Pembelajaran Quantum Learning Dengan Teks Narasi Dimasa Pandemi Covid-19

Pembelajaran Quantum Learning Dengan Teks Narasi Dimasa Pandemi Covid-19

Penulis : Imam Muhlis Ali, S.Pd.I

Sudah setahun lebih seluruh dunia mengalami wabah virus yang tidak mudah ditaklukkan yakni Covid-19. Semua bidang termasuk bidang pendidikan terkena dampak.

Dampak negatifnya adalah sangat berkurang intensitas tatap muka dalam pembelajaran. Antara guru dengan murid sangat terbatas hubungan fisik. Bahkan banyak yang tidak sama sekali. Otomatis menjadikan tidak efektifnya suatu pembelajaran.

Memang betul transfer ilmu lewat daring (dalam jaringan internet) masih bisa dilakukan, namun tetap ada kekurangan (atau boleh dikatakan tidak efektif) kaitan hubungan psikologis guru dengan peserta didik. Karena hubungan antar manusia ada ‘kekuatan rasa’ tersendiri. Tidak bisa digantikan oleh mesin teknologi maju apapun. Menurut pengamat pendidikan dari Universitas Brawijaya (UB) Aulia Luqman Aziz mengatakan selamanya profesi guru tidak akan tergantikan oleh teknologi. Pembelajaran penuh secara daring akhir-akhir ini banyak menimbulkan keluhan dari peserta didik maupun orang tua.
“Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara maju seperti Amerika Serikat. Bagaimana pun, pembelajaran terbaik adalah bertatap muka dan berinteraksi dengan guru dan teman-teman,” kata Luqman di Malang, Sabtu, 2/5/2020 (Sumber : Chairul Anam, Bisnis.Com).

Luqman mengatakan dalam proses belajar-mengajar secara tatap muka ada nilai yang bisa diambil oleh siswa, seperti proses pendewasaan sosial, budaya, etika, dan moral yang hanya bisa didapatkan dengan interaksi sosial di suatu area pendidikan.

Meski begitu kita tidak boleh stagnan atau pasrah menerima keadaan begitu saja disaat seperti masa musibah ini. Banyak yang harus kita lakukan agar proses pembelajaran terus berjalan. Tentunya banyak referensi yang bisa guru ambil. Mana yang sekiranya cocok dengan situasi keadaan ‘tak normal’ ini.

Nah, dalam konteks ini saya ada satu metode pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 ini. Alhamdulillah sudah saya praktekkan. Sebenarnya metode pembelajaran online ini barangkali sudah dipraktekkan oleh beberapa kalangan pendidik. Tapi ada sedikit tambahan variasi agar lebih menarik.

Metode ini garis besarnya diinspirasi dari metode Quantum learning dengan tambahan narasi teks yakni menceritakan kembali dari isi video.

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria (www.google.com).

Tapi dalam hal ini pelaksanaan pembelajaran Quantum learning narasi teks dengan cara online atau daring. Dimana teknis sederhananya adalah guru mengirimkan salah satu judul film (disesuaikan tema pelajaran dan kelas) ke grup media sosial semisal WA. Kemudian menugaskan pada peserta didik untuk menceritakan kembali isi film video itu sesuai dengan caranya sendiri. Peserta didik harus membuat video dirinya sendiri. Dalam video peserta didik itu harus jelas intonasi cerita, menarik mimik atau gaya bercerita dan diakhir cerita video ada pesan-pesan baik dari film yang ditonton itu.

Menurut Ferdy (2013: 111) bahwa film merupakan media komunikasi yang kaya imformasi dapat menambah dimensi baru pembelajaran karena karakteristik teknologinya. Sehingga membawa tingkat daya serap dan ingat tinggi.

Diharapkan setelah peserta didik mengirimkan video dirinya yang bercerita itu dapat meningkatkan rasa percaya diri, mengerti isi cerita, meneladani kebaikan tokoh film dan dapat mengambil nilai-nilai kearifan lokal.

Sebenarnya dalam pembelajaran normal sebelum Pandemi Covid-19 ini metode tersebut sudah dilaksanakan. Namun istimewanya dan kelebihan dimasa online atau daring ini tentu saja banyak manfaatnya. Dalam bahasa saya sendiri ini merupakan bentuk pembelajaran
efektif dan menyenangkan. Efektif karena melalui media online alias tetap mematuhi protokol kesehatan juga mudah dilakukan peserta didik dirumah. Dikatakan menyenangkan jelas model pembelajaran ini disenangi apalagi anak-anak karena memang tabiat anak yang suka audio visual dari pada tulisan.

Disarankan dalam pemberian film adalah film yang sesuai tema dan bercita rasa keluhuran budi. Biasanya anak lebih suka film kartun. Cari durasi film kartun yang sedikit. Syukur-syukur fim kartun cerita atau dongeng budaya Indonesia seperti Malin Kundang dan sebagainya.

Semoga semua sehat wal afiat dan pandemi Covid-19 segera berakhir. Tetap jaga protokol kesehatan.

Exit mobile version