Sorban Putih Termasuk Pakaian Taqwa yang Bernilai Ibadah

Sorban Putih Termasuk Pakaian Taqwa yang Bernilai Ibadah

Oleh Ali Musyafak

Kepala MTsN 1 Pati

Banyak teman saya yang di saat musim haji mereka titip salam kepada Rasulullah, titip doa di tempat-tempat mustajab, titip karpet yang bagus, titip emas, dan titip yang lainnya yang aneh- aneh sampai ada yang titip minyak hajar aswat yang asli bahkan ada yang titip hajar jahannan. Berbeda dengan teman saya yang satu, Udin namanya, dia tidak menyebut titip ini dan itu, namun dia hanya menyebut satu pesanan, yaitu titip sorban putih. Setelah saya tanya, “kenapa kok pesan sorban putih?” ia pun menjawab singkat, “Insya Allah itu yang sangat kami butuhkan dan sangat bermanfaat dalam ibadah kami”.

Setelah saya telusuri lebih jauh, ternyata yang dikatakan Udin tidak salah, karena sorban termasuk pakaian/hiasan yang sangat dianjurkan Allah untuk dipakai terutama di saat shalat. Sebagaimana firman-Nya di surat Al A’raf : 26 yang artinya kurang lebih “Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk menjadi perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat”. Ada salah satu ahli tafsir yang berpendapat, yang dimaksud pakaian takwa adalah pakaian surga, dan sorban termasuk di dalamnya.

Sorban atau serban (Arab; imamah) adalah sehelai kain panjang yang digunakan untuk menutupi sebagian atas kepala dan dianggap suci serta tidak boleh dipakai untuk sembarangan. Rasulullah SAW. bersabda sebagaimana dikutip oleh Imam Jalaluddin Asy Syuyuthi dalam Lubab al Hadist : “Sorban-sorban itu mahkota Arab, maka apabila mereka memakainya, mereka memakai kemuliaan mereka”.

Setelah saya perhatikan, banyak para ulama’ Indonesia memakai sorban, mulai dari pejuang kemerdekaan termasuk di dalamnya wali songo, pangeran diponegara, sampai Hadrotu Syech Hasyim Asy’ari pendiri dan pemilik Nahdlatul Ulama (NU) dan KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, KH. Raden Asnawi Kudus, sampai dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin dengan Az-zahirnya juga memakai sorban.

Memang sorban adalah mahkota Arab, tradisi, dan kebudayaan Arab, akan tetapi kalau Rasulullah SAW. yang memakainya, maka akan berubah kedudukannya menjadi sunnah Nabi, karena sunnah nabi itu meliputi ucapan, penetapan, dan perbuatan Nabi SAW. maka sorban akan menjadi sunnah Nabi, terutama akan menjadi bernilai lebih jika dipakai saat beribadah.

Lalu, adakah manfaatnya sorban putih bagi seorang muslim?

Allah itu Maha Indah dan sangat menyukai keindahan. Seandainya kita menghadap-Nya dalam beribadah dengan memakai perhiasan yang indah, pasti Allah lebih senang dibandingkan jika kita memakai pakaian yang biasa. Itulah manfaat yang pertama, karena menurut Rasulullah SAW. sorban itu mahkota, maka alangkah indahnya kalau kita menghadap sang Maha Mulia memakai mahkota terindah yaitu sorban putih. Kenapa kita pilih yang berwarna putih, karena menurut Rasulullah, sebaik-baik pakaian adalah yang berwarna putih.

Di samping itu, memakai sorban di saat beribadah akan mendapat nilai tambah yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya memberi penghormatan kepada para pemakai sorban pada hari Jumat” (HR. Thabrani). Bisa kita bayangkan, betapa bahagianya orang yang mendapat penghormatan dari Sang Pemilik Segalanya, baru mendapat penghormatan dari bupati saja bahagia, apalagi dari gubernur bahkan presiden, lha ini penghormatan dari yang memiliki presiden, terus seperti apa ya, Subhanallah, sungguh luar biasa pastinya.

Selain dari itu, Rasulullah SAW. juga bersabda, “Dua rekaat memakai sorban itu lebih baik daripada tujuh puluh rekaan tanpa sorban” (HR. Dailani).

Islam itu benar-benar indah dan nikmat, kenapa demikian? Baru berniat melakukan kebaikan saja sudah dicatat satu oleh malaikat, jika niat dijalankan dicatat lagi oleh malaikat, setiap melakukan kebaikan dilipatgandakan 10 nilainya, demikian seterusnya. Berbeda dengan orang islam yang berniat melakukan kejahatan, malaikat belum mencatatnya sampai ia melakukan kejahatan itu, jika kejahatan telah dilakukan, Allah masih memberi kesempatan untuk menghapusnya dengan taubat yang sesungguhnya (taubatan nasuha).

Demikian halnya dengan sorban putih, jika kita pakai untuk beribadah shalat akan mendapat bonus berlipat-lipat, karena di samping sorban itu hal yang baik, juga bernilai pula sebagai sunnah nabi sehingga pantas kalau hadiahnya dilipatgandakan sampai 70.

Apa pun bentuknya, jika kita mau melakukan kebaikan, pasti Allah akan menolong kita, walaupun rintangannya pasti amat besar, karena syaithon la’natullah sangat benci kepada orang islam yang melakukan kebaikan, dan mereka bersumpah kepada Allah untuk merayu dan menggodanya dan diacc oleh Allah bagi yang bisa dirayunya. Semoga kita dilindungi Allah dari godaan dahsyat hawa nafsu dan setan. Mari kita belajar mencintai sunnah Rasul agar di akherat kelak tidak menjadi musuh Rasul tetapi akan mendapat bantuan dan diajak masuk surganya. Betapa bahagianya kita bisa bertemu dengan kekasih Allah besok hanya karena mau mengamalkan sunnahnya saat di dunia. Aamiin

Wallahu a’lam.

 

Exit mobile version