Pentingnya Menjaga Moderasi Beragama

Oleh: Ifa Lutfiana, Anggota KKN MDR Charisma Ipmafa

Pentingnya Moderasi Beragama di Era Milenial

Pentingnya Moderasi Beragama di Era Milenial

Moderasi berasal dari kata moderat yang berarti tengah-tengah, tidak condong ke kiri maupun ke kanan, bisa juga dikatakan adil atau seimbang. Moderasi beragama dimaknai sebagai cara pandang, prilaku, atau sikap yang selalu mengambil posisi di tengah-tengah dalam praktik beragama. Indonesia merupakan Negara multikultural di mana penduduknya terdiri dari berbagai macam ras, suku, bangsa, adat-istiadat dan agama. Di Indonesia terdapat berbagai macam agama seperti Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Kristen, dan Islam. Dari perbedaan tersebut mereka bisa hidup damai dengan saling toleransi satu sama lain. Demikian itu merupakan contoh dari wujud adanya moderasi.

Agama merupakan ajaran yang di dalamnya mengatur tentang keimanan, hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam dan sebagainya.setiap agama memiliki cara yang berbeda mengatur hal tersebut. Sebagai wujud dari moderasi kita tidak cukup hanya memahami agama yang kita peluk saja, tetapi kita juga harus memahami agama yang lain. Sebagai insan yang moderat hendaknya kita bisa memahami sisi kanan dan sisi kiri kita namun bukan berarti kita ikut kanan atau kiri. Pada hakikatnya semua agama memiliki tujuan yang sama hanya saja jalan yang ditempuh berbeda. Bahkan mereka yang tidak memahami adanya perbedaan ini akan sedikit berfikir negative tentang agama lain. Wujud dari moderasi adalah toleransi yang harus kita jaga dan lestarikan untuk menolak penafsiran yang demikian.

Hidup dalam satu lingkungan dengan beberapa agama yang berbeda merupakan hal yang wajar, yang tidak wajar adalah ketika kita tidak bisa menerima perbedaan tersebut. Sudah seharusnya kita sebagai insan yang moderat menghargai perbedaan semacam itu. Indonesia sendiri memiliki banyak penduduk yang berbeda dari segi ras, suku dan adat tetapi semua itu menjadi keragaman tersendiri sehingga terkesan indah. Perbedaan bukanlah masalah tapi menerima perbedaan itulah yang terpenting. Keragaman itu indah apabila kita bisa menjaga dan melestarikannya.

Islam juga mengajarkan kita untuk saling toleransi antar umat beragama. Hal ini telah dijelaskan dalam Al-Qur’an Q.S Al-Kaafirun ayat eman yang artinya “Untukmu agamamu dan untukku agamaku”. Allah telah memberikan kebebasan kepada hambanya untuk memeluk agama manapun yang dikehendaki. Ketika Allah menghendaki ada banyak agama di dunia ini pasti ada hikmah dibalik kehendak tersebut. Bisa jadi salah satu hikmahnya adalah supaya kita memiliki sikap toleransi, menghargai, menghormati, saling menolong, gotong royong antar sesama. Selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang status agama mereka. Dengan demikian kehidupan ini akan sejahtera dan aman sentosa.

Moderasi beragama bukan sebuah ungkapan saja tapi harus diiringi dengan sikap dan perbuatan yang selaras. Tunjukkan kepada mereka bahwa agama yang kita peluk tidak seekstrim yang mereka bayangkan. Dengan begitu mereka juga akan bersikap sebaliknya kepada kita. Selagi apa yang kita lakukan itu baik dan tidak melanggar syari’at mengapa tidak ? Perbedaan itu sunnatullah yang memang tidak bisa dihapuskan. Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, seorang khalifah hendaknya bisa lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu yang ada dari berbagai perspektif. Dengan bermoderasi kita dapat melihat bahwa semuanya itu sama.

Hanya saja tujuan yang ingin dicapai ditempuh dengan cara yang berbeda. Tetap bersikap moderat dengan selalu mengambil jalan tengah dan tidak condong ke kanan maupun kiri.

Demikian pemaparan sedikit dari saya tentang pentingnya menjaga moderasi beragama, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Exit mobile version