Penulis:
- Muhammad Akhtar
- Cinta Keisha
- Fadila Dwi Afriliani
(Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro)
Apakah anda pernah merasa bahwa kebahagiaan orang lain lebih penting dari pada diri anda?
Menjalani kehidupan sosial membuat beberapa orang secara tidak sadar memiliki kebiasaan
atau gejala yang belum diketahui oleh dirinya sendiri, salah satunya adalah people pleaser.
People pleaser merupakan orang yang merasa dalam menjalani kehidupan, akan selalu ada
tuntutan untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Orang-orang ini akan menjalani kehidupan
dengan mengutamakan kepentingan orang lain, alih-alih diri sendiri.
Karakteristik People Pleaser
1. Selalu menyetujui pendapat orang lain dan mengesampingkan pendapat diri sendiri
Apakah anda pernah menyetujui pendapat orang lain padahal di dalam hati anda
sebenarnya pendapat anda berlawanan dengan apa yang diucapkan orang tersebut?
Karakteristik yang dominan dari orang yang memiliki kepribadian people pleaser adalah
setuju dengan pendapat yang dikatakan orang lain. Menghargai pendapat orang lain
merupakan sebuah keharusan. Namun, untuk terus menyetujui pendapat yang
bertolakbelakang dengan pemikiran anda adalah hal yang tidak benar. Setiap individu
memiliki hak yang sama untuk mengutarakan pendapat mereka masing-masing.
2. Perasaan tanggung jawab atas perasaan orang lain
Tanda yang dapat dikenali dari people pleaser selanjutnya adalah adanya perasaan
tanggung jawab atas perasaan orang lain. Hal ini dapat diketahui dengan adanya
pemikiran bahwa kita harus selalu ada untuk orang lain dalam segala suasana. Kita juga
tidak bebas melakukan sesuatu yang kita suka apabila orang lain tidak suka. Semua itu
akan kita lakukan untuk menjaga perasaan orang lain walaupun mengesampingkan
keinginan yang kita miliki.
3. Sulit menolak atau berkata “tidak” kepada orang lain
Apakah anda pernah mengalami kesulitan saat mengatakan “tidak” kepada orang lain?
Sulit mengatakan “tidak” menunjukan bahwa kita mau melakukan apapun saat orang lain
meminta tolong atau meminta sesuatu dari kita. Kita harus menyetujui walaupun harus
menunda kegiatan yang sedang kita lakukan hanya untuk membantu orang lain.
Memahami perasaan dan menjadi orang yang berperan penting bagi orang lain bukanlah
hal yang salah. Namun apabila hal ini terus dilakukan hingga jangka waktu yang lama,
kita bisa melupakan bahwa kebahagiaan diri sendiri adalah yang paling utama. Sebagai
manusia yang memiliki jiwa sosial, kebahagiaan orang lain memang kewajiban kita,
tetapi tidak dengan menempatkan diri kita menjadi nomor kesekian dan membuat diri kita
tersiksa.
Tanpa disadari, memiliki kepribadian people pleaser sedikit banyak membawa dampak yang
buruk terhadap Kesehatan mental. Mengemban tugas untuk selalu memenuhi keinginan orang
lain dalam setiap kondisi terlebih lagi bukan hanya satu orang saja, melainkan dalam jumlah
banyak. Dihadapkan dengan sedemikian rupa, seseorang akan mengalami kebingungan dan
keresahan yang tinggi dalam memenuhi keinginan.
Sebagai orang dengan kondisi ini, perasaan bingung yang tinggi akan dialami dalam memilih
kemauan siapa yang hendak dituruti. Hal tersebutlah yang akan berdampak terhadap
Kesehatan mental seseorang dengan kepribadian people pleaser yang berjuang terhadap
gangguan kecemasan dan stress.
Upaya mencegah memiliki kepribadian people pleaser
Tanamkan dalam diri kita untuk berpikir dahulu saat dihadapkan pada suatu pengambilan
keputusan akan ajakan atau pendapat orang lain, individu dengan kepribadian people pleaser
akan merasa didominasi jika harus mengambil keputusan saat itu juga. Oleh sebabnya, ia
akan selalu mengatakan “iya” dan tidak bisa menolak.
Berdasarkan hal tersebut, kita harus membiarkan diri kita untuk berpikir terlebih dahulu
sebelum pada akhirnya memberikan keputusan final. Sangat tidak salah untuk mengatakan
“aku coba pikir dulu, ya” kepada ajakan atau gagasan orang lain. Hal tersebut akan mampu
memberikan diri kita lebih banyak waktu untuk menentukan apakah keputusan tersebut
tepat?
Apa saja kerugian dan keuntungan yang dihasilkan dari adanya keputusan tersebut?
Dan bagaimana dampak dari keputusan tersebut bagi diri kita atau kelompok?
Sebagai makhluk sosial, kita akan selalu dihadapkan dengan karakteristik yang berbeda
dengan diri kita. Adanya perbedaan tersebut tidak harus membiarkan diri kita untuk
mengikuti ke arah yang sama. Terkadang, perlu untuk membiarkan diri kita mengeluarkan
bentuk penolakan atau persetujuan. Membahagiakan orang secara terus-menerus hingga
melupakan bahwa diri kita juga perlu didengarkan dan dibahagiakan adalah hal yang tidak
sehat.
Untuk itu, perlu mengenal karakteristik apakah diri kita sudah terindikasi pribadi people
pleaser? Jika sudah terlihat ada tanda-tanda demikian, penting bagi kita untuk melakukan
upaya yang telah disebutkan sebagai langkah awal untuk menghindari hubungan yang tidak
sehat.
Menempatkan diri sendiri pada urutan pertama tidak selalu menunjukkan bahwa kita egois,
justru dengan mengorbankan diri sendiri akan membuat kita menjadi pribadi yang lemah dan
mudah untuk diremehkan. Dalam kehidupan sosial baik organisasi maupun pekerjaan,
memiliki kepribadian yang tangguh adalah suatu keharusan.



