Categories: Kolom

Heboh Crosshijaber, Apa itu?

Crosshijaber merupakan sosok pria yang mengenakan jilbab, gamis, cadar, dan busana muslim perempuan lainnya lalu tampil di depan umum atau bahkan bisa di Mushala atau toilet umum wanita. Crosshijaber ini merupakan aksi pria yang mengenakan pakaian menyerupai wanita.

Istilah crosshijaber diambil dari crossdressing, di mana pria mengenakan pakaian wanita dan tampil dengan makeup. Crosshijaber jadi sensasi setelah akun Twitter @Infinityslut mengunggah thread tentang keberadaan komunitas tersebut.

Mereka memiliki komunitas, salah satunya @crosshijaber di Instagram. Beberapa netizen pernah membukanya lalu meng-capture dan membagikan di akunnya. Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang khawatir soal batasan – batasan penggunaan ruang umum khusus wanita, seperti toilet atau tempat wudhu wanita di tempat umum.

Kelompok crosshijaber ini mengaku sepertinya ingin eksis di dunia nyata. Hal ini terlihat dari keberanian mereka mengunggah foto di instagram meskipunsejumlah akun crosshijaber sudah dihapus oleh instagram akibat menimbulkan kehebohan di dunia maya. Namun rupanya masyarakat menolak kehadiran crosshijaber terutama perempuan. Sebab kebanyakan perempuan takut dengan crosshijaber. Para crosshijaber mengaku tidak punya penyimpangan orientasi seksual.

Perilaku ini kerap dianggap menyimpang. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai penyakit seksual. Namun, jauh sebelum sekarang, Crossdressing telah digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu. Pada beberapa masa, Crossdressing bahkan menjadi budaya. Lalu bagaimana pandangan dari sisi psikologi tentang fenomena Crosshijaber?

Psikolog klinis mengatakan Crosshijaber berasal dari kata Crossdressing yakni aksi mengenakan pakaian yang tidak sesuai dengan jenis kelamin bawaan lahir. Crossdressing adalah salah satu jenis perilaku yang menyimpang.

Dari Majelis Ulama (MUI) Sulsel, melalui wakilketua MUI Sulsel, yaitu HM Renreng, ia mengatakan jika lelaki tidak boleh menyerupai perempuan karena hal tersebut dilarang dalam ajaran agama Islam.

Kan sudah jelas dalilnya laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan. Perempuan tidak boleh menyerupai laki-laki ,” ucapnya.

Pendapat lain mengataka, seorang Psikolog klinis dari RSUD Wangaya, Denpasar, Bali nena Mawar Sari, bahwa “Perilaku ini kalau dalam istilah medis dikenal dengan sebutan transvestisisme yakni perilaku yang sering kali di anggap sebagai suatu penyimpangan yang merupakan gangguan kejiwaan karena adanya keinginan dari seorang laki-laki atau perempuan yang mengenakan pakaian yang biasa dikenakan oleh jenis kelamin sebaliknya,” ucapnya.

Biasanya kata Nena, perilaku transvestimisme berawal dari riwayat seseorang yang merasa tidak nyaman dengan identitas seksual yang ia miliki akibat adanya trauma di masa lalu.

Bisa jadi dia dulu pelecehan seksual sehingga dia merasa kalau memakai baju sebaliknya dia akan merasa nyaman,” katanya.

Istilah crossdressing tak sama dengan kondisi transgender. Seseorang yang melakukan crossdressing disebut Nena bisa saja memiliki tujuan beragam mulai dari penyamaran untuk melakukan tindakan kriminal, hiburan atau ekspresi diri hingga mendapat kepuasan seksual.

Dalam crosshijaber ini yang perlu kita pahami itu adalah motifnya. Karena crosshijaber tidak identik yang berbau seksualitas, artinya memang apakah ini teermasuk gangguan jiwa? Pasti. Artinya dia berlaku tidak seperti selayaknya.

Motif pertama yang pertama, bisa jadi motifnya ituadalah motif seksual. Ini terkait dengan penyimpangan seksualitas, gangguan kejiwaan. Jika ada kepuasan seksual ketika ia memakai pakaian wanita, dalam hal ini karena sekarang hijaber sedang trending, sehingga yang dulu ia hanya sekedar senang memakai pakaian wanita pada umumnya, sekarang cenderung memakai hijab bahkan cadar.

Sedangkan motif yang kedua, motif non seksual, artinya mungkin bisa jadi faktor ekonomi. Misalnya, seperti Boby Tince , dia lelai tulen, cukup religi, kehidupan keluarganya normal, kehidupan sosial masyarakat normal, tetapi ia memilih menjadi crossdressing karena motif ekonomi. Dia laku dengan cara dia berakting sebagai perempuan. (*)

Ni’ma Diana (Mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2019 Universitas Muhammadiyah Malang)

patinews.com @patinewscom

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com @patinewscom

Recent Posts

Telah dibuka, Jembatan Edukasi Pantai Kertomulyo

Telah dibuka, Jembatan Edukasi Pantai Kertomulyo PatiNews.Com - Trangkil, "Jembatan Edukasi Pantai Kertomulyo", jembatan ini dibuat untuk memberikan edukasi bagi…

2 jam ago

Persit Kodim Pati beri dukungan penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus melalui acara ini

Pati- Bertepatan dengan acara CFD (Car Free Day) yang dilaksanakan di Kompleks alun-alun Pati, sepanjang Jl. Panglima Sudirman dan Jl…

4 jam ago

Cari Kangkung di Rawa, Warga Srikaton Kayen Ditemukan Tenggelam

Patinews.com - Kayen, Hendak mencari kangkung di area rawa, seorang warga Desa Srikaton Kecamatan Kayen Kabupaten Pati Jateng, ditemukan warga…

5 jam ago

Mio vs NMax di Jalan Raya Tayu-Puncel, Dua Pengendara Terluka

Patinews.com - Dukuhseti, Dua sepeda motor, Yamaha Mio dan Yamaha NMax terlibat kecelakaan di Jalan Raya Tayu - Puncel tepatnya…

5 jam ago

Tiga Tahun Berjalan, Transaksi Non Tunai Ampuh Cegah Kebocoran Anggaran

Patinews.com - Kota, Implementasi transaksi nontunai Pemkab Pati di tahun 2020 ini, memasuki tahun ketiga. Penerapan transaksi nontunai di lingkungan…

6 jam ago

Terkait Video Viral, Begini Penjelasan RSUD Soewondo Pati

Patinews.com - Kota, Terkait berderarnya video yang sempat viral di medsos beberapa hari lalu, tentang salah satu warga desa Bogotanjung Kecamatan…

7 jam ago