Melihat Indahnya Toleransi Buka Puasa Gratis di Klenteng Hok Tik Bio
Pati, Patinews.com
Pati – Bulan Ramadan disebut sebagai bulan yang penuh keberkahan. Warga Tionghoa dalam menjaga toleransipun tak mau ketinggalan mendapatkan berkah di bulan suci ini. Terbukti, warga Tionghoa yang tinggal di Pati, Jawa Tengah, membuka warung gratis dan menyajikan berbagai menu makanan untuk berbuka puasa bagi ummat muslim.
Menu buka puasa Ramadan itu disediakan di Klenteng Hok Tik Bio Pati, kerjasama dengan TNI-Polri dan komunitas Family Taman Hati, serta Orari.
Suasana ramai tampak di Klenteng Hok Tik Bio Pati, Jawa Tengah, jelang berbuka puasa. Dua kali dalam sepekan, klenteng tersebut menyediakan 1000 porsi makanan gratis bagi ummat muslim untuk berbuka puasa.
Keberagaman dan kerukunan ummat beragama terlihat di klenteng tersebut, dimana Warga Tionghoa bersama umat muslim bahu membahu menyiapkan makanan berbuka puasa.
Menggandeng TNI-Polri dan Komunitas Taman Hati Family serta Orari, sejak siang hari mereka menyiapkan makanan. Diwarung gratis kelenteng tersebut, ada menu soto Khas Pati, Masakan lodeh, tempe goreng, serta es teh dingin dan hangat.
Pembukaan warung gratis di kleteng tersebut, disambut baik oleh warga. Seperti yang diungkapkan Nurcholis, salah satu karyawan swasta di Pati.
“Dengan dibukanya warung gratis ini sangat membantu warga, yang tidak sempat berbuka di rumah. Ini sangat membantu warga yang hendak berbuka,” sebut warga Wedusan, Kecamatan Dukuhseti itu, kemarin.
Senada, Ketua Klenteng Hok Tik Bio Pati, Eddy Siswanto, mengatakan, warung gratis klenteng Hok Tik Bio Pati buka setiap hari Senin dan Kamis dan merupakan agenda setiap tahunnya.
“Kerukunan antar umat beragama, menjadi prioritas kami. Dimana klenteng merupakan budaya yang mengutamakan pluralitas dan kerukunan antar ummat beragama. Ada 1000 porsi yang disiapkan di warung gratis ini,” jelasnya.
Eddy menambahkan, ada satu pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat Indonesia melalui buka puasa gratis ini. Warga Tionghoa ingin menunjukkan indahnya kebinekaan.
“Inilah konsep Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin. Kami ingin seluruh klenteng meniru dan berpartisipasi. Itu akan membekas di hati para umat. Dan sambil menikmati menu berbuka puasa, warga dihibur alunan musik rebana, dengan lagu-lagu qosidah,” pungkasnya. (red1)






