• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Mengenal Pengucapan Salam Lintas Agama dan Bagaimana Hukumnya?

patinews.com by patinews.com
9 Desember 2020
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengenal Pengucapan Salam Lintas Agama dan Bagaimana Hukumnya?

Mengenal Pengucapan Salam Lintas Agama dan Bagaimana Hukumnya?

1.9k
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Penulis: Ruruh Miftahul Amali (KKN MDR IPMAFA 2020)

Masih ingatkah kalian saat terjadinya polemik pengucapan salam lintas agama, saat diucapkan oleh pejabat-pejabat negara dalam acara-acara yang formal? Tentunya banyak yang tidak setuju, karena mereka menganggap dengan mengucapkan salam lintas agama merupakan telah mencampuradukkan beberapa keyakinan yang berbeda. Mereka menganggap bahwa semua agama adalah sama, dan bahkan ada yang menganggap kita tidak konsisten dalam beragama. Beberapa organisasi MUI pun berbeda pendapat, antara MUI Jawa Tengah dan MUI Jawa Timur, ada yang setuju dan mengatakan hukum dalam pengucapan salam lintas agama adalah mubah, dan sebagian ada yang menghukumi haram.

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Di lansir dari id.wikipedia.org salam lintas agama, salam pembuka semua agama, atau salam semua agama adalah merupakan ucapan salam khas dari keenam agama yang ada di Indonesia yang diucapkan secara bersamaan, yakni terdiri dari asaalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh dari agama Islam, Salam sejahtera bagi kita semua dari Agama Katholik, Shalom dari Agama Kristen, Om Swastyastu dari Agama Hindu, Namo Buddaya dari Agama Budha, dan Salam kebajikan dari Agama Konghuchu.

Sebenarnya tujuan dari pengenalan dan pengucapan salam dari keenam agama secara bersamaan adalah untuk saling menghormati dan menghargai semua agama yang ada di Indonesia. Karena Indonesia adalah negara yang majemuk dan multikultural, dan juga multireligius, sehingga mengembangkan toleransi melalui pengenalan ucapan salam dari setiap agama dalam acara-acara tertentu adalah merupakan pengamalan pancasila yaitu sila ke-3, yang bunyinya persatuan Indonesia, jadi secara keIndonesiaan dan keBhenikaan Tunggal Eka, salam adalah pemersatu bangsa. Tetapi dalam mengimplementasikannya sangat sulit sekali.

Polemik salam lintas agama sesungguhnya merupakan bagian dari masalah lebih besar terkait ancaman kelangsungan multikultural di Indonesia, di ruang publik, agama harus didorong supaya lebih berperan menyediakan landasan dan orientasi etika demi terwujudnya kehidupan bersama yang adil, toleran dan lapang bagi semua umat manusia di negara Indonesia ini. Agama yang terlalu sibuk mengurusi simbol-simbol akhirnya hanya akan disalahgunakan untuk mempertengkarkan hal-hal kecil dan berebut kepentingan sempit jangka pendek. Sementara tanggungjawab fundamental untuk mewujudkan keadilan, persaudaraan dan perdamaian justru terabaikan.

Salam merupakan penghormatan yang dimiliki semua budaya dan agama, salam juga termasuk do’a bagi setiap pemeluk agama yang mempercayai terhadap salam pada agamanya masing-masing. Lebih lanjut menurut Kiai Syafrudin tokoh NU menjelaskan bahwa mengucapkan salam juga dilakukan sejumlah nabi. Dikisahkan bahwa, Nabi Muhammad pernah mengucapkan salam kepada penyembah berhala dan golongan Yahudi yang sedang berkumpul bersama kaum muslimin, dan tradisi tersebut ternyata dilanjutkan oleh para sahabat.

Menurut Yenny Wahid Putri Almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pengucapan salam beda agama tidak akan mengubah akidah seseorang, beliau meyakini dalam kehidupan ini ada dua dimensi, yaitu dimensi sosial dan dimensi Ilahiah atau yamg masuk ke dalam dimensi keTuhanan, tentu kemurnian teologi lebih utama. Tetapi dengan dimensi sosial perlu kebutuhan tentang adanya kerukunan di masyarakat.

Masih dari penjelasan Yenni Wahid bahwa pengucapan salam beda agama tidak akan meninggalkan dimensi keTuhanan. Beliau menilai hal tersebut justru akan meningkatkan dan menguatkan dimensi sosial, di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang multikultural dan multireligius sebagai bangsa Indonesia yang berBhenika Tunggal Eka. Jika kita memandang salam lintas agama ini dari sudut pandang dimensi sosial, tidak ada salahnya sama sekali untuk melakukan upaya saling menghormati kepercayaan orang lain.

Demikian sepintas artikel tentang boleh dan tidak bolehnya pengucapan salam lintas agama menurut perspektif masing-masing pribadi. Semoga artikel ini membawa terbukannya pikiran kita dalam menjalani hidup sebagai bangsa Indonesia yang prural ini.

(*)

 

 

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
38
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
82
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
171
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
79
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
67
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Siap Berlaga di Kapolda Jateng Cup E-Sport 2026, Tim E-Sport Polres Rembang Matangkan Persiapan
  • Bidik Tiga Besar Porprov Jateng 2026, Pemkab Pati Siapkan Rp2,345 Miliar untuk Pembinaan Atlet
  • Kabar Gembira untuk Guru! Tunjangan Naik, Non ASN Jadi Rp2 Juta, ASN 1x Gapok, Langsung Masuk Rekening
  • Ngaji Gus Muwafiq, Plt Bupati : Pati Harus Dibangun di Atas Fondasi Moral yang Kuat
  • Event Organizer Jakarta Semakin Dibutuhkan untuk Mendukung Berbagai Kegiatan Perusahaan
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.