
Tumpukan Sampah, Biang Keladi Meluapnya Kali Gilis Pati Kota
PatiNews.Com – Kota, Tumpukan sampah di aliran sungai desa Sugiharjo tepatnya di dukuh Gilis Kecamatan Pati biang keladi terjadinya banjir yang menyebabkan tanaman padi serta sebagian pemukiman menjadi tergenang.
Sampah yang didominasi batang serta ranting pohon-pohon yang terbawa dialiran sungai dari hulu sungai sering membuat resah warga dukuh Gilis, tak jarang pada tahun kemarin mereka harus merugi Karena tanaman padi serta pemukiman juga tergenang diakibatkan oleh banyaknya sampah yang menumpuk sehingga air luber serta meluap ke daerah sekitar aliran sungai.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, mulai pukul 14.00 wib siang tadi sabtu (04 Januari 2020) sekitar 90 orang relawan yang berasal dari gabungan TNI Koramil 01/Pati, Anggota Polsek Pati, perangkat desa Sugiharjo, Komunitas Jeep Pati, Anggota DPU Pati, dan masyarakat dukuh Gilis desa Sugiharjo bergotong royong membersihkan serta mengangkat sampah yang menyumbat aliran sungai tersebut.
Dengan menggunakan alat seadanya, pelan tapi pasti, para Relawan gabungan dari berbagai unsur ini berhasil mengangkat sampah sebanyak satu unit truk yang diangkut menggunakan kendaraan milik DPU Kabupaten Pati.
Tak tanggung-tanggung, Danramil 01/Pati Kapten Inf Yahudi, S.Sos dan Kapolsek Pati Iptu Sahlan memimpin langsung dan ikut terjun ke sungai.
Dalam kesempatan itu, Kapten Inf Yahudi, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu sinergitas yang sudah berjalan baik di wilayah Kecamatan Pati dalam penanggulangan bencana antara TNI, Polri, Instansi terkait, Komunitas dan warga Masyarakat.
“Komunikasi serta Koordinasi yang sudah baik disemua sektor akan mempermudah serta mempercepat tindakan dilapangan,” kata Kapten Yaho panggilan akrab Danramil Pati itu.
“Sampah yang menumpuk di aliran sungai seperti di sungai dukuh Gilis ini kerap terjadi, apalagi kalau baru masuk musim hujan, pasti ranting pohon, bahkan pohon besarpun turut terbawa aliran sungai dari arah Hulu,” lanjutnya.
“Alhamdulillah dalam waktu sekitar dua jam setengah berkat kerja keras kita semua, sampah dapat terangkat sehingga aliran sungai manjadi lancar,” pungkas Kapten Yaho. (pn/ Snpt)





