• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Nuntun Sepeda Onthel

patinews.com by patinews.com
2 Desember 2020
in Kolom
Reading Time: 1 min read
A A
0
Nuntun Sepeda Onthel

Nuntun Sepeda Onthel

144
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Saat berada dihalaman Makam Waliyullah Syaikh Ahmad Mutamakin Kajen atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Mutamakin, tiba-tiba ingatan saya ‘mengembara’ puluhan tahun yang lalu. Ya, sekitar tahun 1985 saat kecil dulu sering melihat orang-orang menuntun sepeda ‘onthel’nya setiap melewati Makam Mutamakin.

Mengapa?, pada awalnya saya kecil dulu tak mengerti apa maksudnya itu. Setelah dijelaskan oleh Bapakku dulu bahwa sikap menuntun sepeda saat melewati Makam Waliyullah sudah biasa dilakukan orang-orang dulu dan itu merupakan tawadlu’, akhlak sopan santun. Ooh…begitu to, gumamku waktu itu.

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Sebuah praktik pembelajaran akhlak sopan santun dari para orang-orang dahulu. Sepertinya sikap ini sudah menjadi karakter baik yang seyogyanya menjadi renungan kita bersama. Dahulu dengan sarana prasarana dan transportasi sederhana, mereka mampu mempraktikkan ‘cara menghormati’ pada yang lebih tua maupun orang mulia.

Barangkali saja nilai-nilai luhur sopan santun tawadlu’ menuntun sepeda ‘onthel’ dianggap biasa saja. Dengan langsung praktik diatas saya kira dampak sikap itu justru mampu menguatkan makna hidup yang sejati. Dengan langkah awal ‘menghormati’ terhadap para orang tua maupun orang mulia seperti salah satunya beliau Mbah Mutamakin, seharusnya menjadi pijakan penting menyemai keluhuran akhlak baik generasi sekarang. Saya kira kita cukup malu dengan semakin terkikisnya kesopan santunan kita.

Kita tidak boleh terus mengatakan “ah ini memang sudah zamannya”. Akhlak baik sudah hilang. Masih ada kesempatan dan waktu untuk.kita sama-sama memperbaiki itu semua. Pelan-pelan dengan niat ikhlas insyaallah bertahap bisa melakukan. Amin.

Kajen Pati, 02/12/2020
Penulis : Imam Muhlis Ali

Tags: berita patikabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
46
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
38
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
82
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
171
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
79
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
67
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.