Penulis : Imam Muhlis Ali
Keadaan lalu lintas di Jawa Tengah bagian pantura timur yang meliputi Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang padat dengan kendaraan. Tak ayal dengan padatnya kendaraan, jalan ini terus ‘terbebani’ dan akhirnya rentan mengalami kerusakan. Usia jalan relatif tidak panjang.
Jalan di jalur Pantura Timur mendesak untuk diperbaiki, sebab jalur Pantura menjadi jalur penting bagi perekonomian. Apalagi, sudah beberapa tahun terakhir belum tersentuh program perbaikan. Selain menjadi jalur sibuk, jalan Pantura juga menjadi jalur muatan berat yang menyebabkan jalan menjadi cepat rusak. Apalagi pada saat intensitas curah hujan tinggi seperti sekarang ini. Kondisi itu menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas di jalan Pantura. Sepanjang Jalan Kudus- Pati-Rembang, banyak dijumpai jalan berlubang dengan berbagai ukuran. (Sumber : Investor.id).
Ada kabar menggembirakan tentang jalur pantura timur. Sebagaimana telah diinformasikan pada tahun 2020 lalu bahwa jalur Semarang-Rembang rencananya akan dibangun moda transportasi kereta api.
Jalur kereta api Semarang-Rembang yang melewati Kudus dan Pati akan kembali dioperasikan pada tahun 2020, hal ini disampaikan oleh Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ir Djoko Setijowarno,MT. Hal itu diungkapkan Djoko pada paparan materi seminar bertema “Membangun Sistem Transportasi Modern: Jalur Kereta Api Semarang-Rembang sebagai Sarana Pelayanan Publik dan Penggerak Ekonomi di Jawa Tengah”.(Sumber : Jatengprov.go.id)
Sementara itu, Kepala Seksi Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Fajar Rakhmat, menambahkan reaktivasi rel kereta api Semarang-Lasem sepenuhnya dilaksanakan pemerintah pusat. (Sumber : Jatengprov.go.id).
“Pada 2020 ini memasuki tahap DED. Analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan pengadaan lahan dijadwalkan pada 2021. Untuk pengerjaan fisik dimulai pada 2023,” katanya. (Sumber : m.bisnis.com).
Ini tentu saja berita menggembirakan. Memang selayaknya seperti itu. Menurut saya tidak hanya perlu diberi moda transportasi kereta api saja namun kedepannya perlu jalan tol yang menghubungkan Semarang-Demak-Jepara-Pati-Rembang sampai Surabaya. Juga jangka panjangnya di salah satu Kabupaten pantura timur didirikan bandar udara komersial.
Namun sebelum itu semua dibangun seyogyanya pemerintah mengatasi dahulu permasalahan banjir di Kabupaten Demak, Kudus, Pati dan sekitarnya. Saya kira untuk mengatasi banjir, pemerintah mempunyai pakar-pakar tata kota yang mumpuni. Tinggal action dan direalisasikan. Apalagi salah satu wakil rakyat anggota DPRD Jawa Tengah Bapak Moh.Zen dalam cuitan facebooknya mengatakan perlunya segera pemerintah melakukan normalisasi kali (sungai) disepanjang pantura timur mulai Kabupaten Demak, Kudus, Pati, Jepara, Rembang.
Sebagai rakyat biasa sebenarnya ini bukan kapasitas saya, namun melihat salah satu anggota dewan diatas berkata seperti itu dan ditambah kesan kabupaten di sinipantura timur kayaknya ‘masih’ belum bagus jalannya dan belum maju penataan kotanya dibandingkan Kabupaten di pantura barat dan selatan.
Mudah-mudahan suara ‘kecil’ dari masyarakat kecil ini setidaknya didengar oleh pemerintah provinsi. Syukur-syukur janji-janji pembangunan kereta api dan sarana lain khusuanya di pantura timur terealisasi sesuai waktunya. Amin.
*Warga Kabupaten Pati Jawa Tengah





