Teror Tuyul di Jaken, Warga Kehilangan Uang 50 Ribu Hingga Jutaan Rupiah
JAKEN, PATINEWS.COM
Ditengah kondisi yang sangat sulit seperti sekarang ini, ketangguhan serta kesabaran sebagai manusia yang beragama sedang diuji. Pandemi Covid-19 sudah kurang lebih tiga bulan menghantam kita sehingga mengakibatkan semua sektor hampir mengalami kelumpuhan.
Semua orang kebingungan, terutama para pekerja harian, dunia usaha banyak yang gulung tikar karena mengalami kebangkrutan sehingga mendorong orang-orang yang tidak kuat menahan godaan tergiur dengan cara-cara instan untuk mendapatkan uang seperti melakukan tindak kejahatan, baik itu kejahatan terang-terangan maupun kejahatan yang bersifat terselubung (Ghaib).
Seperti yang telah diceritakan beberapa sumber yang tidak ingin disebutkan namanya saat kami temui di hari Sabtu (06/06) disalah satu desa di Kecamatan Jaken tepatnya di desa Sukorukun yang pernah mengalami teror “Tuyul” sehingga meresahkan warga desa tersebut.
Ternyata sudah banyak yang menjadi korban kehilangan uang, bukan hanya di desa Sukorukun saja namun desa –desa sekitar juga banyak yang menjadi korban sosok Tuyul tersebut, mulai dari pecahan Rp. 50.000, pecahan Rp. 100.000 bahkan ada juga yang sampai kehilangan sampai jutaan. Memang dijaman serba digital seperti sekarang ini alangkah naifnya apabila mempercayai hal seperti itu, namun ini dialami bukan satu atau dua orang saja tapi sudah banyak yang mengalami kehilangan uang secara misterius.
Bahkan beberapa orang di desa itu sudah ada yang pernah melihat penampakan sosok mahluk ghaib yang digambarkan seperti anak kecil berkepala botak dengan mengenakan celana (Popok) dari kain putih. Sebut saja salah satu warga tersebut bernama Bunga (46) yang pernah bertemu tanpa sengaja bahkan hampir saja menabrak sosok ghaib tersebut karena tiba-tiba melintas saat dia mengayuh sepeda selepas magrib pada saat hendak pulang dari rumah orang tuanya.
Kontan saja, setelah sadar bahwa yang dia lihat bukan anak manusia, Bunga balik kanan kembali kerumah orang tuanya dan tidak berani pulang sendiri kerumahnya dan minta kepada salah satu saudaranya untuk mengantarkan pulang kerumah. Namun alangkah kagetnya, setelah sampai dirumah ternyata uang hasil penjualan ayam hilang satu lembar pecahan seratus ribu. Mendengar kejadian tersebut tetangga dekat korban juga berinisiatif melihat isi dompetnya masing-masing, dan ternyata salah satu tetangga dekatnya juga mengalami kehilangan uang pecahan seratus ribu hasil dari kerja sebagai buruh tani selama beberapa hari raib tidak tahu kemana.
Kejadian serupa juga banyak sekali dialami oleh warga yang lain, hal ini diketahui dari cerita mulut kemulut dan saat dikonfirmasi kejadian tersebut kepada korban juga membenarkannya.
Disini tim redaksi hanya ingin mengajak kepada para pembaca agar selalu menguatkan iman,saling menjaga serta peduli kepada saudara serta tetangga, dan tentang kebenaran kejadian ini kita kembalikan saja kepada Allah. Setelah membaca tulisan ini harapannya apabila memang ada orang yang memepergunakan media ghaib untuk mencari uang, kita doakan saja agar cepat sadar dan bertaubat, dan kepada para korban agar dijauhkan dari segala prasangka buruk.
Semoga pandemi ini cepat berakhir sehingga teror “Tuyul” juga cepat sirna bersama hilangnya Corona, “Wallahu a’lam bishshawabi”. (Snpt/ PN)







