PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, meminta para camat dan kepala desa penerima bantuan keuangan (bankeu) segera bergerak menindaklanjuti hasil sosialisasi pembangunan sarana dan prasarana desa agar proyek fisik tidak mengalami keterlambatan.
Menurut Joni, percepatan pelaksanaan pembangunan menjadi hal penting karena waktu pengerjaan proyek semakin terbatas. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menunda proses administrasi maupun persiapan teknis di lapangan.
“Setelah sosialisasi ini jangan hanya selesai di ruangan. Semua harus langsung bergerak supaya pekerjaan fisik bisa segera dimulai,” ujar Joni.
Politisi Partai Demokrat itu menegaskan bantuan keuangan desa harus dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Karena itu, proses pelaksanaan proyek juga harus dilakukan secara matang dan sesuai aturan yang berlaku.
Ia meminta pemerintah desa lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan agar anggaran yang dikucurkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Jangan sampai anggaran besar tetapi hasilnya tidak dirasakan warga. Infrastruktur desa harus menjadi penunjang aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat,” katanya.
Selain percepatan, Joni juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pembangunan. Ia menegaskan pemerintah daerah kini mulai menerapkan standar pembangunan yang lebih baik, termasuk penggunaan hotmix dan cor beton pada pembangunan jalan desa.
“Kualitas harus dijaga. Jangan lagi ada pembangunan yang cepat rusak karena masyarakat sekarang sudah sangat kritis terhadap hasil pekerjaan pemerintah,” tegasnya.
Joni menambahkan, DPRD Kabupaten Pati akan terus melakukan monitoring terhadap pelaksanaan bantuan keuangan desa agar seluruh proyek berjalan sesuai perencanaan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Kami ingin pembangunan desa di Kabupaten Pati benar-benar maju dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.






