Oleh: Ramadhany Nurul Dwi Saputra (Universitas Islam Sultan Agung Semarang, Fakultas Ekonomi)
Abstrak: Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Melalui Fasilitasi Pihak Eksternal dan Potensi Internal (6WXGL.DVXVSDGD.HORPSRN8VDKD³(PSLQJ-DJXQJ¥ di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang). Pengembangan secara internal dari kelompok usaha ³(PSLQJ -DJXQJ¥ GDODP PHQLQJNDWNDQ SRWHQVL GHQJDQ FDUD menggunakan modal awal dengan tabungan sendiri, melakukan inovasi untuk hasil produksinya, memperluas jaringan pemasaran, dan melengkapi sarana dan prasarana usahanya. Selain itu, fasilitasi dari pihak eksternal yaitu Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang telah memberikan akses UMKM terhadap sumber-sumber permodalan, mengadakan pembinaan dan pelatihan, kegiatan promosi produk, memperluas pemasaran produk, serta menyediakan sarana dan prasarana. Namun beberapa pengusaha terkendala dengan meningkatnya harga bahan baku, keterbatasan sumber daya manusia, memiliki permasalahan dalam permodalan, kurangnya sarana dan prasarana serta kurangnya akses pemasaran produk.
PENDAHULUAN
Keberadaan UMKM tidak dapat dihapuskan ataupun dihindarkan dari masyarakat bangsa saat ini. Karena keberadaannya sangat bermanfaat dalam hal pendistribusian pendapatan masyarakat. Selain itu juga mampu menciptakan kreatifitas yang sejalan dengan usaha untuk mempertahankan dan mengembangkan unsur-unsur tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat. Pada sisi lain, UMKM mampu menyerap tenaga kerja dalam skala yang besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar sehingga hal ini dapat mengurangi tingkat pengangguran. Dari sinilah terlihat bahwa keberadaan UMKM yang bersifat padat karya, menggunakan teknologi yang sederhana dan mudah dipahami mampu menjadi sebuah wadah bagi masyarakat untuk bekerja (www. smecda.com).
Program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu instrument untuk menaikkan daya beli masyarakat, pada akhirnya akan menjadi katup pengaman dari situasi krisis moneter. Pengembangan UMKM menjadi sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional, mengingat kegiatan usahanya mencakup hampir semua lapangan usaha sehingga kontribusi UMKM menjadi sangat besar bagi peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.
Dalam pengembangan UMKM, langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah yang harus diambil oleh Pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah. Pihak UMKM sendiri sebagai pihak internal yang dikembangkan, dapat mengayunkan langkah bersama-sama dengan Pemerintah. Karena potensi yang mereka miliki mampu menciptakan kreatifitas usaha dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah.
Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh kelompok “ Emping Jagung” dalam pengembangan usahanya. Hal inilah yang menjadi pertimbangan peneliti untuk melakukan penelitian ini. Permasalahan yang paling mendasar dihadapi oleh pelaku UMKM ini meliputi, sumber daya manusia yang kurang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan usahanya, memiliki permasalahan dalam permodalan, kurangnya sarana dan prasarana, serta kurangnya akses pemasaran produk. Beberapa permasalahan diatas inilah yang memerlukan perhatian yang lebih dari pemerintah daerah Kota Malang khusunya Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Keberadaan UMKM ini melainkan pula mencakup berbagai bentuk masalah sosial lain yang terkait dengannya, seperti anak jalanan, pekerja anak, perdagangan manusia, pelacuran, pekerja migran, termasuk di dalamnya menyangkut masalah kebodohan, keterbelakangan, serta kapasitas dan efektivitas lembaga-lembaga pelayanan sosial pemerintah dan swasta (LSM, Orsos, institusi lokal) yang terlibat dalam penanggulangan kemiskinan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini mengutamakan penggunaan metode yang sesuai dengan pokok permasalahan dalam penelitian yang dilakukan, agar diperoleh data yang relevan untuk dibahas lebih lanjut. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui fasilitasi pihak eksternal dan potensi internal pada kelompok usaha “ Emping Jagung” Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Ma-lang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
PEMBAHASAN
