Oleh : Farida Dewi Isnaini
Mahasiswa Kkn Mdr Akhtara Ipmafa
Ilmu Pendidikan dalam Islam mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, karena didalamnya banyak pihak-pihak yang ikut terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung. Objek ilmu pendidikan islam adalah bagaimana situasi pendidikan yang terdapat pada dunia pengalaman. Diantara objek atau ilmu pendidikan islam dalam situasi pendidikan islam:
a. Perilaku Mendidik Diri Sendiri
Sikap atau tindakan menuntun, membimbing,memberikan pertolongan dari seorang pendidik kepada anak didik untuk menuju ke tujuan pendidikan islam.
b. Anak didik
Pihak yang merupakan objek terpenting dalam pendidikan. Hal ini disebabkan perbuatan atau tindakan mendidik itu diadakan atau dilakukan hanyalah untuk membawa anak didik ke arah tujuan pendidikan islam yang di cita-citakan.
c. Dasar dan tujuan pendidikan Islam
Yaitu landasan yang fundamental serta sumber dari segala kegiatan pendidikan islam ini dilakukan. Maksudnya pelaksanaan pendidikan islam yaitu arah kemaana anak didik akan dibawa.
d. Pendidik
Yaitu subjek yang melaksanakan pendidikan islam. Pendidik ini mempunyai peran penting karena berpengaruh kepada baik atau tidaknya hasil pendidikan islam.
e. Materi pendidikan islam
Yaitu bahan – bahan atau pengalaman – pengalaman belajar ilmu agama islam yang disusun sedemikian rupa untuk disajikan kepada anak didik.
f. Metode pendidikan islam
Ialah cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan bahan atau materi pendidikan islam agar materi pendidikan islam tersebut dapat dengan mudah diterima oleh anak didik.
g. Evaluasi pendidikan
Yaitu memuat cara – cara bagaimana mengadakan evaluasi atau penilaian terhadap hasil belajar anak didik.
h. Alat – alat pendidikan islam
Yaitu alat – alat yang dapat digunakan selama melaksanakan pendidikan islam agar tujuan pendidikan islam tersebut lebih berhasil.
i. Lingkungan sekitar
Yang dimaksud ialah keadaan – keadaan yang ikut berpengaruh dalam pelaksanaan serta hasil pendidikan islam.
Dalam kondisi pandemi COVID-19 yang sudah mulai memasuki era transisi new normal ini, tidak mengurangi semangat anak-anak dalam belajar mengaji di Taman Pendidikan Quran (TPQ). Tentunya, dengan tetap mengikuti aturan pemerintah yaitu menerapkan protokol kesehatan yang di antaranya memakai masker dan faceshield, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah mengaji.
Suasana TPQ Al-Mubarok di Desa Jrahi Gunungwungkal Pati tampak sepi dalam beberapa minggu terakhir. Karena biasanya, setiap siang sampai sore hari di tempat tersebut selalu ramai dengan suara riuhan anak-anak setempat yang belajar mengaji. Sejak adanya dampak pandemi COVID-19 ini, pihak pengurus TPQ telah sepakat memindahkan tempat mengaji anak-anak yang semula di gedung kemudian dialihkan ke rumah gurunya masing-masing.
Salah satu alasan utama mengapa mengalihkan tempat mengaji anak-anak adalah untuk mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah dengan cara menghindari kerumunan masa agar memperkecil kemungkinan menyebarnya virus corona yang masih mewabah ini. Mengingat akses kesehatan yang jangkauannya cukup jauh, maka dari itu penerapan protokol kesehatan sangat ketat terutama pada anak-anak agar meminimalisir terjangkitnya virus corona.
Setiap anak-anak yang belajar mengaji di rumah gurunya, diwajibkan memakai masker, face shield, dan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke rumah gurunya dan sebelum pulang ke rumahnya masing-masing. Kemudian, dalam penerapan physical distancing atau jaga jarak yaitu dengan mengatur jadwal kegiatan belajar mengaji menjadi 2 shift. Setiap shift ada sekitar 10 – 15 anak yang bergantian belajar mengaji. Setiap kali pergantian shift belajar mengaji dijeda sekitar satu jam. Sehingga, dalam proses belajar mengaji bisa menjadi lebih efektif dan juga tetap mematuhi protocol kesehatan. Pada awalnya, anak – anak merasa agak kesulitan ketika harus membiasakan memakai masker dan face shield karena sebelumnya memang belum terbiasa. Tetapi, lama – kelamaan hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi anak – anak dalam belajar mengaji. Mereka tetap antusias dan semangat dalam belajar mengaji meskipun dalam suasana yang berbeda di masa pandemic.
