Penulis
- Nina Zulyana
- Muhammad Raffi Akbar
- Destiana Putri Widyawati
- Oktaviana Indah Susanti
Universitas Muria Kudus, Jl. Lkr Utara, Kayuapu Kulon, Gondangmanis, Kec. Bae, Kab. Kudus, Jawa Tengah 59327
1202133130@std.umk.ac.id, 2202133133@.std.umk.ac.id, 3202133138@std.umk.ac.id, 4202133158@std.umk.ac.id,
Abstrak
Pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai pupuk cair semakin populer di kalangan petani karena dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen. Limbah kulit bawang merah kaya akan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat diperlukan oleh tanaman. Pupuk cair yang terbuat dari limbah kulit bawang merah dapat diterapkan untuk berbagai jenis tanaman seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair limbah kulit bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil panen berbagai jenis tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair limbah kulit bawang merah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen tanaman. Selain itu, penggunaan pupuk cair ini juga dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan karena dapat mengurangi limbah kulit bawang merah yang dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai pupuk cair sangat direkomendasikan untuk meningkatkan hasil panen dan kesehatan lingkungan.
Kata Kunci: Limbah kulit bawang merah, Pupuk Cair, Tanaman
Abstrak
The use of shallot skin waste as liquid fertilizer is increasingly popular among farmers because it can increase soil fertility and crop yields. Onion skin waste is rich in nutrients such as nitrogen, phosphorus and potassium which are very much needed by plants. Liquid fertilizer made from shallot skin waste can be applied to various types of plants such as vegetables, fruits, and ornamental plants. This study aims to determine the effect of liquid fertilizer from shallot skin waste on the growth and yield of various types of plants. The results showed that the application of liquid fertilizer from shallot skin waste could increase plant growth and yields. In addition, the use of this liquid fertilizer can also help reduce environmental pollution because it can reduce the waste of shallot skins that are disposed of into the environment. Therefore, the use of shallot skin waste as liquid fertilizer is highly recommended to increase crop yields and environmental health.
Keywords: Onion skin waste, Liquid Fertilizer, Plants
1.PENDAHULUAN
Tanaman bawang merah merupakan salah satu tanaman bermanfaat semusim (annual). Tanaman tersebut adalah sayuran rempah yang digunakan meski bukan asli Indonesia,rempah atau bumbu penyedap masakan sungguh tertanam kuat dalam lidah masyarakat Indonesia. Di samping untuk penyedap masakan, bawang merah memiliki keunggulan lain, yaitu: sumber yang sangat baik dari vitamin B dan C, protein, lemak dan karbohidrat dibutuhkan oleh tubuh. Bawang merah adalah produk kebun termasuk sayuran dan rempah-rempah. sayuran .bumbu. ini sangat dibutuhkan. Spesial sebagai tambahan bumbu masakan untuk menambah cita rasa dan kenikmatan makanan. Dalam kehidupan sehari-hari, bawang merah tidak bisa lepas untuk bumbubumbu masakan. Kulit bawang merah seringkali dibuang begitu saja,berdampak
pada pencemaran lingkungan. Pembuatan pupuk dan pestisida berbahan limbah kulit bawang dapat menekan jumlah cemaran bahan organik dari limbah rumah tangga juga dapat menekan biaya input petani dalam melakukan aktifitas budidayanya. Limbah kulit bawang ini akan dijadikan pupuk organik berbentuk cair. Pupuk NPK termasuk juga pupuk urea atau ZA yang sering digunakan petani dapat digantikan oleh pupuk limbah kuli bawang merah. Jumlah kebutuhan nasional diperkirakan 165 ribu ton sementara ketersediaan nasional ditaksir mencapai 190 ribu ton. Penggunaan bawang merah yang banyak terutama sebagai bumbu masakan juga menghasilkan banyak limbah dari kulit bawang merah. Limbah kulit bawang merah selama ini jarang digunakan dan dibuang begitu saja. Bagian terluar dari umbi bawang merah ini berisi cadangan makanan yang mengandung flavonol 3,82 mg/kg dari golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan.(Banu, 2020)
Pemanfaatan pestisida nabati miliki prospek yang menjanjikan karena tanaman nabati tersedia dengan bermacam-macam kandungan yang bersifat racun terhadap pathogen, bahan bakunya melimpah di alam, proses pembuatan tidak membutuhkan teknologi. Pestisida nabati berfungsi sebagai pengendali hama tanaman selain itu juga ramah terhadap lingkungan karena bahan aktif yang mudah terurai di alam. Senyawa yang terkandung di dalam bahan alami tersebut menghasilkan senyawa metabolik sekunder yang bersifat penolak atau penghambat makan, penghambat perkembangan, penghambat peneluran dan sebagai bahan kimia yang mematikan serangga dengan cepat. Salah satu insektisida yang berpotensi sebagai tanaman pengendalian hama yaitu bawang putih dan bawang merah (Yennie & Elystia, 2013) . Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa tanaman yang sudah difermentasi. Jenis pupuk ini berbentuk cair tidak padat mudah larut pada tanah dan membawa unsur-unsur penting untuk pertumbuhan tanaman. (Sari et al., 2023)
Penggunaan bawang putih dan bawang merah sebagai pestisida nabati ternyata dapat
menyehatkan tanaman karena ekstrak bawang putih dan bawang merah mengandung senyawa
allisin, aliin, minyak atsiri, saltivine, scordinin, menteilalin trisilfida, minyak atsiri yang bersifat
(repellent) menolak dan juga di dalam kulit bawang merah terdapat senyawa enzim saponin,
senyawa ini bersifat insektisida dan dapat berfungsi sebagai penolak kehadiran serangga (Nuriyatul Hasanah, 2007).