UMKM merupakan suatu usaha yang potensial bagi perkembangan perekenomian di Indonesia sehingga dalam pelaksanaannya perlu dioptimalkan dan digali kembali potensi-potensi yang ada untuk peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat. Pengembangan ini tentu saja akan lebih berkembang dengan baik dengan adanya dukungan dari pemerintah dalam memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan sebagai penunjang pelaksanaan dan kemajuan usaha yang dijalankan agar dapat menghasilkan kualitas produksi yang baik sehingga dapat bersaing dengan pasar internasional. Hal ini sesuai seperti yang diungkapkan oleh PBB dalam (Luz. A. Einsiedel, 1968, h. 9), bahwa SHPEDQJXQDQ masyarakat, merupakan suatu “proses” dimana usaha-usaha atau potensi-potensi yang dimiliki masyarakat diintegrasikan dengan sumber daya yang dimiliki pemerintah, untuk memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan, dan mengintegrasikan masyarakat di dalam konteks kehidupan berbangsa, serta memberdayakan mereka agar mampu memberikan kontribusi secara penuh untuk mencapai kemajuan pada level nasional
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah pada umumnya mengandalkan pada modal sendiri dalam menjalankan usahanya, dan terkadang mereka terjebak dengan keterikatan rentenir mengingat masih rendahnya aksesbilitas terhadap sumber-sumber pembiayaan formal. Mengenai pemberian akses terhadap sumber-sumber pendanaan, Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang telah memberikan akses bagi masyarakat terhadap modal awal. Kucuran dana yang diberikan bersumber dari pemerintah pusat (Kementerian Koperasi dan UKM) dan pemerintah provinsi Jawa Timur. Dari pemerintah pusat bantuan diberikan melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir). Dana tersebut dibagikan kepada koperasi bagi para pengusaha UMKM yang akan melakukan pinjaman modal. Sedangkan dari pemerintah provinsi Jawa Timur dana tersebut berupa Bansos dan Hibah yang diberikan kepada koperasi wanita yang telah mendapatkan kucuran dana dari pemerintah senilai Rp 25 juta per koperasi untuk para pengusaha UMKM yang ingin melakukan peminjaman melalui koperasi tersebut seperti Koperasi Wanita AKU, Koperasi Dewi
Sartika, Koperasi Wanita Hijau Daun, Koperasi Puspa Anggun, Koperasi Catleya, Koperasi Aster, Koperasi Teratai, Koperasi AQ-SO, Koperasi, Ayu Makmur, dan Koperasi Dewi Shinta. Sinergi antara pemerintah dengan koperasi dilakukan agar para pengusaha UMKM sadar akan pentingnya berkoperasi.
KESIMPULAN
Pengembangan secara internal dari kelompok usaha “ Emping Jagung” Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dalam meningkatkan potensi serta kemajuan usahanya dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
- Pengadaan permodalan, mayoritas pengusaha emping jagung memulai usahanya menggunakan modal dengan tabungan sendiri.
- Inovasi hasil produksi, untuk menarik daya minat masyarakat se-bagai konsumen pengusaha emping jagung telah melakukan inovasi terhadap hasil produksinya dengan memberikan berbagai macam rasa dalam produk emping jagung agar masyarakat tidak bosan dan dapat memilih sesuai selera. Inovasi ini terbukti lebih meningkatkan daya. tarik masyarakat dibandingkan produk sebelumnya yang hanya memiliki rasa original saja.
- Perluasan jaringan pemasaran, pengusaha emping jagung telah menggunakan internet sebagai sarana dalam memasarkan hasil produksinya berbekal pelatihan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang serta memasarkan memasarkan ke supermarket, Pusat Oleh-oleh Kota Malang, dan beberapa toko yang dimilikinya. Dari situlah jaringan pemasaran semakin meluas hingga ke kota-kota lainnya.
- Pengadaan sarana dan prasarana produksi, untuk awal dalam membuka usaha emping jagung alat-alat yang digunakan sebagai proses produksi diperoleh dengan melakukan kredit ke pihak lain disebabkan mahalnya harga barang dan minimnya modal karena modal didapat dari tabungan sendiri. Selain itu, pengusaha emping jagung yang sudah berkembang telah memasarkan hasil produksinya ke tokotoko yang mereka miliki sebagai sarana pemasaran.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DALAM MENINGKATKAN OMZET PENJUALAN
ABSTRACT : SMEs through its role are able to expand employment opportunities, become a source of sustainable economic growth, and evenly increase income. In running its business, UKM Bread & Terang Bulan IQ-ZI still experiences various problems, so the purpose of this research is how effective marketing strategies can be to increase sales turnover. The research method uses a qualitative approach. in a home industry called IQ-ZI in the Sukun area of Malang. Data collection was carried out by interviewing informans of 3 people. The tool used is a SWOT analysis on IQ-ZI Bread SMEs. The results of the study found that the strength of this business is still individual, capital in building a small business, marketing directly without going through intermediaries Weaknesses are the lack of competent and deft human resources. Rapid economic development, allowing for opportunities and threats, with technology developing, online sales strategies have not yet been implemented. lack of money and manpower is a barrier to developing a business.
