Problematika Pembelajaran Daring di Era New Normal
Oleh : Ana Nur Farida
Pandemi Covid-19 banyak membawa keluhan dan dampak bagi aktivitas manusia khususnya dalam dunia pendidikan.
Hingga saat ini wabah pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh Coronavirus masih melanda dan menyebar luas di masyarakat.
Dalam hal ini sekolah-sekolah menerapkan sistem pembelajaran secara daring atau online dari rumah masing-masing. Kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan oleh siswa kelas satu di MI Miftahul Falah Jepat Lor Tayu merupakan kegiatan pembelajaran yang belum pernah dilakukan oleh siswa kelas dasar yang pengetahuan dan kemampuan mengenai pembelajaran daringnya masih sangat kurang.
Oleh karena itu orang tua di tuntut untuk menjadi guru sekaligus orang tua bagi anak- anak nya masing- masing. Orang tua di dorong harus bisa meguasai semua mata pelajaran harus bisa memahami materi yang di sampaikan oleh guru. Siswa di tuntut untuk mandiri belajar dari rumah agar siswa lebih bisa berpikir secara kritis.
Hasil wawancara dari salah satu orang tua peserta didik yaitu:
1) siswa cenderung bosan dan merasa kesulitan menerima materi pada pembelajaran daring,
2) guru merasa kesulitan dalam memberikan pemahaman ke siswa pada materi yang dianggap sukar jika tidak dijelaskan langsung secara tatap muka,
3) orang tua merasakan kesukaran mendampingi anak dalam proses kegiatan pembelajaran daring karena keterbatasan kemampuan, waktu, keterbatasan orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan maupun biaya.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, pihak sekolah sudah berusaha mengatasi problematika tersebut seperti mengadakan pelatihan kepada para guru terkait penggunaan media pembelajaran secara online seperti penggunaan google classroom, google formulir, membuat video pembelajaran menggunakan camtasia. Selain itu, sarana dan prasarana pendukung yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran seperti penguatan jaringan internet sudah dibangun, sehingga proses pembelajaran jarak jauh (online) dapat terlaksana dengan maksimal.
(*).



