Uang panai dalam tradisi masyarakat Sulawesi Selatan diartikan sebagai uang belanja yang diberikan oleh calon suami kepada calon istrinya. Uang panai ini diberikan sebagai simbol terima kasih kepada orang tua mempelai wanita.
Mengetahui bagaimana fungsi uang panai sebagai uang penghargaan, lantas, bagaimanakah anak muda Makassar memberikan tanggapan tradisi uang panai ini?
Minggu (02/01/2022) kemarin, menyambut tahun baru 2022, kami mewawancarai anak muda Makassar mengenai tanggapan mereka mengenai tradisi turun-temurun uang panai. Fiqih Arrafi mengatakan bahwa uang panai itu salah satu beban bagi sebagian orang.
“Uang panai itu salah satu beban anak muda bagi sebagian orang, karena ada biasa ta’liwa (keterlaluan) sekali panainya, bagus ji kalau banyak dia (calon istri) bisai, kalau karena garis keturunan ji kayak misal dipandang besar nama keluarganya sama orang, baru tidak bisa ji apa-apa ”, tuturnya saat ditanyai opini mengenai uang panai.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa uang panai tidak perlu dilestarikan.
“Sebenarnya, (uang panai) nda perlu dilestarikan, yang penting itu tanggung jawabnya (laki-laki)”.
Meskipun tidak perlu dilestarikan, Fiqih juga mengatakan bahwa tradisi uang panai bisa jadi motivasi bagi laki-laki yang hendak melamar perempuan Makassar.
“Tradisi uang panai bisa jadi motivasi untuk laki-laki, kalau memang jatuh hati betul itu laki-laki pokoknya berusaha terus, sekalipun mungkin panggung yang remuk karena kerja”, ucapnya mengakhiri.
Pemuda Makassar lain bernama Dahril mempunyai tanggapan berbeda. Sebagai pemuda Makassar, Laki-laki berusia 21 tahun itu setuju dengan tradisi yang turun-temurun tersebut, ia menganggap uang panai sebagai bentuk keseriusan laki-laki terhadap calon istrinya.
“Kalau saya iya, agak setujua (dengan uang panai),uang panai itu bukti keseriusan laki terhadap keluarga perempuan”, katanya.
Dahril juga menuturkan bahwa tradisi uang panai wajar jika dilestarikan, karena merupakan ciri khas adat Bugis Makassar, dan merupakan tradisi turun-temurun yang susah untuk dihilangkan. Menurutnya, uang panai bisa jadi motivasi bagi pemuda Makassar untuk lebih giat bekerja, kecuali ia hidup di keluarga berada.
“Karena kalau mau dihilangkan, susahki karena sudah jadi ciri khat adat Bugis Makassar, uang panai juga bisa jadi motivasi untuk laki-laki , tapi ada tong yang andalkan harta keluarga, cari aman”, ucapnya mengakhiri.
*Intania Annisa Gita