
Patinews.com – Jaken, Mungkin belum banyak warga Kabupaten Pati yang mengetahui jika Indonesia kini memiliki laboratorium pengukur emisi Gas Rumah Kaca (GRK) untuk lahan sawah terbesar di dunia, bahkan satu – satunya di Asia tenggara.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) yang berlokasi di Jaken, Pati ini telah berhasil mengembangkan alat pengukur emisi GRK secara otomatis tersebut. Keberhasilan ini merupakan upaya mewujudkan visinya yaitu menghasilkan informasi dan teknologi mitigasi emisi GRK dari lahan pertanian secara cepat, tepat, dan akurat. Metode-metode pengukuran emisi GRK dari lahan pertanian, terutama dari lahan padi sawah pun berhasil dikembangkan.
Hari ini, (Jum’at, 3 Februari 2017), Dandim Pati, Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, S.sos berkunjung ke Balingtan Jaken.
Bertempat di ruang kerja Kepala Balingtan, Dr. Asep Nugraha Ardiwinata, M.si didampingi oleh Kasub Bag TU Sudarto,SE menyambut kunjungan dari Dandim 0718/Pati tersebut.
Tampak sangat akrab beliau berdua berbincang-bincang seputar dunia pertanian yang sambil sesekali diselingi dialog khas jawa barat, yang kebetulan beliau berdua berasa dari daerah Jabar.
Sambil mempersilahkan Dandim mencicipi secangkir kopi Luwak hangat dan kue brownis yang lezat hasil buatan dan kreasi karyawan dan pegawai Balingtan, Kepala Balingtan menerangkan dan memaparkan tentang kondisi dan apa saja yang dimiliki oleh Balingtan yang nota bene adalah Balai penelitian yang memiliki tugas meneliti lingkungan pertanian.
Kepala Balingtan menerangkan bahwa areal lahan di balingtan seluas 32 Ha dan memiliki karyawan/pegawai sebanyak 70 orang.
“Kami memiliki tugas titik berat adalah Pajale disamping itu juga titik berat penelitian kami adalah, Penelitian GRK (Gas Rumah Kaca), Penelitian pencemaran logam berat dan pencemaran dari pestisida. Yang kita miliki Lab GRK adalah satu-satunya di Asia Tenggara”, terang Kepala Balingtan Jaken.
“Kami juga setiap hari mendapatkan kunjungan dari stakeholder, pelajar, dari Gapoktan, Poktan dan dari dinas pertanian yang ingin mengetahui tentang pertanian dan penelitian, yang diharapkan Balingtan adalah balai yang bertugas juga menyiapkan TSP (Taman Sains Pertanian) yang fungsinya untuk mempermudah pok tani melihat tehnologi tersebut, TSP yang ada di Indonesia hanya 16 buah yang salah satunya adalah di kecamatan Jaken, beruntunglah masyarakat Jaken ini kalau bisa memanfaatkan keberadaan Balingtan ini sebagai pusat kajian dan tehnologi pertanian”, sambut kepala Balingtan.
Dandim 0718/pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, S.Sos sangat berterimakasih atas sambutan yang hangat dari kepala balingtan beserta staf.
“Kami sekarang selain tugas pokok kami sebagai TNI di bidang pertahanan, TNI juga diminta untuk mengawal Upsus Pajale yang bertujuan untuk mensukseskan ketahanan pangan dan swasembada pangan Nasional, disamping itu juga kami siap membantu masyarakat apabila ada musibah yang terjadi,seperti contoh waktu kecamatan jakenan Desa karangrowo yang petaninya mengalami kesusahan karena sekitar 30 Ha padi siap panen terendam banjir,ini apabila dibiarkan akan sangat merugikan petani,kasihan sekali, kami juga menyoroti tentang ahir-ahir ini harga cabe yang mengalami fluktuasi,dari dulu sampai sekarang berkelanjutan terus tanpa adanya penyelesaian,jadi saya berharap bapak kepala balingtan bisa membantu para petani dalam mengatasi permasalahan yang timbul”, Ujar Dandim.
Setelah acara bincang sejenak di ruang kerja,kepala balingtan mengajak Dandim berkeliling menggunakan kendaraan khusus yang dirancang untuk Tour keliling seputar lingkungan perkantoran, lahan pertanian, peternakan, Laboratorium dan sarana yang dimiliki oleh Balingtan. (Patinews.com/ hl)






