Strategi UMKM Pada Masa Pandemi

Oleh: Khonsa Fadhilah Jahro (S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sultan Agung Semarang)

 

Abstrak : Pada masa Pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi perekonomian yang ada di  Indonesia terutama Usaha Mikro Kecil Menengah atau biasa disebut UMKM. UMKM adalah  sebuah bisnis yang dijalankan individu atau badan usaha kecil. UMKM memiliki peran yang  sangat penting dalam perekonomian Indonesia, karena dengan adanya UMKM ini dapat  membuka banyak lapangan pekerjaan sendiri sehingga mengurangi meningkatkan  pengangguran di Indonesia. Sehingga pemerintah benar-benar mendukung adanya usaha  mikro kecil menengah ini. tentunya pemerintah memiliki peran yang sangat penting juga  dalam strategi yang digunakan untuk mengatur kebijakan dalam upaya memberikan  kesejahteraan dan adil di masyarakat.  

Kata Kunci : UMKM, Pandemi Covid-19, Strategi Pemerintah 

PENDAHULUAN 

Pandemi Covid-19 ini menyebabkan banyak karyawan yang di PHK karena  pengurangan karyawan akibat menurunnya pendapatan pada suatu bisnis. Disamping itu juga  Pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah atau disebut  juga dengan UMKM. Berkurangnya aktivitas masyarakat menyebabkan menurunnya  penjualan sehingga UMKM dapat kerugian besar dalam bisnisnya. Karena penjualannya  menurun maka modal yang digunakan juga terhambat sehingga usaha tersebut bisa bangkrut  karena tidak memiliki modal. Keterbatasan bahan baku juga menjadi masalahnya karena  pabrik mengurangi produksi akibat pandemi covid-19.  

Disaat Pandemi Covid-19 ini kita harus benar-benar jeli dalam mengambil keputusan  sebab jika tidak kita akan mengalami kerugian yang cukup besar dan akan kehilangan  lapangan pekerjaan. Seluruh permasalahan keuangan harus testruktur agar dapat dilihat mana  yang mengalami kerugian dan mana yang mendapat keuntungan. Dibutuhkan strategi yang  baik dan benar agar usaha kita tetap lancar pada masa pandemi ini.  

TINJAUAN PUSTAKA 

Strategi bisnis adalah rencana strategi yang terjadi pada tingkat divisi dan  dimaksudkan bagaimana membangun dan memperkuat posisi bersaing produk dan jasa  perusahaan dalam industri atau pasar tertentu yang dilayani divisi tersebut. (Hariadi, 2003:34)  

Menurut Mulyono (2012:24) strategi bisnsi adalah arah atau jalan yang akan  ditempuh suatu organisasi dalam rangka menjalankan misi bisnis guna mencapai visi  bisnisnya. Selanjutnya Cravend dalam Tripomo (2005,37) mengatakan bahwa strategi bisnis  merupakan sarana organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuannya. 

Jaewono (2012:3) mengatakan bahwa strategi bisnis adalah strategi mencapai tujuan  yang sering dianalogikan dengan strategi catur, yang dimana sistematika berfikir, penyusunan  rencana, kesigapan melangkah, keberanian mengambil resiko, dan gairah untuk  memenangkan pertandingan merupakan beberapa karakteristik permainan catur yang relevan  dengan praktik pengelolaan bisnis.  

Dari definisi-definisi diatas dapat disimpulakan bahwa strategi bisnis merupakan hal  yang sangat penting yaitu tindakan yang diambil perusahaan untuk mencapai tujuan bisnisnya  dan menjadi kompetitif di industrinya. 

PEMBAHASAN 

Pertama, penulis memaparkan temuan dan pembahasan studi UKM yang dijadikan  referensi: Pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi tantangan bagi dunia usaha,  namun di sisi lain merupakan peluang dan potensi yang sangat besar untuk meningkatkan  efektivitas pemasaran. Pelaku UMKM harus mampu mengikuti tren pasar yang terus berubah  dan berinovasi menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan efektivitas pemasaran  UMKM. Strategi inovasi pemasaran merupakan strategi fungsional yang diterapkan oleh  UMKM dengan menerapkan produk-produk berkualitas tinggi, desain yang unik dan  kemasan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Kami menyediakan pesanan khusus  (custom) dan metode penjualan dengan menggunakan kemajuan teknologi. Tantangan lain  yang dihadapi usaha kecil adalah manajemen, keuangan dan akuntansi.  

Beberapa tantangan yang dihadapi UKM dalam mengembangkan inovasi antara lain  kurangnya modal kerja, kurangnya keterampilan kewirausahaan, dan terbatasnya jaringan  distribusi. Kebijakan dan sistem pendukung instansi pemerintah perlu ditingkatkan dengan  partisipasi aktif para pengambil kebijakan untuk kepentingan UKM. Selain itu, peran  pemerintah harus mengatasi tantangan pendidikan dan bisnis, termasuk model pembelajaran  yang berfokus pada pengembangan keterampilan kreatif, sosial dan emosional.  

Berdasarkan temuan kajian tantangan dan peluang UKM di atas, maka dilakukan analisis  SWOT, yang dapat dijelaskan sebagai berikut.  

  1. kekuatan  

harga relatif murah  

kualitas produk bagus  

Produk unik, lokal dan beragam  

  1. Kelemahan 

modal kerja terbatas  

Kurang profesional dalam pengelolaan bisnis dan keuangan  

Tidak ada pola pikir non-optimis, atau pola pikir berkembang.  

