Oleh : Mohammad Setyo Darmaji
URGENSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN DAN TOLERANSI BERAGAMA
- Pengertian dan Pengelompokkan Agama
- Manusia Makhluk Pencari Kebenaran
Manusia adalah hewan yang berfikir, manusia juga bisa dikelompokkan kedalam jenis hewan, secara fisik dan anatomi manusia dan hewan banyak tidak ada perbedaan, termasuk kebutuhan makan, minum dan seks. Yang membedakan manusia dan hewan adalah manusia itu memiliki kelebihan, yaitu berfikir. Cara berfikir dan keingintahuannya mendorong manusia untuk mencari kebenaran.
- Teori Kebenaran
Untuk menguji kebenaran setidaknya ada tiga teori yang bisa dipakai: a. Teori Korespondensi
Dalam teori ini, menyatakan bahwa kebenaran adalah kesesuaian antara pernyataan dan kenyataan.
- Teori Konsistensi
Teori kedua ini menyatakan bahwa kebenaran adalah kesesuaian antara suatu pernyataan dengan pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu kita ketahui, kita terima dan kita akui sebagai kebenaran.
- Teori Pragmatis
Teori pragmatis tentang kebenaran, bahwa suatu ucapan, dalil atau teori itu dianggap benar tergantung berfaedah atau tidak. Kebenaran harus bisa dilihat, apakah ada kegunaannya? Apakah bisa dikerjakan? Apakah pengaruhnya memuaskan atau tidak?
- Masalah Manusia
Di depan sudah dijelaskan bahwa manusia adalah makhluk pencari kebenaran. Pertanyaan yang segera hadir adalah kebenaran tentang apa? Jawabannya adalah pernyataan kebenaran adalah kebenaran tentang masalah yang dihadapi manusia. Masalah secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu:
- Masalah segera
Masalah segera adalah masalah yang dihadapi sehari-hari yang ditemui. Masalah segera tentunya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dengan demikian pemecahan masalahnya juga berbeda beda.
- Masalah asasi
Masalah asasi, muncul setelah manusia mencermati hidup dengan serius dalam kematangan usia dan pemikiran.
Selanjutnya bagaimana manusia dapat menemukan dari jawaban atas pertanyaan tentang masalah asassi? Maka muncullah ilmu pengetahuan, agama dan filsafat.
- Pengertian dan Pengelompokan Agama
- Pengertian agama
Untuk pengertian secara umum, setidaknya ada beberapa pengertian, antara lain:
– Agama adalah sistem kredo tentang tuhan yang maha mutlak – Disamping itu juga sistem ritus (tata peribadatan) manusia kepada tuhan
– Selain soal kredo dan sistem ritus, agama juga mengatur soal sistem norma.
- Unsur –unsur keagamaan :
Antara lain : kekuatan gaib, keyakinan manusia, respon yang bersifat emosional, paham adanya yang kudus.
- Syarat Agama
Untuk menjadi agama ada 5 syarat : aqidah, ibadah, syariah, nabi, kitab suci.
- Pengelompokan agama
Secara garis besar agama dibagi manjadi 2:
1). Agama Alamiah (Agama Budaya)
Agama alamiah adalah agama lebih kuno, keyakinan lebih pimitif (animisme, dinamisme, politheisme)
– Agama majusi : yaitu agama penyembah memuja dan menyembah api
– Agama watsani : yaitu agama memuja patung berhala
– Agama shabi’ah : yaitu agama penyembah bintang-bintang atau benda-benda langit
– Agama budha : agama yang melanjutkan ajaran Sidarta Gautama
2). Agama samawi
Agama samawi adalah agama propethis, agama yang berasal dari wahyu Allah, kepada rosulnya yang disampaikan umat manusia.
- Urgensi Agama
- Pasang Surut Hubungan antara Ilmu Pengetahuan dan Agama Dalam sejarah tonggak pertama munculnya ajaran islam adalah perintah membaca, maka kemampuan membaca literture dan berpengetahuan adalah perintah pertama, bahkan islam pernah menjadi pionir dalam pengetahun, sayangnya kondisi berubah ketika agama menjaga jarak dengan pengetahuan, sehingga orang barat kehilangan kepercayaan terhadap agama.
- Tingkat teori : pada tingkat ini manusia berfikir secara keseluruhan tentang ketuhanan
- Tingkat metafisik : untuk mengatasi ketakutan dan kekhawatiran manusia menemukan keberanian dengan memasrahkan diri kepada kekuatan yang tidak terlihat dengan memberi saji-sajian, tujuan adalah mempengaruhi kekuatan alam agar tidak membayakan manusia.
- Tingkat positif : pada tingkat positik manusia mulai memahami alam dengan memahami alam pada sisi hukum alam.
- Urgensi agama
- Sebagai sumber modal
- Sebagai petunjuk kebenaran
- Sebagai informasi metafisika
- Sebagai bimbingan manusia
- Toleransi Beragama
- Inti Toleransi Beragama
Inti dari toleransi beragama adalah sebagaimana tergambar dalam GBHN yaitu ketakwaan, penuh dengan kerukunan dinamis antar internal dan antar agama.
- Toleransi dalam Beragama
Ajaran dalam islam adalah memberikan pengakuan terhadap eksistensi yang lain.
- Toleransi Umat Islam
Zaman nabi ketika umat islam masih lemah, pengikut nabi mendapatkan intimidasi, maka ketika islam sudah mendapatkan kejayaan, mengajarkan toleransi dalam beragama, karena sebagaimana prinsip agama islam adalah mengajarkan ajaran cinta dan kedamaian
- Toleransi Umat Islam di Indonesia
Toleransi umat islam di indonesia sudah ditunjukkan sejak awal berdirinya negara, dengan adanya toleransi prinsip negara yaitu menghilangkan 7 kata piagam Jakarta.
Maka toleransi sangat kuat di Indonesia, karena memang akar budaya indonesia yang sangat menjunjung tinggi tepo seliro.
Toleransi menjadi alat rekat bagi kebutuhan berbangsa. Karena ada 17.000 lebih perbedaan suku, aliran kepercayaan dan juga agama yang ada di indonesia. Toleransi ini diikat dalam satu paham bernegara yaitu Pancasila. Dakwah Islam kedepan harus menonjolkan sisi humanisme agar bisa diterima sebagai jalan kehidupan. Menyelami perbedaan tidak hanya menjadikan kita untuk bermusuhan, karena perbedaan itu tidak dilarang agama, yang dilarang adalah permusuhan.



