Munajat Di Etape Terakhir Ramadhan

Tak terasa, Ramadhan sudah memasuki 10 hari terakhir. Ibarat balap dakar, ini sudah memasuki etape terakhir. Masa-masa paling menentukan.

Masa di mana yang tulus dan cinta dengan Ramadhan akan bertahan. Berakhir hingga finish. Menemukan Jiwa Yang Fitri, kembali ke Fitrah.

Pemenang dalam lomba apa pun ditentukan yang paling bisa bertahan. Memiliki nafas panjang. Jika Ramadhan diibaratkan seperti perlombaan, maka yang masih istiqomah berarti yang akan mendapat medali bernama Taqwa.

Selain penentuan, etape terakhir Ramadhan hanya milik orang-orang istimewa. Jika tak memilki mentalitas kecintaan pada Ilahi, maka akan cepat tersingkir.

Etape terakhir Ramadhan ini memiliki keistimewaan dan keutamaan. Alangkah, meruginya jika kita tidak bisa menikmati detik-detik akhir Ramadhan.

Mumpung, baru memasuki etape terakhir, yok perbaharui kembali semangat. Jika sebelumnya sempat kendor, pompa lagi semangatnya untuk menikmati keheningan di 10 akhir Ramadhan.

Iktiaf adalah sajian utama di akhir Ramadhan. Nikmati setiap malamnya dengan munajat kepada Allah SWT. Setiap hembusan napas di malam-malam akhir Ramadhan adalah karunia dari Allah SWT. Maka isilah dengan zikir. Dan bermujatlah..!

Baca juga:   Nyalakan Lilin Saat Listrik Padam, Satu Rumah di Plangitan Pati Terbakar

Bagaimana kabar tilawah kita di etape akhir Ramadhan ini…..? Sudahkah khatam….? Selagi masih ada waktu, kesempatan dan kesehatan ayo kita optimalkan untuk mengkhatamkan Al Quran.

Dan yang tak kalah penting, perbanyaklah doa di akhir Ramadhan ini. Manfaatkan, jangan sia-siakan. Setiap detiknya penuh keberkahan. Bermunajatlah !

Berdoalah, mengeluhlah dan berharaplah pada-Nya. Inilah waktunya kita melepas semua beban. Minta pada-Nya, untuk dibukakan jalan. Bermunajatlah !

Saudaraku, jangan lupa doakan bangsa dan negara kita. Doakan keselamatan, kedamaian dan kesejahteraan untuk bangsa dan negara kita.

Duhai Rabb, jaga dan peliharalah bangsa kami. Lindungilah dari berbagai rong-rongan dan gangguan. Berilah kami kemampuan untuk mewujudkan negeri ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur.

Duhai rabb, berilah negeri kami ini kebahagiaan. Jauhkanlah dari kami; sifat saling curiga. Saling menegasikan. Saling merendahkan. Jadikanlah kami bangsa yang berkasih-sayang.

Rabb, berilah kami pemimpin yang mencintai-Mu. Dan yang menyayangi rakyatnya.

Oleh: Sutriyono – FPKS DPR RI

(pn/ sr)

Munajat Di Etape Terakhir Ramadhan | patinews.com | 4.5

Leave a Reply