Satu atau dua atau tiga atau lebih banyak lagi diantara kita yang kerap membaca “robbisy rohli shadri wa yassirli amri wahlul ‘uqdatam millisani yafqohu qouli” sebelum menghadapi ujian sekolah, tes kerja, atau memulai hal baru. Pasti kita berharap dengan membaca ayat Al-Qur’an itu kita diberi kelancaran dalam menjalani urusan kita. Karena kita tahu bahwa arti dari ayat itu adalah “Ya Allah, lapangkanlah hatiku, mudahkanlah segala urusanku, dan lancarkanlah bicaraku agar mereka mengerti perkataanku”.
Hal tersebut menunjukkan bahwa hidup ini adalah bagian dari Al-Qur’an. Al-Qur’an berkisah tentang sejarah, sebagai pegangan dalam menghadapi hidup era ini, dan petunjuk bagi masa depan.
Alangkah beruntungnya bagi mereka yang bisa memaknai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Tidur, makan, minum, belajar, bekerja, membangun rumah tangga, mendidik anak, sosialisasi dengan warga sekitar, mensucikan pakaian, dan lainnya semuanya sudah ada dalam kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW itu. Karena Al-Quran adalah firman Allah SWT, Sang Penguasa alam semesta. Al-Qur’an tidak seperti buku atau literatur karangan manusia, yang sudah pasti isinya sesuai dengan kecenderungan cara berpikir pengarangnya dan belum tentu tepat jika diterapkan untuk orang lain. Sementara Al-Qur’an adalah firman Allah SWT, yang menciptakan kita dan sudah pasti isinya sesuai dengan hidup kita.
Lantas, bagaimana cara memahami makna Al-Qur’an agar bisa kita realisasikan secara tepat dalam hidup ini? Inilah tugas kita untuk mencari. Entah dengan cara memahami arti perkata, membaca buku, berguru kepada orang ‘alim, atau dengan cara belajar dari channel YouTube terpercaya yang membahas tentang itu.
Berkaitan dengan itu, hal terkecil yang bisa kita lakukan adalah istiqomah membaca Al-Qur’an. Apalagi saat ini adalah bulan ramadhan, bulan “nuzulul qur’an” bulan diturunkannya Al-Qur’an, tepatnya tanggal 17 bulan ramadhan. Umumnya pada malam “nuzulul qur’an” kita bersama-sama mengkhatamkan Al-Qur’an semalaman. Kemudian diikuti dengan pengajian oleh kyai. Semangat membaca kalam Illahi, semangat meraih maghfiroh, berkah dan rahmat di bulan suci ini.
Penulis : Nur Alfiyah







