Selalu Merasa Tertinggal, Mungkinkah FOMO?

(https://pin.it/62f9aIT)

FOMO akan membuat kita terus menerus memantau sosial media

 

FOMO, Tentu kita tidak asing dengan istilah ini. Istilah FOMO sempat populer pada tahun 2004-2011 dan belakangan ini muncul serta populer kembali. Fear Of Missing Out atau FOMO adalah suatu kondisi dimana seseorang merasa takut dan khawatir akan ketertinggalan informasi yang up to date atau tren terbaru di sosial media. Kondisi ini kerap terjadi pada anak-anak muda yang sangat aktif dalam bersosial media.

 

Fenomena ini di dukung oleh perkembangan teknologi dan sosial media yang semakin pesat di era sekarang ini. Banyak kalangan anak muda berlomba-lomba agar dirinya selalu up to date dan dicap “gaul” oleh teman sebayanya, padahal semakin banyaknya informasi yang kita terima, dapat menyebabkan kecanduan atau FOMO.

 

Tingkah laku seseorang yang mengalami FOMO mudah terlihat, beberapa contohnya antara lain ketika seseorang mengharuskan diri untuk pergi ke tempat nongkrong yang sedang populer di sosial media, mengikuti semua challenge yang sedang tren/viral, membeli barang-barang yang sedang ramai digunakan, mengikuti/meniru gaya hidup orang lain di sosial media, dan lain sebagainya.

 

Kita tidak bisa menyepelekan fenomena yang satu ini, karena dapat berdampak besar bagi seseorang yang memiliki perasaan FOMO. Biasanya FOMO memiliki kaitan erat dengan tanggapan orang lain dan pandangan terhadap seseorang yang merasakan FOMO tersebut. Fenomena ini tidak hanya sebuah bahasa gaul, melainkan fenomena psikologis yang sudah banyak diteliti oleh para ahli.

 

FOMO akan membuat seseorang menggunakan sosial medianya secara berlebihan. Akibatnya, akan muncul kecenderungan untuk terus menerus membuka sosial media dalam jangka waktu yang lama, hal tersebut dapat menyebabkan seseorang mengesampingkan aktivitas-aktivitas yang lain, bahkan waktu untuk beristirahat karena sosial media lebih diprioritaskan dalam berbagai aspek kehidupan.

 

FOMO dapat diatasi dengan beberapa hal. Yang pertama ialah dengan membatasi penggunaan sosial media. Penyebab utama seseorang mengidap FOMO adalah sosial media. Kecanduan bermain sosmed akan membuat seseorang terus terseret untuk mengikuti tren terkini. Apabila penggunaan tidak dibatasi, dapat menimbulkan kecanduan yang memberikan dampak negatif di berbagai aspek kehidupan.

 

Solusi kedua yang dapat dicoba ialah menyibukkan diri dengan hobi/hal positif lainnya. Salah satu penyebab seseorang mengalami FOMO adalah karena ia terlalu mementingkan pencapaian orang lain. Dengan memfokuskan diri untuk melakukan hal-hal yang disukai/menjadi hobi akan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental seseorang, sehingga FOMO dapat dicegah maupun diatasi.

 

Yang terakhir ialah dengan memperbanyak relasi dan berinteraksi dengan teman. Melakukan interaksi di dunia nyata akan membantu seseorang untuk melepaskan/menghindarkan diri dari ketergantungan penggunaan sosial media. Seseorang akan bersyukur dengan relasi yang dimiliki, juga akan merasa nyaman dengan lingkungan yang dibangunnya di dunia nyata, dengan demikian FOMO akan dapat teratasi.

 

Setelah mengetahui apa itu FOMO, penyebab, dan cara mengatasinya, tentu kita bisa melakukan pencegahan agar tidak mengalami FOMO. Selalu merasa tertinggal akan membuat kita tidak nyaman menjalani kehidupan.

 

Dengan meningkatkan kesadaran diri dan berfokus pada sesuatu yang benar-benar penting, kita bisa meminimalisir dampak negatif dari FOMO dan lebih memilih untuk hidup sesuai dengan keinginan kita tampak harus merasa tertinggal.

 

Jika kita memahami kebutuhan dan nilai sebenarnya dalam hidup, kita bisa menikmati kehidupan dengan lebih tenang, nyaman, dan bahagia tanpa rasa takut kehilangan momen-momen yang mungkin kita lewatkan.

Penulis:

1. Dea Sekar Kinanthi
2. Farel Ammartio Zahnafi
3. Muhammad Khafid Muzakki
Exit mobile version