II.Metode
Metode penelitian yang digunakan dalam peneliti ini adalah metode kualitatif . Dalam hal pengumpulan data, Gill et. al. (2008) mengemukakan terdapat beberapa macam metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yaitu observasi, analisis visual, studi pustaka, dan interview . disini penulis melakukan pengumpulan data menggunakan praktek langsung dan meniliti makna substansi secara langsung. Dan mengumupulkan data dari berbagai sumber-sumber dalam melakukan penilitian ini.
III.Hasil dan Pembahasan
Setelah mengumpulkan data dari berbagai sumber dan melakukan praktek langsung beginilah cara pembuatan pupuk cair dai limbah kulit bawang. Proses kegiatannya ada 3 tahapan yaitu pengumpulan bahan baku,cara pembuatan,dan pengaplikasian. Tahapan yang pertama yakni pengumpulan bahan baku yaitu mengumpulkan limbah kulit bawang merah pada setiap anggota kelompok saat melakukan aktivitas dirumah seperti habis memasak,tahapan yang kedua ialah cara pembuatan, cara pembuatan pupuk cair dari limbah kulit bawang merah cukup mudah yakni 1.) Limbah kulit bawang merah (1 mangkok), 2.) Rendam didalam air 1 liter selama 24 jam, 3.) Air akan berwarna dan kental, 4.) lalu disaring dan dimasukkan kedalam toples, 5.) Pupuk cair siap digunakan sebagai pupuk organik. Tahapan yang ketiga adalah pengaplikasian ialah pupuk cair dari limbah kulit bawang siap digunakan sebagai pupuk pestisida untuk berbagai tanaman yakni dengan cara menyemprotkan dan memberikan kepada tanaman selama satu minggu sebanyak 1 kali untuk meningkatkan ketahanan tanaman dari berbagai hama dan penyakit pupuk yang kental dicairkan terlebih dahulu dengan mencampurkan 100-200ml kedalam satu liter air.
Manfaat kulit bawang merah sebagai pupuk cair untuk berbagai tanaman yakni; 1.) manfaat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman, 2.) mendorong tanaman untuk cepat berbuah dan berbunga, 3.) dapat menghindarkan dari berbagai serangan hama dan penyakit , 4.) membantu membentukan klorofil, karbohidrat,lemak,enzim,protein pada tanaman. Hasil dari pemakain pupuk cair dari limbah kulit bawang merah ialah merasa sangat terbantu adanya pestisida karena dapat mengurangi biaya dalam merawat tanaman dan pengguanaan pestisida dan pupuk cair menjadi alternatif baru dan lebih aman untuk kesehatan manusia.
IV.KESIMPULAN
Kulit bawang merah dapat dimanfaat sebagai bahan pembuatan pupuk cair. Pupuk cair dari kulit bawang merah ini dimanfaatkan untuk bahan pengganti dari pestisida sehingga pupuk cair dari kulit bawang merah menjadi alternatif baru untuk lebih aman dalam menjaga kesehatan manusia. Manfaat kulit bawang merah sebagai pupuk cair untuk berbagai tanaman yakni; 1.) manfaat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman, 2.) mendorong tanaman untuk cepat berbuah dan berbunga, 3.) dapat menghindarkan dari berbagai serangan hama dan penyakit , 4.) membantu membentukan klorofil, karbohidrat,lemak,enzim,protein pada tanaman
DAFTAR PUSTAKA
Banu, L. S. (2020). Review: Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Ampas Kelapa sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Beberapa Tanaman Sayuran. Jurnal Ilmiah Respati, 11(2), 148–155. https://doi.org/10.52643/jir.v11i2.1125
Nuriyatul Hasanah. (2007). UJI SARI UMBI BAWANG PUTIH ( Allium sativum L .) TERHADAP MORTALITAS LARVA ULAT GRAYAK ( Spodoptera litura F .) INSTAR 3. 02330048, 2330048.
Sari, A. N., Harahap, F. S., Mustamu, N. E., & Lestari, W. (2023). Sosialisasi dan Pelatihan Pupuk Organik Cair ( POC ) Limbah Bawang Merah Yang Diaplikasikan Pada Tanaman Sawi Hijau ( Brassica Juncea L . ) Didesa Tebing Tinggi Pangkatan Sumatera Utara.
Yennie, E., & Elystia, S. (2013). Pembuatan Pestisida Organik Menggunakan Metode Ekstraksi Dari Sampah Daun Pepaya Dan Umbi Bawang Putih. Jurnal Dampak, 10(1), 46. https://doi.org/10.25077/dampak.10.1.46-59.2013
