowo, Netizen Heboh Soroti Harga Gas Melon Rp16.000*
*NGANJUK* – Aksi blusukan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Bukan hanya agenda peresmiannya yang menyedot perhatian, namun para warganet (*netizen*) justru salah fokus (*salfok*) dengan label harga komoditas yang dipajang di dalam koperasi tersebut.
Salah satu yang memicu kehebohan adalah harga gas LPG 3 kg atau yang akrab disebut “gas melon”, yang dibanderol hanya *Rp16.000 per tabung*. *Jauh di Bawah Harga Pasar Umum*
Angka Rp16.000 ini dinilai sangat mengejutkan bagi netizen. Pasalnya, harga eceran gas melon di pasaran umum saat ini rata-rata sudah menyentuh angka *Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung*, tergantung wilayah distribusinya.
Kehadiran gas melon dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) asli ini dianggap sebagai angin segar sekaligus bukti nyata fungsi koperasi desa dalam memotong rantai distribusi yang panjang dan spekulatif.
*”Di tempatku masih Rp23.000, kalau di koperasi bisa Rp16.000 ini beneran ngebantu banget buat emak-emak dan pelaku UMKM kecil,”* tulis salah satu komentar netizen yang ramai di platform digital.
*Bagian dari Gerakan 1.061 Koperasi Desa*
Daya tarik harga murah tersebut merupakan bagian dari peresmian operasionalisasi *1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih* secara serentak di seluruh Indonesia. Program strategis ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkret memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Pemerintah menargetkan koperasi desa ini tidak hanya sekadar papan nama, melainkan menjadi pusat penyedia kebutuhan pokok dan energi bersubsidi yang terintegrasi secara aman, tepat sasaran, dan murah bagi masyarakat setempat. *Bagaimana dengan Daerah Anda?*
Fenomena harga gas melon Rp16.000 di Koperasi Merah Putih ini memicu diskusi luas mengenai pemerataan distribusi energi bersubsidi. Di beberapa daerah yang serapan koperasinya sudah berjalan masif—seperti di Kabupaten Pati yang sudah mengoperasikan 85 unit koperasi serupa—harga stabil seperti ini mulai dirasakan masyarakat sekitar.
Namun, di berbagai wilayah lain, harga pasaran umum dinilai masih fluktuatif. Kehadiran ribuan Koperasi Merah Putih yang dipantau langsung oleh Kepala Negara diharapkan mampu menjadi instrumen pengendali harga (*price stabilizer*) agar masyarakat di pelosok desa bisa menikmati harga pangan dan energi yang ramah di kantong. —————————— *Perbandingan Harga Gas Melon 3 Kg:*
–
*Harga di Koperasi Merah Putih:* Rp16.000 / tabung. –
*Harga Pasaran Umum/Pengecer:* Rp20.000 – Rp25.000 / tabung. –
*Misi Koperasi:* Memotong jalur distribusi, memberantas spekulan, dan menstabilkan harga energi bersubsidi di tingkat desa.
*NGANJUK* – Aksi blusukan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial. Bukan hanya agenda peresmiannya yang menyedot perhatian, namun para warganet (*netizen*) justru salah fokus (*salfok*) dengan label harga komoditas yang dipajang di dalam koperasi tersebut.
Salah satu yang memicu kehebohan adalah harga gas LPG 3 kg atau yang akrab disebut “gas melon”, yang dibanderol hanya *Rp16.000 per tabung*. *Jauh di Bawah Harga Pasar Umum*
Angka Rp16.000 ini dinilai sangat mengejutkan bagi netizen. Pasalnya, harga eceran gas melon di pasaran umum saat ini rata-rata sudah menyentuh angka *Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung*, tergantung wilayah distribusinya.
Kehadiran gas melon dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) asli ini dianggap sebagai angin segar sekaligus bukti nyata fungsi koperasi desa dalam memotong rantai distribusi yang panjang dan spekulatif.
*”Di tempatku masih Rp23.000, kalau di koperasi bisa Rp16.000 ini beneran ngebantu banget buat emak-emak dan pelaku UMKM kecil,”* tulis salah satu komentar netizen yang ramai di platform digital.
*Bagian dari Gerakan 1.061 Koperasi Desa*
Daya tarik harga murah tersebut merupakan bagian dari peresmian operasionalisasi *1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih* secara serentak di seluruh Indonesia. Program strategis ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah konkret memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Pemerintah menargetkan koperasi desa ini tidak hanya sekadar papan nama, melainkan menjadi pusat penyedia kebutuhan pokok dan energi bersubsidi yang terintegrasi secara aman, tepat sasaran, dan murah bagi masyarakat setempat. *Bagaimana dengan Daerah Anda?*
Fenomena harga gas melon Rp16.000 di Koperasi Merah Putih ini memicu diskusi luas mengenai pemerataan distribusi energi bersubsidi. Di beberapa daerah yang serapan koperasinya sudah berjalan masif—seperti di Kabupaten Pati yang sudah mengoperasikan 85 unit koperasi serupa—harga stabil seperti ini mulai dirasakan masyarakat sekitar.
Namun, di berbagai wilayah lain, harga pasaran umum dinilai masih fluktuatif. Kehadiran ribuan Koperasi Merah Putih yang dipantau langsung oleh Kepala Negara diharapkan mampu menjadi instrumen pengendali harga (*price stabilizer*) agar masyarakat di pelosok desa bisa menikmati harga pangan dan energi yang ramah di kantong. —————————— *Perbandingan Harga Gas Melon 3 Kg:*
–
*Harga di Koperasi Merah Putih:* Rp16.000 / tabung. –
*Harga Pasaran Umum/Pengecer:* Rp20.000 – Rp25.000 / tabung. –
*Misi Koperasi:* Memotong jalur distribusi, memberantas spekulan, dan menstabilkan harga energi bersubsidi di tingkat desa.







