Pentingnya Menumbuhkan Sikap Moderat Beragama Dalam Keluarga

Oleh: Hanna Zharifa M (UIN Walisongo Semarang)

Dalam menjalani kehidupan, kita pastinya pernah menemukan beberapa atau sebagian orang yang menyimpang dalam aturan atau perintah agama, sehingga dapat memicu terpecah belahnya suatu susunan masyarakat atau negara. Seperti berita yang beredar pada 2018 silam mengenai bom bunuh diri yang terjadi di salah satu gereja di kota Surabaya,  diduga tersangkanya yakni satu perempuan, dua anaknya, dan ayah dari keluarga tersebut yang melakukan tindakan terrorist atau tak toleran. Hal tersebut juga menimbulkan banyaknya korban jiwa. Maka dari itu tindakan ini dapat dikatakan sebagai intoleransi . Dan salah satunya yaitu intoleransi antar sesama, intoleransi di sini menandakan kurangnya sikap moderat antar sesama umat beragama. Moderasi beragama itu sendiri dapat dikatakan sebagai cara pandang dalam memahami suatu agama dengan tidak ekstrem baik ekstrem kekiri maupun kekanan. Apabila seseorang telah mengetahui makna dan manfaat moderasi maka dapat membangun sikap toleransi dan menciptakan kerukunan.

Hal yang dapat mencegah terjadinya intoleran dalam keluarga yaitu dengan menumbuhkan sikap moderasi sejak dini. Guna menumbuhkan sikap moderasi dapat diciptakan mulai dari dalam unit terkecil yaitu keluarga. Peran keluarga di sini sangat besar dalam membangun karakter dan moral. Apabila dari dalam keluarga itu sendiri sudah tidak menumbuhkan sikap moderat maka akan berpengaruh juga dalam sikap dan perkembangan anak atau keluarga itu sendiri. Keluarga menjadi pengaruh pertama dalam hal ini karena sebelum anak terpengaruhi dan mengenal dunia luar atau lingkungan luar seperti sekolah, masyarakat, dan lainnya. Anak akan membawa apa yang diajarkan oleh keluarga itu sendiri, bahkan terkadang ada anak yang mudah terpengaruh oleh lingkungan luar apabila tidak ada peran keluarga didalamnya.  Oleh karena itu keluarga juga sering dikatakan Pendidikan pertama yang akan anak dapatkan, dimulai dari Pendidikan karakter, umum, hingga Pendidikan agama.

Di dalam keluarga orang tua berperan sebagai teladan bagi setiap anaknya. Yang dapat dilakukan dengan cara membimbing serta menuntun anak dalam hal kebaikan. Pada dasarnya anak wajib mendapatkan pendidikakn akhlakul karimah dari keluarga agar tercipta budi pekerti atau akhlak mulia. Seperti yang sudah diketahui dengan menyempurnakan akhlak sudah ditegaskan dalam Al-Quran potongan surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Maka dengan ini kita dapat menghindari api neraka dengan melakukan hal terpuji yaitu dengan sikap moderat dan toleran antar sesama, menjauhi perbuatan tercela seperti intoleran dan bersikap terror maupun radikal.  Sebenarnya tidak hanya pada anak, kepada sesama anggota keluarga juga dapat memberikan contoh tindakan  baik atau bahkan menegur satu sama lain apabila ada perbuatan yang menyimpang agama atau ekstrem kekiri maupun kekanan. Dengan mengajarkan nilai agama dan norma seperti toleransi atau moderasi antar sesama dalam hal apapun dan kepada siapapun juga akan mengembangkan sikap moderasi beragama dalam lingkup keluarga.

Moderasi beragama dalam lingkup keluarga dapat dilakukan dengan belajar menghargai hal yang berbeda dengan apa yang ada pada kita. Karena kita tumbuh dan berkembang di negara yang beragam ras, suku, agama, dan adat. Sudah sepantasnya kita hidup berdampingan dengan sikap yang moderat dan toleran. Apabila dalam suatu keluarga bersikap ekstrem kekiri maupun ke kanan, intoleran antar sesama, meneror dan bersikap radikal, maka sesuai yang berada pada Al-Quran Surat Al-Imran ayat 159 yang memiliki arti jika engkau bersikap keras berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhan diri dari sekelilingmu. Sikap moderat dalam keluarga dapat dilakukan dengan pembiasaan akhlak karimah seperti sikap bermoderat, Pendidikan agama, pelajaran norma. Maka dari itu mengembangkan sikap moderat memiliki banyak manfaat yakni mempererat persaudaraan, saling percaya, dan dapat hidup dengan damai.

Exit mobile version