Manajemen Dakwah Humanis Ditengah Pluralitas Bangsa 

Oleh :  Mohammad Setyo Darmaji 

URGENSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN DAN TOLERANSI BERAGAMA 

  1. Pengertian dan Pengelompokkan Agama 
  2. Manusia Makhluk Pencari Kebenaran 

Manusia adalah hewan yang berfikir, manusia juga bisa  dikelompokkan kedalam jenis hewan, secara fisik dan anatomi  manusia dan hewan banyak tidak ada perbedaan, termasuk  kebutuhan makan, minum dan seks. Yang membedakan manusia dan  hewan adalah manusia itu memiliki kelebihan, yaitu berfikir. Cara  berfikir dan keingintahuannya mendorong manusia untuk mencari  kebenaran. 

  1. Teori Kebenaran 

Untuk menguji kebenaran setidaknya ada tiga teori yang bisa dipakai: a. Teori Korespondensi 

Dalam teori ini, menyatakan bahwa kebenaran adalah kesesuaian  antara pernyataan dan kenyataan. 

  1. Teori Konsistensi 

Teori kedua ini menyatakan bahwa kebenaran adalah kesesuaian  antara suatu pernyataan dengan pernyataan lainnya yang sudah  lebih dahulu kita ketahui, kita terima dan kita akui sebagai  kebenaran. 

  1. Teori Pragmatis 

Teori pragmatis tentang kebenaran, bahwa suatu ucapan, dalil atau  teori itu dianggap benar tergantung berfaedah atau tidak.  Kebenaran harus bisa dilihat, apakah ada kegunaannya? Apakah  bisa dikerjakan? Apakah pengaruhnya memuaskan atau tidak? 

  1. Masalah Manusia 

Di depan sudah dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk pencari  kebenaran. Pertanyaan yang segera hadir adalah kebenaran tentang  apa? Jawabannya adalah pernyataan kebenaran adalah kebenaran  tentang masalah yang dihadapi manusia. Masalah secara garis besar  dibagi menjadi dua yaitu: 

  1. Masalah segera 

Masalah segera adalah masalah yang dihadapi sehari-hari yang  ditemui. Masalah segera tentunya berbeda antara satu dengan yang  lainnya. Dengan demikian pemecahan masalahnya juga berbeda beda. 

  1. Masalah asasi 

Masalah asasi, muncul setelah manusia mencermati hidup dengan  serius dalam kematangan usia dan pemikiran.

Selanjutnya bagaimana manusia dapat menemukan dari jawaban  atas pertanyaan tentang masalah asassi? Maka muncullah ilmu  pengetahuan, agama dan filsafat. 

  1. Pengertian dan Pengelompokan Agama 
  2. Pengertian agama 

Untuk pengertian secara umum, setidaknya ada beberapa  pengertian, antara lain: 

Agama adalah sistem kredo tentang tuhan yang maha mutlak Disamping itu juga sistem ritus (tata peribadatan) manusia  kepada tuhan 

Selain soal kredo dan sistem ritus, agama juga mengatur soal  sistem norma. 

  1. Unsur –unsur keagamaan : 

Antara lain : kekuatan gaib, keyakinan manusia, respon yang  bersifat emosional, paham adanya yang kudus. 

  1. Syarat Agama 

Untuk menjadi agama ada 5 syarat : aqidah, ibadah, syariah,  nabi, kitab suci. 

  1. Pengelompokan agama 

Secara garis besar agama dibagi manjadi 2: 

1). Agama Alamiah (Agama Budaya) 

Agama alamiah adalah agama lebih kuno, keyakinan lebih  pimitif (animisme, dinamisme, politheisme) 

Agama majusi : yaitu agama penyembah memuja dan  menyembah api 

Agama watsani : yaitu agama memuja patung berhala 

Agama shabi’ah : yaitu agama penyembah bintang-bintang atau  benda-benda langit 

Agama budha : agama yang melanjutkan ajaran Sidarta  Gautama 

2). Agama samawi  

Agama samawi adalah agama propethis, agama yang berasal dari  wahyu Allah, kepada rosulnya yang disampaikan umat manusia. 

  1. Urgensi Agama 
  2. Pasang Surut Hubungan antara Ilmu Pengetahuan dan Agama Dalam sejarah tonggak pertama munculnya ajaran islam adalah  perintah membaca, maka kemampuan membaca literture dan  berpengetahuan adalah perintah pertama, bahkan islam pernah  menjadi pionir dalam pengetahun, sayangnya kondisi berubah ketika  agama menjaga jarak dengan pengetahuan, sehingga orang barat  kehilangan kepercayaan terhadap agama. 
  3. Tingkat teori : pada tingkat ini manusia berfikir secara keseluruhan  tentang ketuhanan 
  4. Tingkat metafisik : untuk mengatasi ketakutan dan kekhawatiran  manusia menemukan keberanian dengan memasrahkan diri  kepada kekuatan yang tidak terlihat dengan memberi saji-sajian,  tujuan adalah mempengaruhi kekuatan alam agar tidak  membayakan manusia. 
  5. Tingkat positif : pada tingkat positik manusia mulai memahami  alam dengan memahami alam pada sisi hukum alam. 
  6. Urgensi agama 
  7. Sebagai sumber modal 
  8. Sebagai petunjuk kebenaran 
  9. Sebagai informasi metafisika 
  10. Sebagai bimbingan manusia 
  11. Toleransi Beragama
  12. Inti Toleransi Beragama 

Inti dari toleransi beragama adalah sebagaimana tergambar dalam  GBHN yaitu ketakwaan, penuh dengan kerukunan dinamis antar  internal dan antar agama. 

  1. Toleransi dalam Beragama 

Ajaran dalam islam adalah memberikan pengakuan terhadap  eksistensi yang lain. 

  1. Toleransi Umat Islam 

Zaman nabi ketika umat islam masih lemah, pengikut nabi  mendapatkan intimidasi, maka ketika islam sudah mendapatkan  kejayaan, mengajarkan toleransi dalam beragama, karena  sebagaimana prinsip agama islam adalah mengajarkan ajaran cinta  dan kedamaian 

  1. Toleransi Umat Islam di Indonesia 

Toleransi umat islam di indonesia sudah ditunjukkan sejak awal  berdirinya negara, dengan adanya toleransi prinsip negara yaitu  menghilangkan 7 kata piagam Jakarta. 

Maka toleransi sangat kuat di Indonesia, karena memang akar budaya  indonesia yang sangat menjunjung tinggi tepo seliro. 

Toleransi menjadi alat rekat bagi kebutuhan berbangsa. Karena ada 17.000  lebih perbedaan suku, aliran kepercayaan dan juga agama yang ada di  indonesia. Toleransi ini diikat dalam satu paham bernegara yaitu Pancasila. Dakwah Islam kedepan harus menonjolkan sisi humanisme agar bisa diterima  sebagai jalan kehidupan. Menyelami perbedaan tidak hanya menjadikan kita  untuk bermusuhan, karena perbedaan itu tidak dilarang agama, yang dilarang  adalah permusuhan.

Exit mobile version