• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home Kolom

Toleransi Yang Presisi Sebagai Sikap Moderat Yang Tepat

oleh: Ayu Wulandari

patinews.com by patinews.com
30 November 2020
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Toleransi Yang Presisi Sebagai Sikap Moderat Yang Tepat
113
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

Untuk menyeimbangkan sesuatu kita tidak harus selalu membagi sama panjang atau sama besar di kedua sisi yang akan kita timbang, karena bisa jadi tingkat kepadatan benda berbeda atau masa jenis bendanya memang berbeda jauh bila materi penyusunnya tidak sama, itu bila dalam hukum fisika. Dalam hal kehidupan sehari-harinya khususnya yang menyangkut agama atau keyakinan, kita pun bisa menerapkan hukum fisika tersebut agar sikap kita dapat presisi. Alih-alih kita ingin bersikap moderat malah kita bisa bersikap berat sebelah bila tidak mengenali persoalan yang akan kita timbang nanti.

Pada awal tahun 2020 Wahid Institut merilis hasil survey yang meyebutkan bahwa Intoleransi-Radikalisme cenderung mengalami kenaikan. Menurut lembaga survey tersebut ada 0,4 persen atau sekitar 600 ribu dari 150 juta warga Indonesia remaja sampai dengan dewasa yang terpapar paham radikal. Balita tidak masuk dalam survey karena balita dianggap tidak mungkin melakukan tindakan radikal. Seperti itulah singkatnya berita dari Media Indonesia versi daring yang dipublikasikan pada tanggal 18 Januari 2020 yang lalu. Entah apa saja yang dijadikan acuan “radikal” tersebut, yang pasti isu intoleransi di Indonesia oleh media arus utama tanah air disebut-sebut semakin memprihatinkan.

RelatedPosts

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

Seperti yang sudah disinggung pada paragraf pembuka tentang sikap yang presisi, bila kita mau melakukan komparasi kejadian demi kejadian di berbagai wilayah dengan kaca mata yang objektif tanpa sentimen apapun, sebenarnya isu intoleransi itu sendiri tidaklah semenakutkan seperti yang ramai dipemberitaan. Gesekan antar kelompok umat beragama memang benar ada terjadi, akan tetapi ada latar belakang sosial atau konflik kepentingan lain yang melatarbelakanginya.

Bila kita bisa melihat lebih luas secara utuh dalam bingkai negara Kesatuan Republik Indonesia yang wilayahnya membentang dari Sabang sampai Merauke, maka kejadian “gesekan” antar umat beragama yang murni dipicu karena keyakinan boleh dibilang sangat sangat sedikit terjadi.

Kenapa kemudian penulis menghubungkan dengan hasil survey soal Intolerani-Radikalisme pada paragrap kedua di atas? Karena sikap moderat dalam beragama selalu dipandang sebagai antitesa dari pemikiran yang konservatif juga fundamentalis, padahal menurut penulis konflik karena intolerani itu hanya salah satu sebab kecil saja. Atau bisa jadi para pengamat kurang presisi dalam mengambil sudut pandang karena tergesa-gesa atau bisa juga minim informasi.

Sikap moderat yang kurang presisi menurut penulis bisa berisiko menjadi berat sebelah, dan malah justru memperkeruh suasana. Sebagai contoh adalah ketika pernah seorang ustadz yang dalam ceramahnya menyinggung keyakinan agama lain. Yang justru ramai-ramai mempersoalkan adalah sebagian kelompok umat Islam sendiri. Alih-alih mereka membela agama lain yang disinggung oleh si penceramah, malah yang ada timbul gap atau dua kutub yang pro dan kontra.

Yang pro beralasan bahwa merupakan suatu kewajaran bila dalam agama tertentu pemuka agamanya berceramah kepada jamaah bahwa agama yang dianut adalah yang benar, dan agama lain adalah salah. Selama ceramah itu terjadi di majlis mereka sendiri bukan di depan umum maka itu adalah sah-sah saja. Kemudian yang kontra dan mempersoalkan ceramah yang dianggap terlalu fundamendalis dan intoleransi itu tetap saja salah, karena di era digital ini rekaman ceramah tersebut bisa menjadi konsumsi publik.

Kecenderungan sikap moderat yang porsi kritiknya terhadap pemikiran fanatisme lebih banyak dibanding kritiknya kepada pemikiran yang liberal sangat berisiko memperbesar gap atau jurang pemisah antara kelompok, karena mereka yang masih atau memang secara sadar memilih memahami agama secara konservatif merasa tidak dibela dan menganggap kelompok moderat adalah musuh ideologinya juga.

Pemikiran dan sikap yang moderat harus bisa merangkul semua kelompok. Memberikan tambahan wawasan kepada mereka yang masih sempit pemahaman, dan menyadarkan mereka yang terlalu bias dalam pemikiran. Sikap moderat tidak akan pernah bisa berhasil menjadi penengah bila memihak pada salah satu: boleh atau tidak, benar atau salah, wajib atau haram. Sikap moderat harus selalu mengampanyekan sekaligus mengedukasikan toleransi yang presisi. Toleransi yang menerima perbedaan atau pilihan pemikiran, sekaligus mengajarkan cara-cara yang elegan untuk mengekspresikan keyakinan dan sikap yang berbeda.

Oleh:
Ayu Wulandari
Kkn Mdr Baraka
Institut Pesantren Matholi’ul Falah

Tags: berita patiipmafakabar patipatipati hari inipatinewssuara patiwarta pati
patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kolom

Menilik Manuskrip Al-Qur’an di Museum Masjid Agung Demak

4 Juni 2025
43
Kolom

Mushaf Al Qur’an No 7 Museum Masjid Agung Demak: Warisan Budaya dari Demak

2 Juni 2025
36
Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus
Kolom

Analisis Manuskrip Mushaf Ponpes Al-Yasir Jekulo Kudus

28 Mei 2025
68
Kolom

KODIKOLOGI MUSHAF AL-QUR’AN DI MASJID JAMI’: KAJIAN NASKAH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM

12 Mei 2025
168
Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka
Kolom

Pentingnya Sekolah Mendorong Gerakan Pramuka

2 September 2024
74
ilustrasi akuntansi perencanaan keuangan dok freepik.com
Kolom

5 Profesi Menarik yang Bisa Ditekuni Lulusan Akuntansi

8 Juli 2024
66
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Polisi Bubarkan Balap Liar di JLS Pati, 7 Remaja Diamankan, Mobil Berisi Miras Disita
  • Karina Moudy, dari Pati Resmi Terpilih Jadi Puteri Indonesia Pariwisata 2026
  • Rotasi Strategis Polres Rembang: Sejumlah Pejabat Utama Bergeser, Kinerja Organisasi Diperkuat
  • Sekolah Roboh di Mencon Pucakwangi, Pemkab Pati Percepat Pembangunan Kembali
  • Upacara Sertijab dan Kenal Pamit Pejabat Utama Polres Rembang Berlangsung Khidmat
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist