Pendidikan Berkualitas, Mencetak Generasi Emas
Oleh: Atikah Nur Ramdhania (Mahasiswa PGMI IPMAFA, anggota kelompok KKN INKARNAS)
KOLOM, PATINEWS.COM
Pendidikan merupakan usaha secara sadar dan juga terencana supaya terjadi proses belajar, dimana proses belajar ini dapat memfasilitasi peserta didik agar aktif mengembangkan potensi diri yang dimiliki anak sehingga memperoleh pengendalian diri, kekuatan spiritual, keagamaan, kecerdasan, akhlak mulia, yang tentunya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat dan bangsa serta negara.
Sebagai generasi penerus sebaiknya menjadi pribadi yang siap terjun ke masyarakat dan menjadi orang yang bermanfaat.
Secara umum Indonesia mengenal model sistem pendidikan nasional dan pendidikan lokal. Sistem pendidikan nasional maksudnya, mengukur taraf pendidikan bangsa dikelola dan diawasi oleh negara. Sedangkan pendidikan lokal dikembangkan oleh setiap individu masyarakat baik kurikulum, penilaian dan evaluasi.
Menurut sejarah yang dipelajari, yakni jika kita lihat di negeri nusantara ini, sebenarnya sudah menjadi sebuah bangsa yang luar biasa. Sesungguhnya bangsa ini telah memiliki suatu karakter sebagai bangsa yang luhur, cerdas dan hebat. Jadi, sebagai penerus kita mesti menciptakan nuansa kehidupan bangsa ini yang bisa menyiapkan diri, menata diri menghadapi masa – masa mendatang dimana peradaban itu semakin berkembang, artinya bahwa kita harus bersungguh – sungguh menciptakan generasi tidak hanya sekedar mengisi kemerdekaan seperti yang digaungkan para leluhur kita akan tetapi selanjutnya hasil kemerdekaan yang diibaratkan gerbong yang sudah kita dapatkan maka isilah gerbong itu dengan berbagai hiasan yang membawa kemakmuran bangsa dan negara.
Tujuan dari pendidikan umum antara lain:
- Berpikir kritis, objektif, dan terbuka
- Mampu menghadapi tugas bukan karena menguasai bidang profesinya namun dapat berhubungan sosial yang baik dalam lingkungannya
- Memberikan kebenaran seperti kebaikan dan kebenaran
Generasi muda sebagai penentu Indonesia di masa yang akan datang. Para pelajar atau mahasiswa adalah penerus perjuangan di masa silam dan selalu menjadi harapan dalam tiap perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Mereka juga menjadi generasi emas, sekarang dan masa yang akan datang.
Mereka sebagai penentu dengan segala ide – ide dan ilmu pengetahuan serta wawasan untuk mengembangkan dan memajukan bangsa. Untuk menuju generasi yang emas, dibutuhkan bekal salah satunya pendidikan yang berkualitas.
Pemuda harus memiliki bekal ilmu untuk masa depan. Dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas terdapat beberapa pembenahan yang perlu dilakukan.
Pertama perbaikan mutu tenaga pendidik. Guru yang bermutu adalah faktor utama untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. Kesadaran guru untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan cita – cita bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Guru harus menjadi tonggak kemajuan bangsa pada sektor pendidikan.
Kedua yaitu mempersiapkan kurikulum dengan matang. Kurikulum yang diterapkan harus berdampak positif untuk pembentukan karakter generasi muda. Ketiga melakukan perbaikan sarana prasarana penunjang keberlangsungan proses pendidikan. Generasi muda dikenal dengan agen of change, pelaku perubahan untuk mencetak anak bangsa yang cerdas dan religius.
Kemajuan bangsa berada ditangan generasi muda. Masing – masing anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada kalimat yang menarik yaitu Jadikan anak sesuai dengan potensinya bukan sesuai harapan orang tua. Potensi tersebut bisa dikembangkan melalui tahapan yaitu pendidikan, sekolah mengetahui potensi anak lewat ekstrakurikuler, setelah itu menumbuhkembangkan potensi tersebut, kemudian memberi peluang untuk mengukur potensi dirinya.
Pendidikan tanpa guru ibarat ruang tanpa cahaya. Guru sangat berperan dalam dunia pendidikan. Guru mempunyai kedudukan mulia karena dari mereka akan menciptakan generasi emas Indonesia.
Tantangan pendidikan berkualitas adalah guru harus kreatif, inovatif dan inspiratif. Hakikat guru menurut Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulodo ing madya mangun karsa tut wuri handayani yang bermakna di depan menjadi contoh, di tengah membangkitkan keinginan dalam belajar, di belakang diberikan dorongan.
(*).