Secara umum, UMKM masih melakukan pemasaran offline yang membatasi  jangkauannya pada populasi yang lebih besar.  

Model kemasan tidak distandarisasi sesuai protokol kesehatan.  

Peralatan produksi yang ada sederhana  

  1. Peluang  

Melayani target pasar yang luas menggunakan e-commerce atau bisnis online  pajak yang relatif rendah  

dukungan pemerintah  

Promosi melalui media sosial atau online, mengurangi efektivitas biaya promosi  Banyak perkembangan teknologi baru yang membuka peluang untuk inovasi bisnis.  

  1. Ancaman  

Naiknya harga bahan atau biaya produksi  

Persaingan semakin ketat dan semakin banyak pesaing yang muncul.  Daya beli masyarakat menurun  

Mengubah perilaku konsumen saat berbelanja online  

Strategi Pemasaran UMKM yang relevan:  

Strategi pertama adalah bahwa usaha kecil dapat beradaptasi dengan perubahan pasar,  perilaku konsumen dan kemajuan teknologi. Adaptasi merupakan strategi yang paling  penting untuk menghadapi perubahan dalam kehidupan sehari-hari baru dunia usaha,  terutama usaha kecil. Seperti biasa, dalam bisnis baru, UMKM berada dalam kondisi normal  baru. Dalam gaya hidup new normal, UKM harus segera beradaptasi dan melakukan kegiatan  komersial sesuai protokol kesehatan Covid-19 untuk mengevaluasi peluang yang ada.  

Usaha kecil yang bertahan biasanya membutuhkan pelatihan dan kepemimpinan baru  karena mereka dapat beradaptasi dengan banyak perubahan di dunia bisnis. Dari penjualan  offline hingga penjualan online, penjualan produk tertentu dan produk yang saat ini banyak 

diminati (trend). Sektor bisnis dapat menemukan solusi melalui teknologi, inovasi dan  investasi. Selain itu, kami mengatasi dampak lingkungan dan sosial yang negatif melalui  rantai nilai dan rantai pasokan operasi bisnis kami.  

Dalam standar baru ini, strategi UMKM adalah fokus pada bisnis online mengingat  era new normal yang telah membawa perubahan pada jalur distribusi online yang didorong  oleh perubahan perilaku konsumen… khususnya COVID- 19 pandemi Dalam situasi di mana  aktivitas di luar rumah menjadi tidak mungkin karena krisis, konsumen mencari produk di  pasar karena jarak sosial, dll. Saat ini banyak toko yang biasanya melakukan bisnis offline  dan buka online, namun mereka menggunakan marketplace sebagai media online.  

UMKM dapat menggunakan strategi promosi di pasar negara berkembang. Channel  online yang dapat membantu UMKM mempromosikan produknya saat ini (misalnya  Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blibley, Shopy, dll). Akibatnya, usaha kecil harus  memanfaatkan perubahan perilaku konsumen ini dengan mengalihkan fokus penjualan  mereka ke saluran online. UKM diharapkan dapat mempertahankan atau meningkatkan  penjualannya melalui jalur distribusi online.  

Pelaku UMKM harus mengintegrasikan usahanya dengan unit usaha lain, misalnya  dengan pengiriman barang dalam kota, antar kota, antar negara, via gosent, Grab, dll.  UMKM dapat diintegrasikan ke dalam sistem berikut: Komunikasi cepat dengan pelanggan  bahkan jika Anda tidak dapat bertemu langsung dengan mereka. UMKM bisa menggunakan  WhatsApp, Tik Tok, Instagram, Line, Facebook, Telegram dan lainnya. UMKM perlu  mengintegrasikan sistem pembayarannya dengan sistem transfer bank, dompet elektronik  (Dana, Ovo, dll) dan sistem cash delivery (COD).  

Usaha kecil perlu melakukan segmentasi pasar dan memilih target pasar yang tepat.  Segmentasi pasar didasarkan pada faktor-faktor. Demografis, geografis, pendapatan,  sosiologis, psikologis/psikologis. Definisi atau pemilihan target pasar harus didasarkan pada  sumber daya yang dimiliki oleh entitas UMKM, identitas produk, siklus hidup atau  keberlanjutan produk, identitas pasar, dan strategi pemasaran pesaing. 

Usaha kecil harus secara konsisten menjaga kualitas produk yang terbaik. Di sisi lain,  penetapan harga dapat dilakukan tergantung pada keadaan dan tujuan usaha UMKM tersebut.  Secara umum, UMKM harus mempertimbangkan faktor-faktor ketika menentukan tingkat  harga. Target pasar, tingkat penawaran dan permintaan, tingkat persaingan, biaya produksi  dan daya beli penduduk.  

Menyikapi pandemi COVID-19, di mana perilaku konsumen menyerukan perubahan  kemasan yang aman dan nyaman, protokol kesehatan menyerukan perubahan kemasan,  terutama saat menggunakan jasa pengiriman untuk mengirimkan barang. contoh; Pelaku  usaha kuliner yang menggunakan jasa pengiriman untuk mengirimkan produk sebaiknya  mengubah kemasannya agar jasa pengiriman lebih mudah diangkut, memastikan produk yang  diterima konsumen tidak rusak, lebih tahan lama saat dikirim dalam jarak jauh atau jauh, dan  mengurangi pengemasan. 

Usaha kecil dapat memanfaatkan era digital dan menyederhanakan promosi dan iklan  produk mereka. Biaya beriklan secara online melalui media sosial relatif lebih rendah  dibandingkan dengan biaya beriklan secara offline dan online melalui media sosial.

Exit mobile version