Bulan Ramadhan, Warga Desa Tlogosari Tlogowungu Pati Lestarikan Tradisi Tongtek

Bulan Ramadhan, Warga Desa Tlogosari Tlogowungu Pati Lestarikan Tradisi Tongtek
Bulan Ramadhan, Warga Desa Tlogosari Tlogowungu Pati Lestarikan Tradisi Tongtek

Patinews.com – Tlogowungu, Setiap bulan ramadhan suasana menjadi marak. Marak, karena semua berkolerasi secara bersamaan. Bulan ramadhan mempunyai nilai tersendiri dari yang lainnya. Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah, karena banyak kebaikan yang ada di dalamnya. Ibadah yang di lakukan pada bulan lain, mendapat pahala berlipat ganda pada bulan ramadhan ini. Ibadah yang banyak di kerjakan pada bulan ramadhan selain dari pada shalat tarawih, membaca al qur an, membagi takjil yaitu tongtek yang dilakukan oleh para remaja.

Tongtek merupakan salah satu tradisi rutinan saat ramadhan berlangsung. Tujuannya untuk membangunkan warga agar bagun dan sahur. Bagi remaja mushola Darul Huda membangunkan warga ds. Tlogosari Kec. Tlogowungu Kab. Pati agar tidak terlambat sahur. Jenis-jenis kegiatannya bermacam-macam, salah satunya menggunakan tetabuhan yang di arak keliling kampung oleh para remaja. Tradisi tongtek ini tetap terpelihara dan lestari di desa Tlogosari.

Cara tersebut banyak kita jumpai di pedesaan. Alat – alat yang digunakan juga beragam, mulai dari kentongan, tong bekas, galon air, botol kaca, kaleng biscuit, higga sampai mengunakan alat-alat dapur. Alat – alat tersebut di bunyikan dengan cara di pukul oleh sekelompok orang sambil keliling kampung. Para penabuh biasanya anak-anak hingga anak remaja yang biasanya terdiri dari 10 hingga 20 an orang. Sekitar jam 2 pagi para penabuh tongtek mulai berkeliling kampung sambil membunyikan alatnya, rombongan ini juga menyanyikan lagu – lagu seperti lagu dangdut dan lagu sholawatan. Dan ada juga yang berteriak mengucapkan “sahur sahur”.

Baca juga:   Penyakit Tak Kunjung Sembuh, Pria di Tlogowungu Pilih Gantung Diri

Tongtek yang berkeliling tersebut tidak hanya berhasil membangunkan warga tapi juga mengagetkan warga karena seringkali anak-anak muda ini bermainnya secara buta nada (sembarangan). Tapi lama kelamaan sudah menjadi terbiasa hingga menjadi tradisi di desa Tlogosari. Bunyi – bunyian tidak teratur juga disertai teriakan yang terlalu kencang malam membuat warga kurang apresiatif terhadap kegiatan tersebut. Bisa dibilang mengganggu warga yang sedang tidur, padahal niatnya ingin baik untuk membangunkan warga untuk sahur.

Terkadang ada warga yang simpatik dengan adanya tongtek sahur yang dilakukan oleh remaja tersebut sehingga para penabuh tersebut diberikan minuman, makanan ringan, hingga makanan untuk sahur. Dengan diberikannya makanan tersebut, anak-anak kecil menjadi tertarik untuk ikut melakukan tongtek keliling kampung agar mendapatkan makanan dan kesenangan tersendiri. Ada juga masyarakat baik anak-anak maupun dewasa keluar ke depan rumah untuk menyaksikan tongtek tersebut. Ada sebagian anak-anak yang suka dengan tongtek tersebut, dan ada juga anak-anak yang takut ketika mendengar suara yang dihasilkan dari tongtek tersebut.

Tradisi tongtek ini sangat bermanfaat bagi warga masyarakat terutama bagi para penabuh. Dengan adanya tradisi tongtek, anak-anak remaja dapat mengembangkan ide, mampu berkarya, peduli sosial, dan melestarikan tradisi yang ada. Sedangkan untuk masyarakat umum, dengan adanya tongtek tersebut warga dapat terbangun dan tidak terlambat untuk melakukan sahur.

Penulis: Erna murtianingsih

Bulan Ramadhan, Warga Desa Tlogosari Tlogowungu Pati Lestarikan Tradisi Tongtek | patinews.com | 4.5

Leave a Reply