PENDAHULUAN
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebagai salah satu elemen petumbuhan perekonomian yang menempati posisi strategis untuk mempercepat perubahan struktural dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. UKM melalui perannya mampu memperluas penyediaan lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan memeratakan peningkatan pendapatan. Perkembangan dan pengelolaan UKM yang baik dan benar merupakan salah satu pondasi atau dasar untuk bertumbuhnya suatu usaha kecil dan menengah menjadi lebih besar sehingga dapat membantu peningkatan pada perekonomian daerah maupun perekonomian negara. UKM di Indonesia saat ini bertumbuh sangat pesat dan merupakan salah satu penggerak perekonomian rakyat yang berawal dari industri keluarga atau industri rumahan. Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan basis usaha rakyat yang secara mengejutkan mampu bertahan ditengah krisis ekonomi.
Bertambahnya jumlah produsen roti maka bertambah pula jumlah pesaing dalam industri roti tersebut sehingga kondisi ini mengakibatkan terhadap tingkat persaingan yang juga semakin tinggi untuk merebut pangsa pasar. Oleh karena itu, para produsen roti harus mampu merumuskan strategi yang tepat unutk menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga mampu bertahan dalam menghadapi industri roti (bakery). Di daerah Klayatan Sukun sendiri terdapat banyak toko yang menjual roti, hal ini membuktikan bahwa perkembangan usaha roti baik usaha kecil maupun usaha menengah di perkotaan menimbulkan persaingan usaha, sehingga usaha pembuatan roti membutuhkan kemampuan pengelolaan yang baik dalam segi produksi yaitu penggunaan bahan baku, tenaga kerja, dan kemampuan mengelola dan segi pemasaran yaitu pelayanan dan cita rasa roti, di samping itu diperlukan juga strategi pengembangan usaha kedepannya. Dalam menjalankan usahanya, UKM Roti & Terang Bulan IQ-ZI masih mengalami berbagai permasalahan. Masalah-masalah yang dihadapi yaitu produksi yang kurang bervariasi, pemasaran yang kurang meluas, keterbatasan tenaga kerja, dan pendistribusian produk yang belum maksimal.
METODE
Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana dalam penelitian ini lebih menekankan pada makna dan proses daripada hasil suatu aktivitas. Jadi dalam penelitian kualitatif ini bukan hanya menyajikan data apa adanya melainkan juga berusaha menginterpretasikan korelasi sebagai faktor yang ada yang berlaku
meliputi sudut pandang atau proses yang sedang berlangsung. Sedangkan metode penelitian kualitatif menurut Leksono (2013) berdasarkan pada pondasi penelitian, paradigma penelitian, perumusan masalah, tahaptahap penelitian, teknik penelitian, kriteria dan teknik pemeriksaan data dan analisis dan penafsiran data. Di dalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, analisis dan menginterpretasikan kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada. Dengan kata lain penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi mengenai keadaan yang ada (Sugiyono, 2015).
PEMBAHASAN
Pemilik UKM Roti yaitu Mbak nur memulai usaha pembuatan roti pada tahun 2010 ketika membeli rumah beserta propertinya. Saat itu mbak nur mempunyai usaha pembuatan cilok dan terang bulan yg sudah dilakukannya sejak 9 tahun terakhir (mulai tahun 2001). Usahanya sempat mendapat laba paling banyak dalam 3 tahun terakhir, namun pada tahun 2009 beberapa pegawai membawa lari dagangan serta uang setoran sehingga membuat mbak nur melakukan pengurangan karyawan yg awalnya 23 orang menjadi 3 orang. Pemilik usaha Roti IQ-ZI memilih bahan roti yang bagus dan enak. Roti merupakan makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Roti adalah makanan berkabohidrat yang dapat menjadi pengganti nasi sebagai makanan pokok. Karena usahanya meningkat pesat akhirnya mbak nur mempatenkan nama produk menjadi Roti IQ-ZI. Roti IQ-ZI diminati banyak konsumen karena tekstur yg lembut dan roti masih terbilang hangat atau baru. ini dikarenakan mbak nur tidak memiliki outlet sendiri jadi membuat adonan dan roti ketika ada pesanan saja, sehingga tidak menumpuk stok roti dan roti selalu baru.
Peralatan untuk membuat roti ada 3 alat, yang 2 masih berfungsi sedangkan 1 alat sudah rusak dan belum diperbaiki sehingga proses pembuatan masih memakan waktu cukup lama karena keterbatasan peralatan. peralatan belum diperbaiki dan ditambah oleh mbak nur disebabkan biaya yang belum mencukupi untuk membeli peralatan memanggang. Kemasan produk roti yang paling murah yaitu plastik tipis dan hanya digunakan untuk pelanggan yang diberikan kepada karyawan pabrik untuk makan siang dan sehari memproduksi satu kali saja, sedangkan kemasan yang lain yaitu menggunakan kemasan siap pakai yaitu kardus dan mika bundar, sedangkan label sudah dicetak.
