Oleh: Aini Mashlihatis Syafi’ah (Anggota KKN MDR IPMAFA 2020 Qubbatul Khodro)
Salah satu makhluk ciptaan Tuhan adalah binatang. Banyak sekali jenis binatang di dunia ini dan mereka mempunyai beragam sifat serta perilaku yang berbeda-beda pula.
Namun, dari beberapa perbedaan tersebut setiap jenis binatang memiliki satu rasa yang sama yaitu rasa ingin disayangi, diperdulikan, dan dilindungi baik itu binatang kecil, binatang besar, binatang tidak berbahaya maupun binatang yang berbahaya. Maka dari itu, memang sudah sepatutnya manusia perlu menyayangi dan perduli terhadap binatang karena mereka juga berhak untuk hidup dan berkembang biak dengan bebas.
Kebiasaan menyakiti serta berperilaku buruk terhadap binatang sebagai sebuah kesenangan ini biasanya dimulai dari sejak kecil dan terbawa hingga dewasa nanti. Oleh karenanya, mendidik anak sejak dini untuk bisa menyayangi dan menghargai binatang sebagai sesama makhluk hidup amatlah penting.
Kuatnya rasa cinta dan sayang terhadap binatang bisa dibiasakan dari lingkungan keluarga. Setiap orang tua wajib untuk mengenalkan berbagai macam binatang dan mendidik anak-anak agar memiliki rasa sayang dan rasa perduli terhadap binatang sehingga ia bisa memahami arti menghargai sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Mendidik anak-anak untuk perduli terhadap binatang pun bisa dijadikan sarana untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan terhadap anak. Hal tersebut bisa diperkuat dengan penanaman nilai-nilai kehidupan di sekolah bahwa binatang juga harus dihargai keberadaannya. Tidak sedikit orang tua yang cenderung membiarkan anak menyakiti binatang seperti halnya memukul atau melemparkan sesuatu yang bisa menimbulkan luka pada binatang dengan alasan pemakluman karena mereka masih kecil.
Dalam agama Islam pun manusia diajarkan untuk senantiasa menyayangi binatang yang berpedoman pada prinsip bahwa Islam adalah agama yang membawa kasih sayang serta rahmat bagi seluruh alam semesta.
Nabi Muhammad SAW bersabda (Al-Bukhori, 1422: 2235) yang artinya “Barngsiapa yang tidak belas kasih maka tidak dibelaskasihi” (HR. Al-Bukhori: 5997, Muslim: 2318).
Sahabat Abu Hurairah radhiyallahuanhu juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya “Ketika tengah berjalan, seorang laki-laki mengalami kehausan yang sangat. Dia turun ke suatu sumur dan meminum darinya. Tatkala ia keluar tiba-tiba ia melihat seekor anjing yang sedang kehausan sehingga menjulurkan lidahnya menjilat-jilat tanah yang basah.
Orang itu berkata: “Sungguh anjing ini telah tertimpa (dahaga) seperti yang telah menimpaku.” Ia (turun lagi ke sumur) untuk memenuhi sepatu kulitnya (dengan air) kemudian memegang sepatu itu dengan mulutnya lalu naik dan memberi minum anjing tersebut.
Maka Allah SWT berterima kasih terhadap perbuatannya dan memberikan ampunan kepadanya.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala (bila berbuat baik) pada binatang?” Beliau bersabda: “Pada setiap yang memiliki hati yang basah maka ada pahala.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim).
Melihat penjelasan diatas, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mendidik serta mengajarkan anak untuk menyayangi binatang, sebagai berikut:
Bacakan buku cerita tentang binatang
Orang tua bisa membacakan buku cerita dengan karakter binatang sebelum tidur atau disaat waktu senggang, hal ini diharapkan dapat mendidik anak dalam menumbuhkan rasa sayang terhadap binatang.
Menonton film seputar binatang
Orang tua bisa mengajak anak untuk menonton film seputar binatang sehingga anak dapat mengetahui tentang kehidupan binatang.
– Ajak anak ke kebun binatang
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak anak berlibur ke kebun binatang, hal ini bisa memperkenalkan kepada anak tentang wujud asli binatang.
– Memelihara binatang
Orang tua bisa membeli binatang peliharaan seperti ikan, burung, kelinci, kucing atau lainnya yang bisa jadi tahap pengenalan dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap binatang peliharaannya.
– Memberi contoh
Mungkin awalnya anak bingung harus menyikapi hewan seperti apa dan bagaimana, maka orang tua bisa memberikan contoh yang baik dalam hal meyayangi binatang. Misalnya dengan mengelus hewan, memberi makan dan membersihkan atau memandikannya.
– Bermain dengan binatang
Orang tua bisa mengajak anak untuk bermain dengan binatang. Ajak anak untuk berinteraksi langsung dengan binatang peliharaan dirumah, atau dengan binatang yang ada disekitar rumah seperti kupu-kupu.
(*).