PRODUKSI
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai, dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan konsumen. Produk yang ditawarkan UKM ini yaitu Roti Isi dan Terang Bulan dengan harga yang terjangkau dan kualitas produk yang terjaga. Karena produk roti yang diproduksi tidak alot dan enak membuat produk roti ini dapat dikenal konsumen sampai ke luar kota disamping harga yang murah. kurangnya variasi produk membuat roti kurang begitu banyak pilihan, selain itu roti tidak tahan lama dan hanya bertahan 5 hari disebabkan roti diproduksi hanya adanya pesanan saja dan barang tidak stok banyak.
PROMOSI
Promosi yang dimaksud adalah sebuah upaya persuasi (bujukan atau dorongan) untuk mengajak para konsumen maupun calon konsumen untuk membeli (atau menggunakan) produk maupun jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Promosi yang dilakukan Roti IQ-ZI adalah berupa penjualan perseorangan, yaitu model promosi dengan melakukan cara yang mengutamakan keramah-tamahan, pelayanan yang memuaskan serta kualitas roti yang dipertahankan. Selain promosi langsung, pemilik usaha juga menerapkan kebijakan promosi tidak langsung/terselubung seperti membuat kemasan-kemasan
menarik yang bertuliskan nama serta logo tersebut berikut dengan alamatnya dengan harapan dapat dibaca dan dilihat sehingga muncul keinginan untuk memesan kembali, selain itu diharapkan juga dapat menciptakan konsumen baru yang memilih Roti IQ-ZI sebagai produk andalan konsumen tetapi juga menjadi kendala di era digital karena promosi belum sampai menjangkau ke teknologi seperti lewat facebook, instagram,dsb.
MODAL
Modal adalah sekumpulan uang atau barang yang digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Dalam bahasa Inggris modal disebut dengan capital, yaitu barang yang dihasilkan oleh alam atau manusia untuk membantu memproduksi barang lainnya yang dibutuhkan manusia dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Modal eksternal ini umumnya didapatkan dari pinjaman bank, koperasi
atau sumber modal lainnya. Modal eksternal juga bisa didapatkan dari investor yang menanamkan modalnya kepada perusahaan Anda.Modal yang didapatkan untuk memulai usaha yaitu dari menjual mobil pemilik.
KESIMPULAN
UKM saat ini memerlukan banyak terobosan untuk terus meningkatkan pemasaran produk sehingga produk dapat dipasarkan lebih luas dan lebih mudah dari yang sudah ada saat ini. Salah satu dari inovasi tersebut adalah dengan menggunakan teknologi pemasaran yang mampu melewati batas negara dengan mudah, yaitu teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hasil analisis dan alternatif strategi pemasaran pada UKM Roti IQ-ZI, maka disimpulkan bahwa strategi pemasarannya lebih diperluas agar produk roti ini dikenal masyarakat luas serta mempertahankan kualitas dan harganya tetap terjangkau agar pelanggan tidak berpaling ke produk roti lainnya. Dalam menetapkan strategi pemasaran atas produk, produsen mampu memahami produk, harga, promosi, dan saluran distribusi yang dikenal dengan 4P untuk menemukan segmenting, targeting, dan posisitioning dalam proses pemasaran yang akan mereka lakukan. Melihat keunggulan produk dan menemukan taktik dalam proses pembuatan hingga penetapan strategi pemasaran, dimana produsen mampu melihat celah dan titik pola pikir dalam melihat peluang dan sistem pemasaran yang tepat untuk produk yang mereka miliki.
DAFTAR PUSTAKA
Afridhal, M. (2017) Strategi Pengembangan Usaha Roti Tanjong Di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen. Jurnal S. Pertanian 1 (3) Halaman : 223 – 233
Chaniago, Andrianof A., (2001), Gagalnya Pembangunan: Kajian Ekonomi Politik Terhadap Akar 36 Journal of Indonesian Applied Economics Vol. 3 No. 1 Mei 2009, 23-36
Irianti. (2016). Implementasi Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Omzet Penjualan Produk Makanan Ringan (Studi Pada Home Industri Makaroni Goreng Di Desa Pandan Ajeng RT.16/RW.04 Tumpang). Skripsi tidak dipublikasikan. Malang: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Wisnuwardhana.
Khuriyati, T. (2013). Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Omzet Penjualan Pada Industri Kerajinan Monel di Desa Kriyan Kabupaten Jepara. Skripsi. Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi. Fakultas Teknik: Universitas Negeri Semarang
Leksono, S. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Radja Grafindo
Tugas Puisi
“ Hutan Karet “
Daun-daun karet berserakan.
Berserakan di hamparan waktu.
Suara monyet di dahan-dahan.
Suara kalong menghalau petang.
Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan. Berloncatan di semak-semak rindu.
Dan sebuah jalan melingkar-lingkar. Membelit kenangan terjal.
Sesaat sebelum surya berlalu
masih kudengar suara bedug bertalu-talu.



